BPDP Dorong Pekebun Sawit Labusel Naik Kelas Lewat Peningkatan Kompetensi
JABAROKENEWS.COM, SUMUT – Uang pungutan ekspor sawit kembali menyentuh pekebun melalui pelatihan gratis BPDP, memperkuat keterampilan budidaya sekaligus mendorong produktivitas kebun rakyat Labuhanbatu Selatan secara berkelanjutan.
Sebanyak 87 pekebun Labuhanbatu Selatan mengikuti Pelatihan Budidaya Sawit selama 18-23 Agustus 2026 di Le Polonia Hotel Convention Medan, Sumatra Utara selama sepekan.
Program tersebut digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, dengan LPP Agro Nusantara dipercaya sebagai pelaksana pelatihan intensif bagi para pekebun yang terpilih.
Pembukaan sekaligus penutupan pada 23 Agustus 2026 dipimpin Muhammad Yusuf Lubis, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Sumatra Utara, kemudian disaksikan para peserta pelatihan.
Momentum penutupan semakin semarak melalui penampilan Tarian Colorful of North Sumatra yang dibawakan Mahagra Dancer, menghadirkan nuansa budaya Sumatra Utara yang semakin memukau.
Yusuf menegaskan pelatihan harus memberikan manfaat nyata bagi pekebun, terutama meningkatkan kemampuan teknis agar hasil kebun lebih optimal lagi dan berkelanjutan di lapangan.
Isu produktivitas menjadi perhatian utama karena pekebun swadaya mengelola sekitar 40 persen lahan sawit nasional dan menyumbang 30-35 persen produksi CPO nasional tersebut.
Namun, kemampuan budidaya belum merata sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting untuk memperbaiki hasil, efisiensi, serta keberlanjutan usaha pekebun rakyat setempat secara berkelanjutan.
Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi mengatakan, “BPDP ada untuk menyamaratakan kemampuan pekebun, dari pupuk hingga panen sesuai praktik budidaya terbaik di lapangan.”
Menurut Pranoto, pengendalian hama juga menjadi materi penting karena kesalahan penanganan dapat menekan produksi dan meningkatkan biaya pemeliharaan kebun rakyat tersebut secara signifikan.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar langsung melalui Field Trip pada 22 Agustus 2026 di Kebun Adolina PTPN IV.
Rombongan mengunjungi PTPN IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina untuk melihat praktik budidaya serta pengelolaan tanaman secara langsung di lapangan.
Di lokasi tersebut, peserta berdiskusi dengan tenaga ahli, mengamati pengelolaan kebun, sekaligus memperdalam teknik yang sebelumnya dipelajari selama pelatihan di Medan tersebut berlangsung.
Pranoto menambahkan, “Kami ingin peserta membawa pulang pengetahuan yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar materi yang berhenti di ruang kelas semata bagi peserta.”
Program pelatihan ini merupakan bagian beasiswa dan pelatihan pekebun swadaya yang rutin diagendakan BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian setiap tahun konsisten.
Melalui Rekomtek, pelatihan diarahkan agar penerima benar-benar tepat sasaran, sehingga dukungan dana sawit dapat memperkuat sumber daya manusia sektor hulu perkebunan sawit nasional.
Peserta program mencakup pekebun, pengurus kelompok atau koperasi, pendamping, hingga keluarga, sehingga manfaat peningkatan kapasitas dapat meluas di tingkat masyarakat sekitar perkebunan sawit.
BPDP berharap dana sawit tidak hanya mendukung hilirisasi, tetapi juga memperkuat kemampuan manusia yang bekerja langsung menjaga produktivitas perkebunan rakyat nyata di hulu.
Dengan pelatihan tersebut, 87 pekebun Labuhanbatu Selatan diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, produktivitas, pendapatan, serta ketahanan usaha sawit secara berkelanjutan dan mandiri di lapangan.(ady)

