TENHOLES Lepas Album “SATYA”, Angkat Kisah Janji, Keluarga, dan Perlawanan

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Band punk rock asal Jakarta Timur, TENHOLES, kembali hadir dengan karya terbaru. Grup ini resmi merilis album penuh bertajuk SATYA, sebuah album yang merangkum perjalanan manusia melalui tema keluarga, janji, cinta, kehilangan, kegelisahan, kehidupan kelas pekerja, perlawanan, hingga penerimaan.

Album SATYA resmi dirilis pada (25/9/26) melalui kerja sama TENHOLES dengan label rekaman demajors. Album ini tersedia dalam format digital di berbagai platform streaming musik serta dalam format compact disc (CD).

Mengusung delapan lagu, SATYA dirancang sebagai sebuah perjalanan yang mengikuti fase kehidupan manusia, mulai dari seorang anak yang mengenal dunia hingga sosok yang belajar memahami tanggung jawab, kehilangan, dan sisi kemanusiaan.

“SATYA itu tentang janji, api yang kita jaga, dan perlawanan yang tidak pernah padam,” ujar vokalis TENHOLES, Ukien Skins.

Melalui album ini, TENHOLES juga menghadirkan perspektif mengenai sosok laki-laki yang tidak selalu digambarkan sebagai pribadi yang kuat dan memiliki seluruh jawaban. Sebaliknya, SATYA memperlihatkan manusia yang dapat mengalami ketakutan, kegagalan, kehilangan, kemarahan, hingga mempertanyakan kehidupan, tetapi tetap memilih untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan.

Album dibuka dengan “Sudut Kota”, lagu yang menjadi pintu masuk ke dunia SATYA. Lagu ini menggambarkan masa ketika seorang anak mulai mengenal kerasnya kehidupan melalui jalanan, persahabatan, kesepian, konflik, cinta, serta berbagai persoalan perkotaan.

“Sudut Kota” menjadi satu-satunya lagu dalam album yang mencantumkan kredit lirik CPX, Juanda, Reno Farid, dan Ukien Skins.

Perjalanan kemudian berlanjut melalui “Hai! Nak”, sebuah percakapan tentang hubungan ayah dan anak serta nilai-nilai yang ingin diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Lagu tersebut membawa cerita mengenai perjuangan, kesalahan, dan harapan seorang bapak, dengan backing vocals dari Pearly, Chelsea, dan Ruby.

Sementara itu, “Api Yang Pernah Kita Jaga” menjadi focus track dalam album SATYA. Lagu yang ditulis Ukien Skins, Andyan Gorust, dan Endry Poison ini berbicara mengenai cinta, persahabatan, mimpi, atau hubungan yang pernah diperjuangkan tetapi pada akhirnya harus dilepaskan.

Tema tanggung jawab dan komitmen kemudian hadir melalui “Janji Lelaki”. Lagu ini menggambarkan janji kepada diri sendiri untuk tetap berjalan meski keadaan tidak selalu mudah. Permainan mandolin dari Zuri Mandolina turut memberikan warna tersendiri pada lagu tersebut.

Berikutnya, “Membakar Malam” membawa cerita yang dekat dengan kehidupan kelas pekerja. Rutinitas bekerja, kemacetan, kebutuhan hidup, rasa lelah, overthinking, hingga mimpi yang mulai memudar menjadi bagian dari keresahan yang diangkat TENHOLES.

Lagu “Tiga” kemudian membawa tema SATYA dari persoalan personal menuju persoalan sosial yang lebih luas. Lagu ini berbicara mengenai manusia, kekerasan, ketidakadilan, dan dunia yang semakin sulit dipercaya. Energi permainan drum Andyan Gorust memperkuat karakter lagu sebagai luapan kegelisahan.

Pada track ketujuh, TENHOLES menghadirkan “Darah Daging” yang direkam di Rintop Studio. Lagu ini berbicara tentang keluarga, perlindungan, serta kemarahan ketika orang yang dicintai mengalami ketidakadilan.

Cerita tersebut berangkat dari kisah seorang ayah yang menghadapi perundungan terhadap anaknya. Dari sana, TENHOLES mengangkat pertanyaan mengenai batas seseorang dalam melindungi keluarga sekaligus mempertahankan sisi kemanusiaannya.

SATYA kemudian ditutup dengan “Semua Sodara (Piano Version)”. Berbeda dari energi sejumlah lagu sebelumnya, track penutup ini hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana dan reflektif.

Lagu tersebut berbicara tentang kawan, scene, keluarga, perbedaan, perjalanan bersama, hingga orang-orang yang telah pergi. Diva Azalia melalui permainan piano dan Arend Stevanus Michiels dengan violin memberikan warna musikal pada versi ini.

Pada akhirnya, “Semua Sodara” membawa SATYA kembali pada gagasan sederhana tentang persaudaraan: di tengah berbagai perbedaan dan perjalanan hidup, manusia tetap memiliki ikatan sebagai sesama.

Lewat delapan lagu di dalamnya, TENHOLES mencoba merangkum berbagai sisi kehidupan tanpa meninggalkan karakter punk rock yang telah menjadi identitas mereka. SATYA bergerak dari cerita jalanan, keluarga, cinta, janji, rutinitas kehidupan kelas pekerja, kemarahan, hingga kehilangan.

Album SATYA dari TENHOLES kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming. Sementara versi CD dapat diperoleh melalui demajors.com serta jaringan edar demajors. (Aga)

Berita Terkait

Hari Pertama Tayang, “Warga Rusun 609” Tuai Respons Positif Penonton
Gloria Jessica dan Ade Govinda Rilis Album Perdana “Blue.” Setelah Delapan Tahun
Afriansyah Noor: Sukses Pemagangan Luar Negeri Tak Cukup Diukur dari Jumlah Peserta
Tongkat Komando Polri Berganti, Suyudi Ario Gantikan Sigit
Turbokidz Buka Babak Baru Perjalanan Musik dengan “Jangan Ganggu Hari Ini”
Kemnaker Siapkan Pelatihan Gratis, Menaker Minta Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas
Talenta Vokasi Indonesia Ukir Prestasi di WSC Shanghai 2026, Raih 9 Penghargaan
Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Kriya Bekasi, Dekranasda Usung Konsep Berkelanjutan

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Hari Pertama Tayang, “Warga Rusun 609” Tuai Respons Positif Penonton

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Gloria Jessica dan Ade Govinda Rilis Album Perdana “Blue.” Setelah Delapan Tahun

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Afriansyah Noor: Sukses Pemagangan Luar Negeri Tak Cukup Diukur dari Jumlah Peserta

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tongkat Komando Polri Berganti, Suyudi Ario Gantikan Sigit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36 WIB

TENHOLES Lepas Album “SATYA”, Angkat Kisah Janji, Keluarga, dan Perlawanan

Berita Terbaru