Kemendagri Dorong Sulawesi Tenggara Kembangkan Inovasi Melalui Pendekatan Aglomerasi

Senin, 2 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengembangkan inovasi melalui pendekatan aglomerasi. Dengan pendekatan ini diharapkan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat meningkat.

“Dalam pengembangan inovasi, daerah itu jangan dilihat sebagai daerah yang berdiri sendiri, tetapi dia harus dilihat sebagai aglomerasi, sehingga berbagai urusan daerah seperti pengelolaan sampah hingga pengendalian inflasi dapat lebih efisien,” ujar Yusharto saat audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sultra di Command Center Kantor BSKDN, Jakarta, Senin (2/9/2024).

Yusharto menjelaskan bahwa pendekatan aglomerasi penting dalam berinovasi, karena pendekatan ini menggabungkan potensi sumber daya dan keunggulan masing-masing wilayah untuk menciptakan sinergi yang lebih besar. Dengan demikian, daerah-daerah di Sulawesi Tenggara bisa memanfaatkan keunggulan komparatifnya guna menghasilkan inovasi yang lebih berdampak dan berkelanjutan.

“Inovasi tematik banyak dikembangkan untuk mendukung wilayah metropolitan. Jadi, daerah itu jangan dilihat sebagai daerah yang berdiri sendiri, tetapi dia harus dilihat sebagai aglomerasi. Ada berapa daerah yang bisa diintegrasikan pengelolaannya sehingga membentuk aglomerasi tanpa meninggalkan substansi otonominya,” jelas Yusharto.

Yusharto juga mengimbau Pemprov Sultra untuk fokus pada inovasi yang memecahkan masalah-masalah konkret yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, inovasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sejauh ini inovasi di bidang kesehatan dan pendidikan masih menjadi yang tertinggi, tetapi bukan berarti inovasi lainnya tidak berguna. Tugas kita adalah membina inovasi terkait urusan lainnya agar sama-sama berkembang di Provinsi Sultra,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Yusharto mendorong BRIDA Sultra untuk terus mengoptimalkan tugas dan fungsinya, sehingga inovasi di Provinsi Sultra dapat terus berkembang. Ia juga mengapresiasi pencapaian Pemprov Sultra dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) yang terus meningkat dan berharap ekosistem inovasi di wilayah Sultra akan semakin baik ke depannya.

“Selamat untuk Provinsi Sultra karena nilai IID-nya tambah bagus, berkat adanya klinik inovasi yang sudah kita gagas beberapa saat yang lalu. Memang prinsipnya itu inovasi tidak ada matinya,” tutup Yusharto.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Menaker Kunjungi Peserta TIH, Dorong Produk Unggulan Naik Kelas
Program Gentengisasi, Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk dari Purwakarta
Tinjau BSPS di Purwakarta, Mendagri Tito Pastikan Program Berjalan Tepat Sasaran
Di Purwakarta, Mendagri Ngariung dan Santap Nasi Liwet Bersama Sopir Truk Genteng
Hari Pertama Tayang, “Warga Rusun 609” Tuai Respons Positif Penonton
Wamendagri Bima Arya Soroti Kebutuhan Alat Berat dan Personel untuk Penanganan Banjir Solok
Gloria Jessica dan Ade Govinda Rilis Album Perdana “Blue.” Setelah Delapan Tahun
Afriansyah Noor: Sukses Pemagangan Luar Negeri Tak Cukup Diukur dari Jumlah Peserta

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Menaker Kunjungi Peserta TIH, Dorong Produk Unggulan Naik Kelas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Program Gentengisasi, Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk dari Purwakarta

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Tinjau BSPS di Purwakarta, Mendagri Tito Pastikan Program Berjalan Tepat Sasaran

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Di Purwakarta, Mendagri Ngariung dan Santap Nasi Liwet Bersama Sopir Truk Genteng

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Hari Pertama Tayang, “Warga Rusun 609” Tuai Respons Positif Penonton

Berita Terbaru