Statistik sebagai Alat Utama dalam Penyusunan Kebijakan, Pesan Mendagri di Hari Statistik Nasional

Kamis, 26 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, penyusunan kebijakan harus berdasarkan teori dan data. Menurutnya, kebijakan tanpa didukung teori yang kuat hasilnya hanya akan mengandalkan keberuntungan.

“Yang benar adalah making policy based on strong theory, setiap pembuatan kebijakan harus didasarkan kepada teori, maknanya di sini dalam konteks data dan statistik,” ujar Mendagri pada Acara Puncak Peringatan Hari Statistik Nasional Tahun 2024 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Kamis (26/9/2024).

Mendagri menjelaskan bahwa statistik berperan penting dalam pembuatan kebijakan. Teori yang mendasari kebijakan harus melalui proses pengumpulan dan analisis data, sehingga statistik menjadi alat utama.

Ia juga berbagi pengalaman dalam menangani inflasi yang menggunakan data sebagai acuan. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan untuk menangani inflasi yang terbilang tinggi. Dalam teori ekonomi, inflasi biasanya diatasi melalui instrumen suku bunga dan nilai tukar mata uang. Namun, Presiden Jokowi mengusulkan pendekatan baru yang berbasis data dari Badan Pusat Statistik (BPS), mirip dengan penanganan pandemi Covid-19.

“Covid itu belum ada yang punya rumus real [ilmu penanganannya] di negara mana pun juga,” jelas Mendagri.

Lebih lanjut, Mendagri mengucapkan terima kasih kepada BPS yang berperan besar dalam menjaga stabilitas inflasi Indonesia, yang saat ini terjaga di angka 2,1 persen dan menjadi salah satu yang terendah di dunia. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, serta intervensi dari berbagai kementerian/lembaga seperti Badan Urusan Logistik (Bulog), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sangat berperan dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri juga turut menyerahkan penghargaan Anindhita Wistara Data Tahun 2024 kepada beberapa provinsi, kabupaten, dan kota. Beberapa penerima penghargaan itu di antaranya Provinsi DKI Jakarta, Bali, dan D.I. Yogyakarta untuk tingkat provinsi kategori terbaik. Kemudian untuk tingkat kabupaten terbaik, yakni Kabupaten Tangerang, Sumedang, dan Bantul. Sementara penghargaan di tingkat kota terbaik, yaitu Kota Magelang, Malang, dan Tangerang.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Setujui RUU 15 Kabupaten/Kota untuk Dibawa ke Rapat Paripurna
MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri
Tangani TB di Pangandaran, Wamendagri Wiyagus Dorong Sinergi Lintas Sektor
Sekjen Kemendagri Tekankan Evaluasi Kebijakan Intervensi Harga Pangan di Daerah
Pameran HUT TNI 2026, Disjarahal Perkenalkan Muspuspal Digital
Pemda NTB Didorong Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kemendagri Minta Pemda Maluku Perkuat Efisiensi Belanja Pegawai
Kompetisi Antardaerah Didorong Jadi Penggerak Indonesia ASRI

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:08 WIB

Mendagri Setujui RUU 15 Kabupaten/Kota untuk Dibawa ke Rapat Paripurna

Senin, 21 September 2026 - 15:06 WIB

MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri

Senin, 21 September 2026 - 14:08 WIB

Sekjen Kemendagri Tekankan Evaluasi Kebijakan Intervensi Harga Pangan di Daerah

Sabtu, 19 September 2026 - 19:51 WIB

Pameran HUT TNI 2026, Disjarahal Perkenalkan Muspuspal Digital

Sabtu, 19 September 2026 - 19:43 WIB

Pemda NTB Didorong Perkuat KPDBU untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Berita Terbaru