Dukungan Investor Nasional Warnai Pencalonan Fadhil Tawil di HIPMI Gowa

JABAROKENEWS.COM, Kabupaten Gowa – Kabupaten Gowa bersiap menghadapi dinamika baru dalam kepemimpinan kewirausahaan muda. Achmad Fadhil Tawil resmimenyatakan diri maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gowa, dengan membawa visi penguatan ekonomi daerah berbasis kolaborasi dan ekspansi investasi.

Langkah Fadhil mendapat dukungan dari Kevin Feliciano Simanjuntak, pengusaha muda nasional yang dikenal di sektor otomotif dan investasi. Kevin yang juga memiliki keterkaitan dengan Era Group disebut siap mendorong masuknya peluang investasi baru ke wilayah Gowa.

“Relasi kami tidak hanya profesional, tetapi sudah seperti keluarga dengan perjalanan bisnis yang panjang. Dukungan ini adalah bentuk kepercayaan untuk menghadirkan perubahan nyata,” ujar Fadhil.

Dukungan Kevin Feliciano Simanjuntak atau dikenal dengan julukan Sultan Kedaton tersebut tidak berhenti pada aspek moral. Kevin disebut berkomitmen membuka ekspansi bisnis di Gowa apabila Fadhil terpilih, menjadikan momentum pemilihan BPC HIPMI Gowa sebagai pintu masuk penguatan ekonomi lokal berbasis investasi strategis.

Salah satu potensi yang menjadi sorotan adalah keberadaan PT Era Bangun Telecomindo, anak usaha Era Group, yang telah memiliki jaringan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah Sulawesi. Perusahaan ini bergerak di sektor fiber optik dan menara BTS, yang menjadi tulang punggung layanan operator seperti Indosat Ooredoo Hutchison dan XLSMART Telecom Sejahtera.

Infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan sektor digital, logistik, dan ekonomi kreatif di kawasan Gowa dan sekitarnya.

Selain sektor telekomunikasi, Kevin juga dikenal aktif menghadirkan berbagai event otomotif berskala nasional di Sulawesi, yang berkontribusi pada peningkatan aktivitas ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM dan pariwisata.

Sejumlah pengamat menilai kombinasi antara kepemimpinan muda dan dukungan investor strategis dapat menjadi katalis percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. HIPMI, dalam konteks ini, tidak lagi sekadar organisasi kaderisasi pengusaha, tetapi berpotensi menjadi motor penggerak investasi daerah.

Kevin pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh daerah di Sulawesi Selatan untuk melihat momentum ini sebagai peluang bersama.

“Ini bukan sekadar kontestasi organisasi, tetapi langkah kolektif untuk membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan dukungan jejaring bisnis dan potensi investasi yang mulai terbuka, kontestasi BPC HIPMI Gowa kali ini dipandang sebagai titik awal transformasi ekonomi berbasis kolaborasi di kawasan timur Indonesia. (hrfa)