Ketua Umum PP Tapak Suci Seleksi Langsung Penerima Beasiswa UMY, Siapkan Kader Unggul Muhammadiyah
JABAROKENEWS.COM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat komitmennya dalam membangun kader Muhammadiyah melalui Program Beasiswa Tapak Suci. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, proses seleksi tahun ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Drs. M. Afnan Hadikusumo, sebagai upaya memastikan terpilihnya calon penerima beasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah.
Afnan Hadikusumo mengapresiasi inisiatif UMY yang menghadirkan beasiswa khusus bagi kader Tapak Suci. Menurutnya, program tersebut merupakan strategi penting dalam memperkuat kaderisasi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
“Saya sangat mengapresiasi langkah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Mudah-mudahan ke depan langkah ini bisa diikuti oleh PTMA lainnya. Melalui program ini kita merekrut kader-kader agar menjadi kader yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kualitas kader tidak hanya diukur dari kemampuan akademik maupun prestasi olahraga, tetapi juga dari kemampuan mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, PTMA perlu memberikan perhatian khusus kepada kader-kader terbaik melalui berbagai program strategis, salah satunya beasiswa.
Menurut Afnan, keterlibatan langsung PP Tapak Suci dalam proses seleksi merupakan pembaruan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika selama ini proses seleksi sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi, kini PP Tapak Suci ikut memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai kebutuhan organisasi.
“Yang baru kali ini adalah keterlibatan langsung dari tingkat Pimpinan Pusat dalam proses seleksinya. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita memastikan kader-kader terbaik dapat bergabung dan berkembang di PTMA,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai program beasiswa ini memiliki peran strategis dalam memperkuat pembinaan Tapak Suci di lingkungan kampus. Berdasarkan pengamatannya, masih banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci di berbagai PTMA yang belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan pelatih.
Melalui program ini, para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di UMY, tetapi juga mengemban tanggung jawab untuk mengembangkan Tapak Suci di lingkungan kampus. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sekaligus melahirkan kader-kader pelatih baru.
Dalam proses seleksi, terdapat dua indikator utama yang menjadi perhatian, yakni rekam jejak prestasi di Tapak Suci serta komitmen peserta dalam mengembangkan organisasi selama menjalani studi. Menurut Afnan, aspek yang paling menentukan bukan hanya kemampuan teknis, melainkan semangat (giroh) untuk berjuang dan mengabdi bagi Muhammadiyah.
“Di dalam organisasi, yang paling penting adalah giroh. Kemampuan itu nomor dua, giroh yang pertama. Kalau semangatnya sudah kuat, nanti perguruan tinggi akan meningkatkan kemampuan akademis dan organisasinya,” katanya.
Ia berharap para penerima beasiswa mampu menjaga nama baik Tapak Suci maupun UMY selama menjalani pendidikan. Setelah lulus, mereka diharapkan menjadi kader yang berada di garis terdepan dalam mengembangkan Muhammadiyah di berbagai bidang.
“Mereka harus menjadi ujung tombak perkaderan Muhammadiyah. Kalau terus dibina dan tidak dilepas begitu saja, mereka akan menjadi kekuatan lini depan Muhammadiyah yang luar biasa,” tegasnya.
Afnan juga menegaskan bahwa Tapak Suci tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pencak silat, tetapi juga menjadi media syiar Islam dan Muhammadiyah di tingkat global. Hingga kini, Tapak Suci telah berkembang di 24 negara dan seluruh provinsi di Indonesia. Di sejumlah negara, Tapak Suci bahkan lebih dahulu dikenal masyarakat sebelum Muhammadiyah berkembang.
Melalui sinergi antara UMY dan PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Program Beasiswa Tapak Suci diharapkan menjadi model kaderisasi yang mampu melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang unggul secara akademik, berprestasi di bidang olahraga, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap mengabdikan diri bagi kemajuan umat, Persyarikatan Muhammadiyah, dan bangsa.
Sumber : Humas Umy

