Mendagri Apresiasi Angka Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau yang Relatif Terkendali

Jumat, 24 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKE.COM – Batam, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi upaya pengendalian inflasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pasalnya, berdasarkan data yang dikantonginya, angka inflasi di daerah tersebut relatif terkendali yaitu sebesar 2,46 persen. Angka ini di bawah rata-rata inflasi nasional yang berada di angka 2,56 persen secara year on year pada Oktober 2023.

“Kemudian berkaitan dengan masalah inflasi, sebetulnya saya sudah sangat happy banget melihat penanganan inflasi di Kepri, karena rekan-rekan kepala daerah sangat aktif gubernur, wali kota, bupati,” ujar Mendagri pada Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Target Pendapatan, Realisasi Belanja Daerah, dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Pengendalian Inflasi di Daerah, di Ballroom Marriott Hotel Harbour Bay, Batam, Kepri, Jumat (24/11/2023).

Mendagri menjelaskan, inflasi ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, sehingga menjadi beban masyarakat. Karena itu, inflasi perlu dikendalikan agar angkanya tak tertalu tinggi.

Dia menyebutkan angka inflasi 0-10 persen masuk dalam kategori ringan karena sendi ekonomi belum banyak terguncang lantaran kenaikan harga tidak signifikan. Namun, apabila berada di angka 10-30 persen, maka tergolong inflasi sedang karena sendi-sendi ekonomi mulai terjadi guncangan. “Sektor supply demand terganggu, distribusi mulai terhambat,” ujarnya.

Sedangkan apabila angkanya mencapai 30-100, maka tergolong inflasi berat dan bisa berpotensi terjadi krisis ekonomi, politik, hingga krisis keamanan. “Kalau di atas 100 persen itu sudah hiperinflasi, itu sudah artinya ekonomi sudah hancur-hancuran,” ujarnya.

Dia menjelaskan, angka inflasi nasional 2,56 persen menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Angka ini diyakini dapat menyenangkan konsumen karena kenaikan harganya tak terlalu terasa. Namun, kondisi ini juga sekaligus menyenangkan produsen karena harganya tak terlalu rendah.

“Karena kalau terlalu rendah sampai di bawah 1 persen konsumen senang tapi produsen yang petani cabai, petani beras, peternak ikan, petani jagung, ya mereka akan rugi, maka kita harus jaga keseimbangan, itu negara kita,” terangnya.

Lebih lanjut, dia mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri agar tidak terlena dengan capaian inflasi yang relatif stabil. Dirinya meminta perangkat kerja di daerah tersebut agar rajin turun ke pasar, terutama ke daerah-daerah terpencil yang rawan tingginya biaya logistik karena ongkos transportasi. Pemerintah pusat, kata dia, terus berupaya menekan ongkos transportasi terutama transportasi udara agar tidak terlalu tinggi.

“Tolong mungkin diatensi di daerah terpencil tadi yang jauh, karena masalah akses transportasi, Anambas, Natuna, Lingga,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mendorong agar masyarakat Kepri digerakkan untuk menanam cabai. Hal ini lantaran masyarakat di daerah tersebut termasuk yang memiliki tingkat konsumsi cabai yang tinggi. Gerakan menanam cabai ini bisa dilakukan untuk menekan harga, terlebih kondisi tanah di Provinsi Kepri cukup mendukung. “Paling tidak untuk kebutuhan konsumsi mereka sendiri, yang tidak punya lahan ya polybag bisa,” jelasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

KKI 2026 Digelar di Bengkalis, 129 Tim dari 52 Perguruan Tinggi Siap Berkompetisi
Usai Kematian Gajah Indro, Geopix Desak Evaluasi Komprehensif Kesejahteraan Satwa
Seleksi Direksi PT BSP Dipertanyakan: Dugaan Pelanggaran Permendagri
BNN Menang Telak di PN Batam, Status Tersangka dan Penyitaan Aset Sah
Percepat Legalitas Rumah Ibadah, BPN–Kemenag–Kejati Kepri Perkuat Kerja Sama
Imlek 2577 di Batam, Menko AHY Tekankan Pembangunan Infrastruktur Berkeadilan
Mendagri Dorong Promosi Produk Daerah Melalui PPID Batam
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Penanganan Pascabencana, PTPN IV Regional III Kirim Tim Medis ke Batang Toru

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:26 WIB

KKI 2026 Digelar di Bengkalis, 129 Tim dari 52 Perguruan Tinggi Siap Berkompetisi

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:46 WIB

Usai Kematian Gajah Indro, Geopix Desak Evaluasi Komprehensif Kesejahteraan Satwa

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:15 WIB

Seleksi Direksi PT BSP Dipertanyakan: Dugaan Pelanggaran Permendagri

Kamis, 9 April 2026 - 08:51 WIB

BNN Menang Telak di PN Batam, Status Tersangka dan Penyitaan Aset Sah

Kamis, 2 April 2026 - 20:54 WIB

Percepat Legalitas Rumah Ibadah, BPN–Kemenag–Kejati Kepri Perkuat Kerja Sama

Berita Terbaru