Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Jadi Penggerak Peningkatan SDM dan Ekonomi Desa

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Acara Pengukuhan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPDMBGI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Provinsi Lampung dan DPD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, yang berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Senin (22/6/2026).

Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang baru dikukuhkan serta menekankan pentingnya peran APPMBGI dalam mendukung keberhasilan program MBG.
“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Kepercayaan yang diberikan hari ini merupakan penghargaan sekaligus amanah yang saya yakin akan dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, peningkatan kecerdasan dan kualitas gizi anak menjadi salah satu fondasi utama pembangunan nasional.
“Program MBG merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan. Inilah salah satu cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto yang telah disampaikan sejak lama,” jelas Gubernur Mirza.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa MBG tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga dirancang sebagai instrumen pemerataan ekonomi. Melalui keberadaan dapur MBG di desa-desa, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat rantai pasok lokal, serta melibatkan petani, peternak, pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan berbagai pihak lainnya.

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menilai Lampung menjadi salah satu daerah yang sangat membutuhkan keberlanjutan program MBG. Hal itu didasarkan pada sejumlah indikator pembangunan yang masih perlu ditingkatkan, seperti konsumsi protein masyarakat, indeks pembangunan manusia (IPM), dan angka kemiskinan.

Menurunya, Lampung merupakan salah satu daerah penghasil protein terbesar di Indonesia dengan komoditas unggulan seperti ayam, telur, ikan, dan jagung. Namun, tingkat konsumsi protein masyarakat masih tergolong rendah.
“Konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada di lima terbawah secara nasional. Padahal kita merupakan daerah penghasil protein. Kondisi ini berpengaruh terhadap kualitas SDM dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari itu, Gubernur Mirza meminta seluruh pengelola dapur MBG, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra, serta pemasok untuk menjalankan program dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.
“Jalankan program ini dengan niat yang tulus. Anggap anak-anak penerima manfaat sebagai anak-anak kita sendiri. Jangan semata-mata berorientasi pada keuntungan,” tegasnya.
Gubernur juga meminta pengawasan terhadap pelaksanaan MBG diperketat, mulai dari kualitas makanan, kebersihan dapur, tata kelola keuangan, hingga transparansi pelaksanaan program.

Ia juga mendorong agar seluruh dapur MBG di Lampung memperkuat kerja sama dengan BUMDes, petani, peternak, dan UMKM setempat.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, akan terus mengawal integrasi antara dapur MBG dan BUMDes agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras menjelaskan bahwa APPMBGI dibentuk sebagai wadah kolaborasi nasional yang bertujuan mendorong standarisasi pelaksanaan MBG sekaligus mengawal implementasi kebijakan pemerintah.

Menurutnya, saat ini kepengurusan APPMBGI telah terbentuk di 38 provinsi dan sekitar 160 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“APPMBGI bukan organisasi yang berorientasi pada jual beli atau kepentingan kelompok tertentu. Kami hadir untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar dan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Abdul Rivai menjelaskan bahwa APPMBGI telah membangun MBG Command and Control Center yang berfungsi memantau pelaksanaan program secara real time, termasuk aspek keamanan pangan (food safety), ketahanan pangan (food security), serta rantai pasok bahan baku.

Selain itu, APPMBGI juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk mendukung penyediaan bahan pangan bagi dapur-dapur MBG di berbagai daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung menegaskan bahwa pelaksanaan MBG harus terus dibenahi agar berjalan lebih baik dan profesional.

Ia menekankan bahwa berbagai persoalan yang berpotensi merugikan masyarakat, termasuk kasus keracunan makanan, tidak boleh lagi terjadi.

“Sudah saatnya seluruh pihak siap menjalankannya dengan lebih baik. Jika masih terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat, termasuk kasus keracunan, tentu tidak bisa ditoleransi dan akan ditindak sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Kajati menambahkan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan, pemenuhan standar gizi, serta tata kelola program harus dilakukan secara konsisten agar tujuan utama MBG dapat tercapai secara optimal. (lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Pemprov Lampung Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Korpri
Sekda Lampung Marindo Kurniawan Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Pemprov Lampung Dorong Deteksi Dini untuk Perkuat Penanganan Kanker
Pemprov Lampung Genjot Pertanian Modern, Produktivitas dan Pendapatan Petani Didorong Naik
“Desaku Maju”, Strategi Pemprov Lampung Kembangkan Potensi Desa di Lampung Barat
Sekda Marindo Hadiri Paripurna DPRD Lampung Bahas Propemperda 2027
Hadapi Era Digital, Wagub Jihan Nurlela Tekankan Pentingnya Mindset Adaptif
Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Kriya Lampung, Batin Wulan Dorong Produk Lokal Mendunia

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Pemprov Lampung Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Korpri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Sekda Lampung Marindo Kurniawan Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Lampung Dorong Deteksi Dini untuk Perkuat Penanganan Kanker

Rabu, 30 September 2026 - 13:56 WIB

Pemprov Lampung Genjot Pertanian Modern, Produktivitas dan Pendapatan Petani Didorong Naik

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

“Desaku Maju”, Strategi Pemprov Lampung Kembangkan Potensi Desa di Lampung Barat

Berita Terbaru