Udara Jakarta Kembali Memburuk Seiring Arus Balik Lebaran

JABAROKENEWS.COM, Jakarta — Kualitas udara di Ibu Kota kembali memburuk dan masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, seiring meningkatnya aktivitas warga usai arus balik Lebaran 2026.

Berdasarkan data pemantauan IQAir pada pukul 06.00 WIB, Jakarta menempati peringkat ketujuh kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Indeks kualitas udara (AQI) tercatat berada di angka 159, didominasi polutan partikulat halus PM2,5 yang masuk kategori tidak sehat.

Dalam daftar tersebut, Delhi menempati posisi terburuk dengan AQI 198. Disusul Chiang Mai di peringkat kedua dengan AQI 183, dan Dhaka di posisi ketiga dengan AQI 174.

Partikel PM2,5 merupakan polutan berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikrometer, yang berasal dari debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini berisiko memicu gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit jantung dan paru-paru kronis hingga kematian dini.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, serta menjaga kualitas udara dalam ruangan dengan menutup jendela dan menggunakan penyaring udara.

Lonjakan polusi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya mobilitas kendaraan usai mudik. PT Jasa Marga sebelumnya memproyeksikan sebanyak 285.000 kendaraan kembali ke Jakarta pada puncak arus balik gelombang kedua, yakni 28–29 Maret 2026.

Kepadatan lalu lintas diperkirakan memuncak pada 29 Maret apabila pergerakan kendaraan sebelum periode puncak berlangsung relatif landai. Kondisi ini dinilai berpotensi memperburuk kualitas udara di wilayah perkotaan, terutama akibat emisi kendaraan bermotor yang meningkat signifikan. (ihd)