Wamendagri Bima Arya Bahas Kriteria Pemimpin di Leader Forum Jakarta”

Selasa, 18 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan tiga kriteria yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin diibaratkan sebagai konduktor yang selayaknya bekerja dengan sepenuh hati.

Hal ini ditegaskan Bima saat menjadi narasumber dalam acara Leader Forum Jakarta dengan tema “Membangun Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang Berkualitas Menuju Kota Global”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/2/2025).

“Jadi Bapak/Ibu sejatinya memimpin adalah ibarat konduktor. Konduktor harus bertopang pada tiga skill, kompetensi, seni, dan juga intuisi,” katanya.

Bima menerangkan, pemimpin harus memiliki kompetensi, sehingga dapat memahami risiko dari arah kebijakan yang diambil. “Pemimpin yang punya kompetensi adalah mereka bisa menyatakan dengan tegas, saya akan bawa kota ini ke mana, saya akan bawa dengan cara seperti apa, jalannya lewat mana, dan saya akan turun pimpin langsung,” ujarnya.

Selain kompetensi, Bima juga menyampaikan seorang pemimpin harus memiliki seni, agar roda pemerintahan dapat bekerja dengan baik. Hal ini terutama dalam memadukan antara ketegasan dan kasih sayang. “Saya belajar banyak bagaimana memadukan antara ketegasan dan kasih sayang. Karena kasih sayang tanpa ketegasan itu lemah. Tapi sebaliknya, ketegasan tanpa kasih sayang adalah kezaliman,” tambahnya.

Bima mengatakan, ketegasan dalam kepemimpinan adalah hal yang wajib dimiliki. Dirinya mencontohkan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin adalah sosok yang patut ditiru dalam hal ketegasan dan keberanian. Bima menilai, Ali adalah figur yang legendaris. “Tidak ada habis-habisnya cerita tentang ketegasan beliau,” ungkapnya.

Tidak cukup dengan seni dan kompetensi, Bima mengungkapkan pemimpin juga harus memiliki intuisi. Dengan demikian, semua kebijakan di pemerintahan dapat berjalan selaras dan sinergi. “Ketiga, harus ada intuisinya. Kalau tidak punya seni, maka tidak akan ada harmoni. Kalau tidak ada intuisi, juga tidak akan sinergi,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bima mengapresiasi kinerja Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi. Menurutnya, Teguh merupakan sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas. “Terima kasih atas segala kerja keras Bapak. Walaupun sebentar [menjabat], mudah-mudahan bisa nanti dilanjutkan oleh Pak Gubernur baru,” pungkasnya. (wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Tito Dorong Penguatan Infrastruktur di Wilayah Perbatasan Malinau
Lampung Raih Penghargaan KPK Berkat Penguatan Pendidikan Antikorupsi
Satgas PRR: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Kembali Pulih Total
Pemulihan Pascabencana Berjalan, Satgas PRR Dorong Ekonomi Masyarakat Sumatera Kembali Bangkit
Harga Pangan Jadi Perhatian, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Lantik Sejumlah Pejabat, Mendagri Dorong Rotasi untuk Perkuat Kinerja Organisasi
PVN 2026 Batch 6 Dibuka, Kemnaker Dorong Masyarakat Tingkatkan Kompetensi
Menaker Kunjungi Peserta TIH, Dorong Produk Unggulan Naik Kelas

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Lampung Raih Penghargaan KPK Berkat Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Satgas PRR: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Kembali Pulih Total

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Pemulihan Pascabencana Berjalan, Satgas PRR Dorong Ekonomi Masyarakat Sumatera Kembali Bangkit

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Harga Pangan Jadi Perhatian, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Lantik Sejumlah Pejabat, Mendagri Dorong Rotasi untuk Perkuat Kinerja Organisasi

Berita Terbaru