Semangat Tiga Loyalis Megawati Abadi Jadi Teladan Kader PDI Perjuangan
JABAROKENEWS.COM, JOGJA – Megawati Soekarnoputri mengenang tiga loyalis yang tetap setia mendampinginya melewati berbagai ujian politik, bahkan ketika tekanan besar menghantam perjuangan partai ideologis.
“Ada orang yang bertahan bersama saya, tetapi tidak sedikit pula yang pergi tanpa permisi,” menjadi gambaran perjalanan panjang penuh dinamika tersebut.
Tiga nama yang dikenang adalah Alex Litaay, Mangara Siahaan, dan Jacob Nuwa Wea, tokoh yang dinilai mengabdikan hidupnya bagi perjuangan partai.
Ketiganya wafat pada 2016, ketika PDI Perjuangan berada dalam posisi berkuasa setelah memenangkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 secara nasional.
“Mereka tidak hanya ada dalam sejarah hidup saya, namun juga tokoh-tokoh yang berjuang mempertahankan partai ini sebagai partai ideologis,” ujar Megawati.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-44 PDI Perjuangan pada 10 Januari 2017 di hadapan kader partai.
Alex Litaay dikenal sebagai Sekretaris Jenderal PDI periode 1993–1998, kemudian melanjutkan jabatan sama di PDI Perjuangan sepanjang 1998 hingga 2003.
Menurut berbagai catatan perjuangan partai, Alex bergabung sejak awal 1990-an dan dikenal sebagai loyalis yang tidak meninggalkan Megawati dalam situasi sulit.
Pada masa Orde Baru, Alex pernah diculik selama sepuluh hari dan disebut menerima berbagai tawaran kekuasaan maupun materi untuk berpaling.
“Namun saya memilih tetap setia,” menjadi sikap yang selama ini dilekatkan kepada perjuangan Alex dalam mempertahankan komitmennya terhadap kepemimpinan Megawati.
Mangara Siahaan bergabung dengan PDI sejak 1986 serta menjadi saksi berbagai fase penting perjalanan politik Megawati menghadapi tekanan rezim Orde Baru.
Ia disebut mendampingi Megawati menemui tokoh-tokoh PNI menjelang bergabung ke PDI pada 1987 serta mengawal konsolidasi organisasi hingga pelosok Indonesia.
Jacob Nuwa Wea telah berkiprah sejak era PNI, kemudian melanjutkan pengabdian melalui PDI hingga PDI Perjuangan dalam berbagai jenjang kepengurusan partai.
Sebagai aktivis buruh, Jacob dikenal aktif mengadvokasi kepentingan pekerja sebelum dipercaya menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2001 hingga 2004.
Selain ketiganya, Megawati juga kerap mengenang tokoh lain seperti Soetardjo Soerjogoeritno, Sutjipto, Theo Syafei, Sabam Sirait, serta kader senior lainnya.
Namun, Alex Litaay, Mangara Siahaan, dan Jacob Nuwa Wea memiliki makna tersendiri karena seluruhnya berpulang pada tahun 2016 dalam rentang berdekatan.
Bagi Megawati, “kesetiaan, pengorbanan, dan konsistensi mereka menjadi bagian penting sejarah perjuangan partai” yang terus dikenang serta diwariskan kepada generasi kader.(ady)

