Tekan Risiko Pencemaran, Hasto Serukan Aksi Nyata Kolaborasi Warga Jaga Sungai Code
JABAROKENEWS.COM, JOGJA – Peringatan Hari Sungai Nasional 2026 di Taman Perwira Bendung Surokarsan berlangsung semarak, menghadirkan semangat gotong royong menjaga Sungai Code bersama masyarakat luas seluruhnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta menggandeng komunitas peduli sungai, TNI AU, mahasiswa, pegiat lingkungan, serta warga membangun kepedulian terhadap kelestarian sungai berkelanjutan bersama.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyerahkan koloni lebah madu lanceng kepada Ketua Komunitas Peduli Sungai Bendung Surokarsan, Sodiq Ridwanto, sebagai simbol pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Hasto menyerahkan bibit tanaman air mata pengantin kepada lima kelurahan guna memperkuat penghijauan bantaran Sungai Code sekaligus mendukung ekosistem alami.
Kelima kelurahan penerima bibit meliputi Prawirodirjan, Ngupasan, Wirogunan, Keparakan, serta Brontokusuman yang diharapkan menjadi pelopor pelestarian sungai berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan penanaman tanaman air mata pengantin, pelepasan benih ikan wader serta tawes, disertai penuangan ekoenzim menjaga kualitas air sungai.
Hasto menegaskan Hari Sungai Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat kesadaran kolektif melindungi sumber kehidupan masyarakat secara berkelanjutan bersama.
“Hari Sungai Nasional harus kita manfaatkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa sungai adalah sumber kehidupan,” tegas Hasto di hadapan peserta kegiatan.
“Sungai menahan air hujan, menjadi habitat makhluk hidup, menyediakan ikan, sekaligus membantu mencegah banjir. Menjaga sungai tanggung jawab bersama,” ujarnya lagi.
Hasto mengakui persoalan sampah masih membayangi sungai perkotaan sehingga membutuhkan perubahan budaya masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar bersama.
“Kita tidak perlu malu mengakui sungai kita masih dipenuhi sampah. Pendidikan tinggi tidak berarti jika masih membuang sampah,” katanya.
“Sungai yang bersih lahir dari kesadaran bersama,” lanjut Hasto, seraya mengajak seluruh warga menjadikan kebersihan sungai sebagai budaya kehidupan sehari-hari bersama.
Menurut Hasto, tanaman air mata pengantin dipilih karena menghasilkan nektar yang sangat disukai lebah lanceng sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan potensi ekonomi warga.
“Tanaman ini bukan hanya mempercantik sungai, tetapi juga memberi manfaat ekonomi. Madu lebah lanceng di Sungai Code sudah berhasil dipanen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, menjaga sungai berarti melindungi kesehatan masyarakat karena pencemaran air berdampak terhadap kualitas lingkungan serta berpotensi memicu berbagai penyakit termasuk stunting anak.
Ketua LPKPK DIY, Sarmidi, menegaskan organisasinya mendukung Program Kali Bersih melalui edukasi, pengawasan, serta penguatan budaya mencintai sungai di berbagai kelurahan Yogyakarta.
“Kami ingin membangun budaya masyarakat mencintai, menjaga, merawat, dan berkarya di sungai agar sampah berkurang serta Sungai Code berkembang menjadi wisata lingkungan,” pungkasnya.(waw)

