WJNC 2026 Hadirkan Dewa Gana Kalajaya sebagai Tema Utama
JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Tahun ini, WJNC mengangkat tema Dewa Gana Kalajaya, sosok Ganesha yang merepresentasikan pengetahuan, kebijaksanaan, dan kecerdasan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan, pemilihan tema tersebut selaras dengan identitas Yogyakarta sebagai kota pendidikan sekaligus bagian dari upaya memperkuat karakter dan jati diri Kota Yogyakarta.
“Dewa Gana Kalajaya itu Ganesha yang melambangkan pengetahuan, kebijaksanaan, dan kepandaian. Ini sesuai dengan brand Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Lucia dalam Jumpa Pers Bersama Wali Kota Yogyakarta bertema Rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta, Senin (7/9/2026).
WJNC akan digelar pada (7/10/26), mulai pukul (19.30 – 22.00 WIB) Gelaran tersebut menjadi ruang bagi 14 kemantren di Kota Yogyakarta untuk menampilkan potensi budaya dan kekuatan masyarakat melalui pawai budaya malam hari.
Masing-masing kemantren akan membawa tema dan kekhasan tersendiri, namun tetap berada dalam satu tema besar WJNC. Penampilan tersebut diharapkan dapat menggambarkan keberagaman sekaligus kekuatan pemberdayaan masyarakat di Kota Yogyakarta.
Menurut Lucia, rangkaian kegiatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta tidak hanya berorientasi pada satu kegiatan utama. Pemerintah Kota Yogyakarta ingin menghadirkan rangkaian kegiatan yang saling terhubung dan melibatkan masyarakat serta berbagai komunitas.
Sebelum pelaksanaan WJNC, rangkaian kegiatan akan diawali dengan aktivasi komunitas dan pemerintah daerah yang berpartisipasi dalam pawai budaya pada (6/10/26) mulai pukul 14.00 WIB.
Berbagai potensi yang dimiliki masyarakat juga akan diangkat dalam rangkaian pawai tersebut. Potensi budaya, ekonomi, hingga kreativitas masyarakat akan menjadi bagian dari perhelatan HUT Kota Yogyakarta.
“Potensi yang digelar menggambarkan kekuatan masyarakat. Jadi, autentik dan konkret,” jelasnya.
Lucia menambahkan, keterlibatan masyarakat juga diperkuat melalui kegiatan aktivasi potensi di berbagai wilayah Kota Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama masyarakat akan mengangkat berbagai potensi lokal yang nantinya dapat terhubung dengan rangkaian pawai budaya.
Tidak hanya budaya dan ekonomi, aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pawai. Pemerintah Kota Yogyakarta akan mendorong penerapan pengelolaan sampah dan konsep daur ulang dalam Pawai 14 Kemantren.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan pesan mengenai pengelolaan lingkungan.
“Sampah kalau kita kelola dengan baik, itu akan menjadi berkah,” kata Lucia.
Melalui WJNC dan rangkaian HUT ke-270, Pemkot Yogyakarta ingin menunjukkan bahwa kekuatan kota tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat, komunitas, serta berbagai potensi yang tumbuh di setiap wilayah.
Semangat tersebut sekaligus menjadi upaya menerjemahkan filosofi “Otentik Konkret”, yakni menghadirkan identitas dan kekhasan Kota Yogyakarta dalam bentuk kegiatan nyata yang dapat dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan melibatkan 14 kemantren, komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai unsur masyarakat, WJNC diharapkan menjadi ruang bersama untuk merayakan ulang tahun Kota Yogyakarta sekaligus memperlihatkan keberagaman potensi yang dimiliki kota kepada masyarakat dan wisatawan. (Aga)

