Syauqi Tekankan Nilai Pancasila sebagai Fondasi Resiliensi Relawan MDMC

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman – Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno mengajak relawan memperkuat resiliensi masyarakat dengan Pancasila sebagai fondasi utama menghadapi bencana bersama secara nyata.

Ajakan itu disampaikan Syauqi saat menjadi narasumber Rakernas Muhammadiyah Disaster Management Center MDMC di Sleman, Sabtu (13/9/2026), di hadapan ratusan peserta.

Rakernas berlangsung di BBPPMPV Seni dan Budaya Kabupaten Sleman, menghadirkan pimpinan MDMC serta relawan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia secara nasional dalam forum tersebut.

Forum tersebut menjadi momentum strategis memperkuat sinergi gerakan resiliensi kebencanaan Muhammadiyah, sekaligus mempertemukan pengalaman relawan dari berbagai daerah Indonesia untuk berkolaborasi secara nyata.

Syauqi membawakan materi Membangun Kolaborasi Berbasis Nilai Pancasila dalam Resiliensi Bencana di hadapan ratusan peserta yang mewakili penjuru nusantara secara langsung bersama relawan.

Menurut Syauqi, ketangguhan menghadapi bencana tidak cukup mengandalkan teknologi, peralatan, dan pendekatan teknis, tetapi membutuhkan kekuatan nilai kebangsaan yang kokoh dan berkelanjutan bersama.

“Keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber energi terbesar yang menggerakkan para relawan dan masyarakat untuk bangkit serta bersatu,” ujarnya kepada peserta.

Ia menilai sila pertama memberikan landasan spiritual berupa ketabahan, keikhlasan, dan kepasrahan kepada Tuhan ketika masyarakat menghadapi berbagai musibah bencana bersama masyarakat luas.

Syauqi kemudian menyoroti sila kedua dan ketiga sebagai kekuatan yang saling menopang dalam membangun kolaborasi resiliensi masyarakat secara solid bersama lintas daerah Indonesia.

“Nilai kemanusiaan mengajarkan kita bahwa musibah saudara adalah tanggung jawab bersama, tanpa memedulikan asal, agama, maupun latar budaya,” tegas Syauqi dalam forum nasional.

Menurutnya, kepedulian terhadap sesama akan melahirkan persatuan, terutama ketika masyarakat bergerak bersama menghadapi ancaman bencana yang datang tanpa mengenal perbedaan dan batas wilayah.

“Bangsa yang kuat ialah bangsa yang warganya saling menopang dalam semangat gotong royong ketika badai datang,” kata Syauqi kepada para relawan Muhammadiyah Indonesia.

Syauqi juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di setiap daerah dengan memadukan kearifan lokal dan kesukarelawanan sebagai kekuatan menghadapi bencana secara berkelanjutan bersama masyarakat.

“Gotong royong dan kepedulian sosial dalam Pancasila adalah fondasi utama resiliensi bangsa menghadapi berbagai ancaman bencana,” ujarnya menegaskan kembali kepada seluruh peserta Indonesia.

Menurut Syauqi, kolaborasi lintas sektor harus melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, serta relawan dengan semangat kebersamaan dan kemanusiaan untuk kepentingan masyarakat.

“Kolaborasi harus dilandasi semangat kebersamaan dan rasa kemanusiaan,” ujarnya, menekankan pentingnya menghapus sekat kepentingan saat penanggulangan bencana berlangsung secara terpadu dan cepat bersama.

Syauqi menyebut Muhammadiyah melalui MDMC telah menunjukkan contoh nyata penerjemahan nilai Pancasila menjadi gerakan kemanusiaan terorganisir, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.

“MDMC membuktikan nilai kebangsaan dapat bergerak menjadi aksi kemanusiaan yang terorganisir dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya kepada peserta Rakernas nasional.

Rakernas MDMC diharapkan semakin menguatkan sinergi pimpinan dan relawan Muhammadiyah dalam membangun masyarakat tangguh menghadapi ancaman bencana di berbagai daerah Indonesia secara berkelanjutan.

Dengan Pancasila sebagai kompas nilai, Syauqi mendorong relawan menjaga semangat pengabdian, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana bersama.(waw)

Berita Terkait

HUT ke-56, Budi Santosa Ajak Jajaran Pemkot Yogyakarta Bekerja Kompak dan Nyata
Proyek Sekolah di Rejowinangun Timbulkan Masalah, Empat Motor Warga Terkena Cor
Kasus Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman, Kuasa Hukum Desak Polisi Segera Bertindak
Densus 88 Edukasi 70 Kepala Sekolah Gunungkidul tentang Bahaya IRET
HUT ke-56 Sekda Budi Santosa, Semangat Kebersamaan Jadi Penguat Pelayanan Publik
Piala Panglima TNI 2026, Danrem 072/Pamungkas Tekankan Sportivitas dan Prestasi
Perkuat Skuad Muda, PS Condongcatur Optimistis Rebut Juara Liga Sleman
Tragedi Menuju Stadion, Dua Suporter PSS Sleman Kehilangan Nyawa

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:28 WIB

HUT ke-56, Budi Santosa Ajak Jajaran Pemkot Yogyakarta Bekerja Kompak dan Nyata

Rabu, 16 September 2026 - 08:21 WIB

Syauqi Tekankan Nilai Pancasila sebagai Fondasi Resiliensi Relawan MDMC

Rabu, 16 September 2026 - 08:17 WIB

Proyek Sekolah di Rejowinangun Timbulkan Masalah, Empat Motor Warga Terkena Cor

Rabu, 16 September 2026 - 08:09 WIB

Kasus Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman, Kuasa Hukum Desak Polisi Segera Bertindak

Selasa, 15 September 2026 - 13:27 WIB

HUT ke-56 Sekda Budi Santosa, Semangat Kebersamaan Jadi Penguat Pelayanan Publik

Berita Terbaru