Teater Boneka Prancis Hadir di Yogyakarta, Suguhkan Kisah Persahabatan Lintas Budaya

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman– Grup teater boneka Prancis Succursale 101 membawa kisah persahabatan penuh warna melalui tur Indonesia pada Oktober 2026 mendatang untuk publik nasional.
‎
Pertunjukan Little Blue and Little Yellow dijadwalkan menyambangi Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya dalam rangkaian pertunjukan serta lokakarya seni bagi masyarakat sepanjang perjalanan.
‎
Tur berlangsung 7 hingga 21 Oktober 2026, diselenggarakan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bersama Institut français d’Indonésie atau IFI untuk Indonesia tahun ini.
‎
Pertunjukan ini terinspirasi buku bergambar karya penulis sekaligus ilustrator Italia Léo Lionni yang dikenal menghadirkan cerita sederhana namun bermakna bagi anak untuk penonton.
‎
Kisah Little Blue and Little Yellow berpusat pada dua sahabat berwarna-warni yang gemar bermain dan selalu menikmati kebersamaan mereka setiap hari bersama erat.
‎
Suatu hari, keduanya berpelukan sangat erat hingga berubah menjadi hijau, membuat mereka menghadapi persoalan identitas ketika pulang ke rumah masing-masing bersama keluarga mereka.
‎
Orang tua mereka tidak lagi mengenali keduanya karena warna asli telah berubah, menghadirkan cerita tentang perbedaan, penerimaan, dan persahabatan yang universal bagi semua.
‎
Melalui bentuk sederhana dan warna ceria, pertunjukan mengajak penonton memahami identitas, perbedaan, penerimaan, serta arti persahabatan dalam kehidupan sehari-hari secara menyenangkan kepada penonton.
‎
Produksi berdurasi 30 menit itu dirancang untuk semua usia dan sepenuhnya dipentaskan menggunakan bahasa Indonesia agar mudah dinikmati penonton lokal tanpa hambatan Indonesia.
‎
Pertunjukan tersebut menunjukkan bagaimana boneka dapat menciptakan dialog lintas bahasa dan budaya tanpa kehilangan kekuatan visual serta emosional ceritanya yang kuat melalui boneka.
‎
Tur dimulai di Yogyakarta pada 9 Oktober sebagai bagian Pesta Boneka, biennale teater wayang internasional dan independen Indonesia yang bergengsi dan meriah tersebut.
‎
Succursale 101 tampil Jumat, 9 Oktober pukul 14.00 di Studio Theatre, Kampoeng Media, sekaligus mengikuti program When Puppeteers Cook bersama seniman dan berbagi.
‎
Program When Puppeteers Cook mempertemukan para dalang untuk meninggalkan panggung sejenak, memasak bersama, dan berbagi cita rasa dari daerah masing-masing dalam suasana akrab.
‎
Setelah Yogyakarta, pertunjukan berlanjut ke Jakarta pada 15 Oktober melalui Pesta Boneka on Wheels di Blackbox Theatre Komunitas Salihara Jakarta untuk penonton antusias.
‎
Selanjutnya, rombongan dijadwalkan tampil di IFI Bandung pada 17 Oktober, kemudian Universitas Kristen Petra atau PCU Surabaya pada 20 Oktober mendatang sesuai jadwal.
‎
Selain pertunjukan, puppeteer Emily Evans memimpin lokakarya bagi 30 mahasiswa ISI Yogyakarta jurusan teater pada Senin, 12 Oktober mendatang di Yogyakarta bersama pula.
‎
Lokakarya berlangsung pukul 14.00 hingga 18.00 dengan materi pembuatan serta manipulasi boneka kertas menggunakan teknik yang terinspirasi bunraku untuk peserta mahasiswa dan seniman.
‎
Teknik tersebut mengenalkan cara menggerakkan boneka berukuran asli menggunakan beberapa pemain, sekaligus mendorong eksperimen artistik bagi generasi seniman Indonesia secara langsung dan kreatif.
‎
Pada akhir kegiatan, peserta akan menampilkan karya mereka kepada khalayak umum sebagai bagian pertukaran praktik dan pengalaman artistik yang terbuka bersama penonton Indonesia.
‎
Tur ini didukung Kedutaan Besar Prancis, IFI, serta Programme International de Diffusion Artistique atau PIDA dari Institut français de Paris secara resmi bersama.
‎
Kerja sama tersebut sejalan Deklarasi Borobudur tentang Strategi Budaya Bersama, diadopsi Presiden Emmanuel Macron dan Prabowo Subianto pada Mei 2025 untuk memperkuat kemitraan.
‎
Succursale 101 didirikan Angélique Friant pada 2006 di Reims, mengeksplorasi wayang kontemporer melalui teater, tari, topeng, musik, boneka, dan objek pertunjukan kedua negara.(ady)

Berita Terkait

Wisuda 176 Lulusan, Rektor UWM Dorong Alumni Adaptif dan Melek Teknologi
WJNC 2026 Berakhir, Petugas Kebersihan Kembalikan Malioboro ke Kondisi Bersih
Malioboro Bergemuruh, WJNC 2026 Hadirkan Spektakel Budaya Nusantara
HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KAWAL Indonesia Serukan Gerakan Rawat Budaya dan Kebersihan
Talenta Muda Dapat Panggung, Presidenmusikindo Kolaborasi dengan Aldi Taher di Dua Kota
Wali Kota Yogyakarta Beli Helm Kustomfest Hasil Lelang Rp20 Juta
Malam Berbagi Jogja Kumpulkan Donasi Rp909 Juta, Bantu Warga Lewat Bedah Rumah dan Pendidikan
Pemkab Sleman Perkuat Komitmen Cegah Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Radikalisme

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Teater Boneka Prancis Hadir di Yogyakarta, Suguhkan Kisah Persahabatan Lintas Budaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

WJNC 2026 Berakhir, Petugas Kebersihan Kembalikan Malioboro ke Kondisi Bersih

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Malioboro Bergemuruh, WJNC 2026 Hadirkan Spektakel Budaya Nusantara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:17 WIB

HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KAWAL Indonesia Serukan Gerakan Rawat Budaya dan Kebersihan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Talenta Muda Dapat Panggung, Presidenmusikindo Kolaborasi dengan Aldi Taher di Dua Kota

Berita Terbaru