Pelaku UMKM Terdampak Bencana dan Pandemi Datangi BRI, Minta Solusi Pembayaran

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, ‎JOGJA – Komunitas UMKM Mardi Gesang mendatangi BRI menyampaikan aspirasi terkait persoalan aset pelaku usaha yang terdampak bencana dan pandemi COVID-19 di kantor BRI Jl. Cik Di Tiro, Kamis (8/10/2026).
‎
‎Mereka meminta BRI membuka komunikasi dan memberikan solusi terhadap nasabah UMKM yang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran akibat kondisi tersebut.
‎
‎Perwakilan komunitas, Waljito, menegaskan kedatangan mereka bukan untuk mencari keributan, melainkan menyampaikan aspirasi serta meminta keadilan bagi pelaku UMKM.
‎
‎“Hari ini kami datang bukan untuk mencari keributan, tetapi untuk menyampaikan aspirasi dan meminta keadilan,” kata Waljito.
‎
‎Menurutnya, gempa Yogyakarta 2006 dan pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk keberlangsungan usaha mikro, kecil, menengah.
‎
‎“Banyak UMKM kehilangan penghasilan sehingga mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran,” ujar Waljito saat menyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak BRI.
‎
‎Ia meminta BRI melihat persoalan tersebut secara objektif dan manusiawi, terutama terhadap masyarakat yang masih menunjukkan itikad baik menyelesaikan kewajibannya.
‎
‎“Jangan sampai masyarakat baru mengetahui ketika sudah menerima somasi atau ketika asetnya telah masuk proses lelang,” tegas Waljito.
‎
‎Menurut Waljito, komunikasi sejak awal penting dilakukan agar nasabah memahami kondisi kewajibannya serta memperoleh kesempatan mencari penyelesaian yang memungkinkan.
‎
‎Ia juga meminta BRI melakukan review terhadap aset masyarakat terdampak, sekaligus mengevaluasi proses penagihan maupun tahapan lelang yang berjalan.
‎
‎“Kami meminta BRI melakukan review terhadap aset masyarakat terdampak dan mengevaluasi proses penagihan serta lelang,” kata Waljito.
‎
‎Selain evaluasi, komunitas UMKM Mardi Gesang meminta ruang penyelesaian melalui musyawarah dan restrukturisasi agar nasabah dapat kembali memenuhi kewajibannya secara bertahap.
‎
‎“Kami datang dengan itikad baik dan meminta BRI juga menunjukkan itikad baik,” ujar Waljito menyampaikan tuntutan komunitas UMKM Mardi Gesang.
‎
‎Waljito mengatakan mereka tetap menunggu pihak BRI memberikan penjelasan langsung mengenai persoalan yang menjadi perhatian para pelaku UMKM tersebut.
‎
‎“Kami akan tetap menunggu di sini dan meminta pimpinan BRI turun menemui serta memberikan penjelasan kepada kami,” katanya.
‎
‎Anggota Komunitas UMKM Mardi Gesang, Endang, turut mempertanyakan proses pelelangan aset yang menurutnya berlangsung tanpa komunikasi yang dianggap cukup kepada nasabah.
‎
‎“Kami ingin bertanya kepada pihak BRI, mengapa aset kami bisa dilelang tanpa sepengetahuan dan komunikasi yang jelas?” kata Endang.
‎
‎Endang menegaskan persoalan tersebut bukan berarti para pelaku UMKM tidak memiliki kemauan untuk membayar kewajiban kepada pihak perbankan.
‎
‎“Kami bukan tidak mau membayar. Kami membutuhkan solusi dan pendampingan, bukan hanya penagihan,” tegas Endang dalam orasinya.
‎
‎Ia berharap BRI menunjukkan komitmen kepada pelaku UMKM melalui komunikasi terbuka serta penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan bersama para nasabah.
‎
‎“Kami meminta BRI membuka komunikasi dan memberikan solusi yang adil serta manusiawi,” ujar Endang mewakili aspirasi komunitas UMKM Mardi Gesang.
‎
‎Komunitas berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog, sehingga kepentingan nasabah terdampak dan kewajiban perbankan dapat menemukan titik temu.
‎
‎Aspirasi itu disampaikan sebagai upaya memperoleh penyelesaian yang dinilai lebih terbuka, manusiawi, serta mempertimbangkan kondisi pelaku UMKM terdampak bencana.
‎
‎Hingga aspirasi disampaikan, komunitas UMKM Mardi Gesang menunggu penjelasan pihak BRI terkait persoalan aset, penagihan, pelelangan, dan kemungkinan restrukturisasi kewajiban nasabah.(waw)

Berita Terkait

WJNC ke-10 Digelar Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Jalanan Yogyakarta
Seni Budaya Nusantara Semarakkan Gelaran Nuswantoro Pra-WJNC 2026
Hadapi Musim Hujan, Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Infrastruktur Pengendali Banjir
Teater Boneka Prancis Hadir di Yogyakarta, Suguhkan Kisah Persahabatan Lintas Budaya
Wisuda 176 Lulusan, Rektor UWM Dorong Alumni Adaptif dan Melek Teknologi
WJNC 2026 Berakhir, Petugas Kebersihan Kembalikan Malioboro ke Kondisi Bersih
Malioboro Bergemuruh, WJNC 2026 Hadirkan Spektakel Budaya Nusantara
HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KAWAL Indonesia Serukan Gerakan Rawat Budaya dan Kebersihan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:01 WIB

WJNC ke-10 Digelar Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Jalanan Yogyakarta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Seni Budaya Nusantara Semarakkan Gelaran Nuswantoro Pra-WJNC 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Hadapi Musim Hujan, Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Infrastruktur Pengendali Banjir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pelaku UMKM Terdampak Bencana dan Pandemi Datangi BRI, Minta Solusi Pembayaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Teater Boneka Prancis Hadir di Yogyakarta, Suguhkan Kisah Persahabatan Lintas Budaya

Berita Terbaru