Perkuat Ketahanan Pangan Antarwilayah, Pemkab Sleman dan Magelang Berkolaborasi Meredam Inflasi

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Magelang memperkuat sinergi antardaerah untuk menekan inflasi, menjaga pasokan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama strategis lima tahun.
‎
Kesepakatan tersebut ditandatangani Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Magelang Sahid di Pendopo Parasamya, Kantor Setda Sleman, Selasa (13/10/2026).
‎
Kerja sama ini menjadi langkah konkret kedua daerah menghadapi tantangan ekonomi, terutama fluktuasi harga komoditas pertanian yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
‎
Harda Kiswaya menegaskan, gabah dan cabai menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di kedua wilayah akibat perubahan harga dan gangguan musim.
‎
“Kita ingin memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, terutama ketika salah satu daerah mengalami defisit produksi,” ujar Harda dalam sambutannya.
‎
Menurutnya, kolaborasi antardaerah diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi produksi wilayah masing-masing.
‎
Harda menekankan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan, melainkan harus menghasilkan manfaat nyata bagi petani, pedagang, pelaku usaha, dan konsumen.
‎
“Kita ingin membangun hubungan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli sesaat,” tegas Harda saat menjelaskan tujuan kerja sama.
‎
Ia berharap kemitraan tersebut mampu menciptakan rantai pasokan yang lebih pasti, berkesinambungan, dan saling menguntungkan bagi masyarakat kedua daerah.
‎
Semangat kearifan lokal Gendhon Rukun juga menjadi landasan kolaborasi, dengan mengedepankan kebersamaan, kerukunan, serta keselarasan dalam mengelola potensi masing-masing wilayah.
‎
Harda menilai perbedaan potensi antardaerah seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan hambatan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
‎
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid mengungkapkan, kerja sama antarpelaku usaha kedua daerah sebenarnya telah berjalan secara nyata sejak 2023.
‎
Salah satu bentuknya berupa pasokan gabah padi organik dari Gapoktan Sidomulyo Sleman kepada Kelompok Tani Mudi Makmur di Kabupaten Magelang.
‎
Selain itu, kedua daerah juga telah mengembangkan kolaborasi antarsimpul komoditas cabai untuk mendukung kelancaran distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan.
‎
“Kedekatan geografis dan karakteristik agroklimat yang serupa memberikan efisiensi logistik yang luar biasa,” jelas Sahid mengenai keuntungan kerja sama tersebut.
‎
Menurut Sahid, jarak distribusi yang relatif dekat dapat membantu menekan biaya transportasi sekaligus mengurangi risiko kerusakan komoditas pangan selama pengiriman.
‎
Ia menyebut penandatanganan kesepakatan menjadi komitmen formal sekaligus payung hukum untuk memperkuat kemitraan yang sebelumnya telah berjalan di lapangan.
‎
“Penandatanganan hari ini menjadi komitmen formal untuk membangun ekosistem rantai pasok yang sehat, adil, transparan, dan berkelanjutan,” kata Sahid.
‎
Namun, Sahid mengingatkan seluruh perangkat daerah agar segera menerjemahkan kesepakatan tersebut menjadi program operasional yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
‎
Ia meminta perangkat daerah terkait menindaklanjutinya melalui Perjanjian Kerja Sama teknis, sehingga pelaksanaan program memiliki target, pembagian tugas, serta indikator keberhasilan.
‎
Kesepakatan bernomor 144/PK.KDH/A/2026 dan 100.3.7/78/01.01/2026 itu berlaku selama lima tahun, dengan cakupan urusan pemerintahan wajib dan pilihan.
‎
Bidang prioritas meliputi pertanian, ketahanan pangan, perdagangan, koperasi, UMKM, pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kedua daerah.
‎
Melalui kolaborasi tersebut, Sleman dan Magelang diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan, memperkuat daya saing produk lokal, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
‎
Keberhasilan kerja sama ini akan ditentukan oleh pelaksanaan program yang konsisten, koordinasi antar lembaga, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat kedua daerah.(ady)

Berita Terkait

Atasi Kejenuhan Perantau, Ronnie Gagang Komunitas “Jogja Berteman” hingga Gaet Puluhan Anggota
Perkuat Daya Tarik Wisata Edukasi Yogyakarta, Laras Triloka Hadirkan Kolaborasi Sains dan Budaya
Wajah Desa Makin Cantik! Program TMMD Sleman Gaspol Benahi Akses Jalan dan Rumah Warga
UMY Resmikan Sunshine Daycare, Hadirkan Ruang Ramah Keluarga bagi Civitas Academica
Prof. Zuly Qodir: Mazhab UMY Diharapkan Perkaya Diskursus Sistem Hukum Indonesia
Bedah Buku di UMY, King Faisal Sulaiman Gagas Pembaruan Sistem Hukum Pancasila
Demi Kesiapan dan Keamanan Warga, Pemkab Sleman Pacu Pemasangan 10.766 Lampu Jalan
Sleman Gaspol 2026! Program “Dalane Alus Padang” Siap Bikin Jalan Mulus dan Terang Benderang

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Antarwilayah, Pemkab Sleman dan Magelang Berkolaborasi Meredam Inflasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Atasi Kejenuhan Perantau, Ronnie Gagang Komunitas “Jogja Berteman” hingga Gaet Puluhan Anggota

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Perkuat Daya Tarik Wisata Edukasi Yogyakarta, Laras Triloka Hadirkan Kolaborasi Sains dan Budaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Wajah Desa Makin Cantik! Program TMMD Sleman Gaspol Benahi Akses Jalan dan Rumah Warga

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

UMY Resmikan Sunshine Daycare, Hadirkan Ruang Ramah Keluarga bagi Civitas Academica

Berita Terbaru