Terang Hingga Pelosok! Wamendagri Ribka Haluk Dorong Energi Terbarukan Masuk Daerah 3T

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Tangerang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal untuk memperluas akses listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sumber energi seperti matahari dan air diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut.

Ribka menjelaskan, kondisi geografis yang sulit dijangkau, jarak antarpemukiman yang berjauhan, serta keterbatasan infrastruktur jaringan menyebabkan penyediaan listrik di daerah 3T membutuhkan biaya besar. Karena itu, pengembangan energi perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah agar berbagai kendala tersebut dapat diatasi.

“Tetapi suka dan tidak suka, mau dan tidak mau, pemerintah sebenarnya sudah harus lakukan terobosan terhadap pembangunan energi listrik ini di daerah 3T,” ujar Ribka dalam Simposium Energi “Ketahanan Energi Nasional Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan” di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).

Untuk mendukung upaya tersebut, Ribka menekankan perlunya regulasi yang memudahkan penyediaan listrik skala kecil tanpa harus terhubung dengan jaringan listrik utama (off-grid). Melalui sistem ini, masyarakat di desa terpencil dan wilayah perbatasan dapat memperoleh listrik dari sumber energi setempat.

Menurutnya, dukungan regulasi perlu disertai koordinasi yang baik antarkementerian/lembaga agar kebijakan dapat dilaksanakan di daerah. Ia menyoroti penyusunan aturan yang masih bersifat sektoral dan belum terkoordinasi dengan baik sehingga menyulitkan pemerintah daerah (Pemda) dalam pelaksanaannya.

“Kalau boleh mungkin kita akan cek kembali terkait regulasi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Kemendagri berperan dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perencanaan energi serta memfasilitasi penyusunan regulasi daerah yang mendukung investasi di sektor tersebut. Ribka juga menyoroti pentingnya sinkronisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya untuk mendukung pembangunan di wilayah 3T.

Selain keselarasan kebijakan, pelaksanaan upaya tersebut membutuhkan dukungan pendanaan. Ribka mengakui bahwa kemampuan fiskal antardaerah berbeda-beda, sementara keterbatasan anggaran memengaruhi kemampuan Pemda dalam membangun infrastruktur energi. Karena itu, ia mendorong penguatan kemitraan yang melibatkan Pemda, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ribka turut mengajak Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk berkontribusi melalui forum diskusi serta penyusunan rekomendasi kepada pemerintah. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu merumuskan langkah-langkah pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal maupun perbaikan regulasi untuk mempercepat penyediaan listrik di daerah 3T.

“Jadi sangat dibutuhkan ada kerja sama lintas sektor, atau lintas kementerian dalam rangka kita membangun, atau melakukan program-program kebijakan yang pro kepada rakyat,” tandasnya.

Ribka menekankan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan primer masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Oleh karena itu, pemerataan akses listrik menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan manfaat pembangunan menjangkau seluruh masyarakat dan mewujudkan keadilan sosial.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Usia Seperempat Abad Kota Tasikmalaya, Wamendagri Minta Pemkot dan Masyarakat Solid Kawal Program Strategis
Bansos Tepat Sasaran! Mendagri Minta Sistem IT dan Digitalisasi Perlinsos Diperkuat
Kunci KDKMP Sukses! Wamendagri Bima Arya Beberkan Pentingnya ‘Tiga Serangkai’ Desa dan BUMN
Cegah Bencana Karhutla Kaltim! Wamendagri Wiyagus Minta Forkopimda Bergerak Cepat dan Solid
Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan!
Tegas! Mendagri Siap Kawal Ketat Perda Agar Langsung Dirasakan Utuh oleh Masyarakat
Penuhi Akses Air Bersih Warga, Satgas PRR dan BRIN Cek Lokasi Pembangunan Arsinum di Aceh Utara
Diapresiasi Wamendagri Wiyagus, Demak Didorong Jadi Role Model Penanganan TBC

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Usia Seperempat Abad Kota Tasikmalaya, Wamendagri Minta Pemkot dan Masyarakat Solid Kawal Program Strategis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Bansos Tepat Sasaran! Mendagri Minta Sistem IT dan Digitalisasi Perlinsos Diperkuat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kunci KDKMP Sukses! Wamendagri Bima Arya Beberkan Pentingnya ‘Tiga Serangkai’ Desa dan BUMN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Terang Hingga Pelosok! Wamendagri Ribka Haluk Dorong Energi Terbarukan Masuk Daerah 3T

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Cegah Bencana Karhutla Kaltim! Wamendagri Wiyagus Minta Forkopimda Bergerak Cepat dan Solid

Berita Terbaru