Digagas Wiwiek Hargono, BCFM Konsisten Buka Ruang Pasar bagi Pelaku Kreatif Bekasi

Selasa, 20 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Bekasi — Gelaran Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 selama  9–11 Oktober 2026, menghasilkan perputaran ekonomi dari berbagai aktivitas usaha hingga mencapai Rp334.956.923.

Capaian tersebut berasal dari sejumlah sektor yang terlibat dalam rangkaian BCFM, mulai dari gerai batik, jasa jahit, desainer, pelaku bazar, makeup hingga produk IKM dan UKM.

Kontribusi terbesar berasal dari biaya jahit sebesar Rp137.302.420 disusul belanja batik di Gerai Dekranasda sebesar Rp71.999.503.

Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, mengatakan BCFM sejak awal dirancang sebagai ruang bagi pelaku fashion, UMKM, IKM, desainer, perajin, dan industri kreatif untuk mendapatkan ruang promosi sekaligus pasar.

“BCFM kami dorong agar memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha. Ketika karya lokal tampil, masyarakat membeli, desainer mendapatkan pesanan, penjahit mendapatkan pekerjaan, dan UMKM mendapatkan pasar, maka ekosistem ekonomi kreatif ikut bergerak,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, capaian tahun ini menjadi bagian dari konsistensi Dekranasda Kota Bekasi dalam mengembangkan BCFM sebagai agenda tahunan yang terus diperkuat.

BCFM 2026 digelar di Pakuwon Mall Bekasi dengan mengangkat konsep Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026” memadukan kekayaan batik lokal Bekasi dengan karakter fashion olahraga dan semangat menyambut Porprov Jabar XV 2026.

“Setiap tahun konsepnya kami kembangkan. Kami ingin BCFM menjadi panggung bagi talenta dan produk lokal Bekasi sekaligus membuka peluang ekonomi yang semakin luas bagi para pelakunya,” katanya.

Capaian pendapatan Rp334,9 juta selama tiga hari tersebut menjadi gambaran bahwa event kreatif memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi. Pergerakan tidak berhenti pada transaksi produk fashion, tetapi juga menyentuh jasa jahit, desainer, bazar, kuliner, kerajinan, hingga sektor pendukung lainnya.

BCFM pertama kali digelar pada 2023 sudah 4 tahun terselenggara dengan baik yang digagas oleh Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono sebagai pengembangan dari gelaran Bekasi Fashion Week.

BCFM sendiri hadir sebagai ruang bagi desainer, perajin, UMKM, komunitas dan pelaku industri kreatif Kota Bekasi untuk menampilkan karya sekaligus memperluas pasar dengan semangat Local to Global, agar karya dan produk fashion lokal memiliki daya saing lebih luas serta ikut menggerakkan perekonomian daerah.(lsi)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Bekasi Investment Gathering 2026 Hasilkan Dampak Bagi Pembangunan Kota Bekasi
Flyover Bulak Kapal Segera Dibangun, 32 Bidang Tanah Menyusul Dibayarkan Pekan Depan
Pemkot Bekasi Tata Parkir Pegawai, Stadion Patriot Chandrabhaga Jadi Lokasi Uji Coba
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Mulai Berbau, DLH Bekasi Lakukan Penanganan
DLH Bekasi Selidiki Temuan Kematian Ikan Sapu-Sapu di Kampung Poncol
Lewat Waste Station, Tri Adhianto Dorong Sampah Anorganik Jadi Sumber Nilai Ekonomi
Dari Pondok Gede, Senam Sehat Bersama Digelar Bergilir di 12 Kecamatan Kota Bekasi Bersama Lansia Aktif
Tri Adhianto Minta Turnamen Padel Piala Wali Kota Bekasi Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Bekasi Investment Gathering 2026 Hasilkan Dampak Bagi Pembangunan Kota Bekasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Flyover Bulak Kapal Segera Dibangun, 32 Bidang Tanah Menyusul Dibayarkan Pekan Depan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Digagas Wiwiek Hargono, BCFM Konsisten Buka Ruang Pasar bagi Pelaku Kreatif Bekasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Pemkot Bekasi Tata Parkir Pegawai, Stadion Patriot Chandrabhaga Jadi Lokasi Uji Coba

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Bangkai Ikan Sapu-Sapu Mulai Berbau, DLH Bekasi Lakukan Penanganan

Berita Terbaru