Fenomena Api dan Asap Keluar dari Tanah di Munthuk, DLH Bantul Terjunkan Tim ke Lokasi

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Bantul – Video viral memperlihatkan api dan asap muncul dari permukaan tanah di Kalurahan Munthuk, Dlingo, Bantul, memicu pertanyaan publik.
‎
‎Rekaman berdurasi 56 detik yang diunggah akun TikTok @yihaa010 tersebut memperlihatkan fenomena tidak biasa, sehingga menarik perhatian warganet di media sosial.
‎
‎Fenomena itu langsung memunculkan tanda tanya mengenai penyebab kemunculan bara dan asap dari tanah, yang lokasinya diklaim berada di Munthuk.
‎
‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengaku belum bisa memastikan sumber api yang terlihat dalam video viral tersebut.
‎
‎“Kami belum bisa memastikan,” kata Bambang saat menanggapi fenomena kemunculan bara dan asap dari permukaan tanah yang ramai diperbincangkan.
‎
‎Menurut Bambang, pengamatan awal menunjukkan lokasi tersebut bukan lahan gambut, sehingga penyebab munculnya api belum dapat disimpulkan berdasarkan informasi yang tersedia.
‎
‎“Berdasarkan pengamatan awal, lokasi tersebut bukan merupakan lahan gambut,” ujarnya, menjelaskan salah satu kemungkinan sumber kebakaran yang belum terbukti.
‎
‎Bambang juga menegaskan lokasi tersebut bukan tumpukan sampah yang sedang dibakar, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap sumber bara.
‎
‎“Dan juga bukan tumpukan sampah yang dibakar,” katanya, menekankan bahwa dugaan penyebab kejadian belum bisa dipastikan melalui pengamatan awal.
‎
‎DLH Bantul berencana melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama instansi terkait guna mengetahui penyebab pasti munculnya api dan asap tersebut.
‎
‎Langkah pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan sumber panas yang memicu kemunculan bara dari permukaan tanah.
‎
‎Namun, hingga kini DLH Bantul masih menelusuri titik kejadian secara rinci karena belum menerima laporan resmi dari masyarakat setempat.
‎
‎“Sejauh ini belum ada laporan langsung dari masyarakat kepada instansi kami,” ungkap Bambang, menjelaskan kondisi penanganan yang masih berjalan.
‎
‎Ketiadaan laporan resmi membuat pengecekan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan lokasi kejadian sekaligus memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai fenomena tersebut.
‎
‎Meski penyebabnya belum terungkap, DLH Bantul mengimbau masyarakat sekitar tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan fenomena yang beredar melalui media sosial.
‎
‎Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan bara, asap, atau tanda panas tidak biasa yang muncul dari permukaan tanah di sekitar permukiman.
‎
‎DLH mengingatkan masyarakat agar melakukan langkah mitigasi sederhana untuk mencegah kemungkinan api menyebar ke area lain sebelum petugas memastikan kondisi sebenarnya.
‎
‎Apabila menemukan kejadian serupa, warga diminta segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul untuk mengantisipasi risiko kebakaran lanjutan.
‎
‎Koordinasi tersebut dinilai penting guna mengurangi potensi bahaya, terutama apabila kemunculan api berdekatan dengan rumah, lahan pertanian, atau aktivitas warga.
‎
‎Masyarakat sebaiknya tidak mendekati atau menyentuh titik bara secara langsung sebelum kondisinya dinyatakan aman oleh petugas yang berwenang di lapangan.
‎
‎Bambang menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan, sehingga penyebab fenomena tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil pengecekan lapangan.
‎
‎“Kami akan melakukan pengecekan lapangan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait,” pungkas Bambang, menegaskan bahwa kepastian penyebab masih menunggu pemeriksaan langsung.
‎
Hingga pemeriksaan dilakukan, penyebab kemunculan api dan asap di Munthuk belum diketahui; masyarakat diminta waspada serta menunggu keterangan resmi pemerintah daerah.(waw)

Berita Terkait

Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Sleman Layangkan Denda Hingga Rp8 Juta
Hemat Pelesiran ke Jogja: Cara Naik Kereta Api Rute Jakarta–Jogja Cuma Rp82 Ribu
Kecelakaan Sepeda Motor Matik Terjadi Dekat SD Kanisius Gayam, Sempat Picu Perhatian Warga
Polda DIY Resmi Pulangkan 32 Peserta Aksi Usai Pemeriksaan, Bantah Isu Penahanan
Menelusuri Jejak Peradaban Mataram, Napak Tilas Pleret Bersama Romo Nurdi Resapi Nilai Luhur Bangsa
Jejak Pemikiran Maestro Seni Rupa Terungkap, Museum Affandi Bedah Arsip Harian Affandi Era 1953
Misteri Kerangka Manusia Pajangan Terungkap: Pihak Keluarga Kenali Ciri Khusus pada Gigi
Kebakaran Gunung Sumbing Hanguskan 300 Hektare, Kodim 0707/Wonosobo Berjibaku Pemadaman Tiga Hari

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Sleman Layangkan Denda Hingga Rp8 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hemat Pelesiran ke Jogja: Cara Naik Kereta Api Rute Jakarta–Jogja Cuma Rp82 Ribu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kecelakaan Sepeda Motor Matik Terjadi Dekat SD Kanisius Gayam, Sempat Picu Perhatian Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Polda DIY Resmi Pulangkan 32 Peserta Aksi Usai Pemeriksaan, Bantah Isu Penahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Fenomena Api dan Asap Keluar dari Tanah di Munthuk, DLH Bantul Terjunkan Tim ke Lokasi

Berita Terbaru