Tata Kelola Pemerintahan Masa Depan: Bima Arya Soroti Pentingnya Kapasitas Pemimpin Daerah di Era Otonomi

Minggu, 25 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah. Menurutnya, desentralisasi tidak cukup dimaknai sebagai pembagian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, tetapi juga perlu diiringi upaya sistematis untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjalankan kewenangan tersebut secara efektif.

Hal itu disampaikan Bima pada acara Peluncuran dan Diskusi Buku Keruntuhan Demokrasi Konstitusional di Indonesia di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bima turut mengulas pemikirannya mengenai dinamika kepemimpinan politik di Indonesia, yang antara lain dipengaruhi oleh pengalaman akademiknya saat menempuh studi di Monash University, Australia. Di sana, ia berinteraksi dengan Herb Feith, akademisi yang pemikirannya menjadi salah satu rujukan dalam kajian politik Indonesia.

Pemikiran Feith kemudian turut memengaruhi penelitian Bima saat menempuh pendidikan doktoral. Kerangka analisis Feith membantunya memahami dinamika kepemimpinan dan perubahan karakter elite di dalam partai politik.

Dari penelitian tersebut, Bima melihat perubahan karakter kepemimpinan partai, dari dominasi tokoh yang mengandalkan mobilisasi massa menuju figur dengan kemampuan administratif dan manajerial. Menurutnya, partai politik membutuhkan kemampuan memobilisasi dukungan untuk membangun konsolidasi, tetapi juga memerlukan kapasitas tata kelola agar mampu beradaptasi dengan sistem pemerintahan.

“Sebetulnya dulu Herb juga tidak terlalu membuat demarkasi tegas bahwa yang namanya solidarity maker itu tetap begitu, yang namanya administrator tetap begitu. Mereka kadang-kadang bisa ada irisannya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kedua karakter tersebut dapat berkembang dalam diri seorang pemimpin. Seorang tokoh yang awalnya mengandalkan kemampuan mobilisasi massa dapat mengembangkan kapasitas administratif, begitu pula sebaliknya. Perubahan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan politik dituntut untuk mampu menjawab kebutuhan organisasi sekaligus tantangan tata kelola pemerintahan.

“Punya kemampuan administratif, manajerial yang andal, dan beradaptasi dengan berbagai macam tuntutan. Hampir semua pemimpin-pemimpin partai seperti itu,” tambahnya.

Bima menilai, pembahasan mengenai dinamika politik dan kepemimpinan tidak dapat berhenti pada tingkat nasional. Dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi, kapasitas kepemimpinan di tingkat lokal juga menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah perlu disertai pembinaan yang mampu memperkuat kapasitas kepala daerah dan jajaran birokrasi. Tanpa upaya tersebut, besarnya kewenangan yang dimiliki daerah tidak serta-merta menjamin tercapainya pemerintahan yang efektif.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas kepemimpinan daerah tidak cukup dilakukan melalui bimbingan teknis, pelatihan, atau pendampingan. Upaya tersebut perlu dibangun secara menyeluruh, mulai dari proses pembentukan dan kaderisasi pemimpin politik hingga pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Perkuat Identitas Bangsa: Wamendagri Ribka Haluk Serahkan PIKI Awards 2026 untuk Tokoh Kebudayaan
Pastikan Pasokan dan Harga Stabil: Sekjen Kemendagri Minta Pemda Tak Hanya Kelola Data di Meja
Benteng Moral dan Karakter Bangsa: Wamendagri Bima Arya Dorong Bundo Kanduang Merawat Adat Minang
Langkah Strategis Efisiensi Anggaran: Tri Tito Karnavian Gabungkan Raker Dekranas, TP PKK, dan Posyandu
Jagad Warisan Budaya Nusantara: Seruni dan Dekranas Dorong Regenerasi dan Pelestarian Tenun Gringsing
Percepat Penyediaan Hunian Layak: Mendagri Pangkas Birokratisasi Perizinan Rumah MBR
Pesta Olahraga Asah Otak Nasional: Banten Jamu 963 Atlet Terbaik pada Kejurnas Catur 2026
Bukan Sekadar Organisasi Sosial: Kemendagri Dorong Karang Taruna Jadi Motor Perekonomian dan Pembangunan Nasional

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Perkuat Identitas Bangsa: Wamendagri Ribka Haluk Serahkan PIKI Awards 2026 untuk Tokoh Kebudayaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pastikan Pasokan dan Harga Stabil: Sekjen Kemendagri Minta Pemda Tak Hanya Kelola Data di Meja

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Benteng Moral dan Karakter Bangsa: Wamendagri Bima Arya Dorong Bundo Kanduang Merawat Adat Minang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Langkah Strategis Efisiensi Anggaran: Tri Tito Karnavian Gabungkan Raker Dekranas, TP PKK, dan Posyandu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Jagad Warisan Budaya Nusantara: Seruni dan Dekranas Dorong Regenerasi dan Pelestarian Tenun Gringsing

Berita Terbaru