Beasiswa Full Study UMY 2026 Jangkau 113 Mahasiswa, Termasuk dari Filipina

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sub-Direktorat Wellcare UMY, M. Arif Rizqi, S.Psi., M.Psi., Psikolog saat menyampaikan sambutan pembuka dalam kegiatan Scholarship Gathering UMY

Sub-Direktorat Wellcare UMY, M. Arif Rizqi, S.Psi., M.Psi., Psikolog saat menyampaikan sambutan pembuka dalam kegiatan Scholarship Gathering UMY

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat sebanyak 113 mahasiswa penerima Beasiswa Full Study tahun 2026, termasuk satu mahasiswa asal Filipina. Melalui program tersebut, UMY tidak hanya memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat pembinaan untuk mendorong mahasiswa berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Scholarship Gathering yang digelar di Amphiteater Pascasarjana UMY, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penguatan motivasi, pengembangan potensi, serta pembentukan karakter mahasiswa penerima beasiswa agar mampu memanfaatkan kesempatan pendidikan secara optimal.

Beasiswa Full Study UMY 2026 Jangkau 113 Mahasiswa

Kepala Sub-Direktorat Wellcare UMY, M. Arif Rizqi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa program Beasiswa Full Study merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memberikan akses pendidikan berkualitas. Sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuannya.

“Generasi muda khususnya teman-teman penerima beasiswa Full Study akan mendapatkan pendidikan yang terbaik. Kalian juga bisa mengembangkan potensi yang dimiliki seluas-luasnya,” ujar Arif dalam sambutannya.

Arif mengungkapkan, sebanyak 113 mahasiswa menerima Beasiswa Full Study UMY pada tahun ini. Salah satu penerima merupakan mahasiswa asal Filipina yang turut bergabung dalam angkatan 2026.

Dari total tersebut, 5 mahasiswa memperoleh beasiswa dokter dan dokter gigi, 40 mahasiswa menerima beasiswa kader unggulan Muhammadiyah. Kemudian 1 mahasiswa menerima beasiswa qori, 4 mahasiswa memperoleh beasiswa Tapak Suci. Selanjutanya, 4 mahasiswa menerima beasiswa sepak bola, serta 5 mahasiswa mendapatkan beasiswa talenta atlet.

Selain itu, sebanyak 23 mahasiswa tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) reguler dan 31 mahasiswa lainnya menerima KIP aspirasi.

Keberagaman kategori beasiswa tersebut menjadi bagian dari dukungan UMY terhadap pengembangan kemampuan mahasiswa di berbagai bidang, baik akademik, keagamaan, maupun olahraga.

Pembinaan Mahasiswa Diperkuat Melalui Scholarship Gathering

Arif menegaskan bahwa komitmen UMY terhadap penerima beasiswa tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan. Universitas juga menyiapkan program pembinaan berkelanjutan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan memberikan kontribusi nyata selama menjalani perkuliahan.

Pembinaan tersebut melibatkan Direktorat Kemahasiswaan bersama unit yang membidangi kreativitas, penalaran, serta pengembangan minat dan bakat. Melalui kolaborasi ini, UMY berharap mahasiswa penerima beasiswa mampu mengoptimalkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, kegiatan Scholarship Gathering menghadirkan empat pemateri untuk memberikan motivasi, memperluas wawasan, dan mempererat hubungan antarpenerima beasiswa.

“Itu diharapkan bisa memberikan motivasi, menambah pengetahuan, dan juga keterikatan teman-teman sebagai penerima beasiswa,” ujar Arif.

Selain pembekalan materi, rangkaian kegiatan juga dijadwalkan berlanjut dengan outbound di Desa Wisata Grogol. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pembelajaran yang diperoleh sekaligus memperkuat kebersamaan.

Arif berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi mahasiswa penerima Beasiswa Full Study UMY.

“Paling tidak capaian prestasi kita di tahun ini jauh lebih meningkat,” ungkapnya.

Baca juga: Belajar Dakwah di Negeri Sakura, Mahasiswa KPI UMY Jalani Magang Internasional di Japan Da’wah Centre

Penerima Beasiswa Didorong Membangun Growth Mindset

Wakil Rektor Bidang Pengembangan, Kemahasiswaan, dan AIK UMY, Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh beasiswa harus dimanfaatkan secara sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh prestasi sebelum memasuki perguruan tinggi. Namun, juga oleh proses pengembangan diri selama menjalani pendidikan.

“Yang sangat menentukan adalah mindset Anda ketika kuliah,” ujar Faris dalam amanatnya.

Faris menuturkan bahwa setiap mahasiswa memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda. Namun, pencapaian masa lalu bukanlah jaminan keberhasilan pada masa depan apabila tidak disertai kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Di sisi lain, Faris mendorong penerima beasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, mulai dari penelitian, seminar, organisasi, hingga kepanitiaan. Berbagai pengalaman tersebut dinilai penting untuk memperkuat kompetensi dan mempersiapkan masa depan.

Faris juga menekankan bahwa masa perkuliahan selama sekitar tiga setengah hingga empat tahun merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Terlebih, tidak semua lulusan sekolah menengah memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Beasiswa Harus Melahirkan Lulusan yang Bermanfaat bagi Masyarakat

Faris mengingatkan bahwa beasiswa bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan kesempatan yang membawa tanggung jawab besar. Para penerimanya diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga mampu menunjukkan pencapaian yang unggul selama menempuh pendidikan.

“Anda penerima beasiswa, don’t take it for granted,” tegas Faris.

Menurutnya, tanggung jawab mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya ditujukan kepada diri sendiri dan keluarga, tetapi juga kepada universitas serta masyarakat. Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas setelah menyelesaikan studi.

“Tidak ada artinya kalau Anda diberi beasiswa, kemudian suatu hari Anda itu tidak bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Faris berharap para penerima beasiswa mampu mempersiapkan diri menjadi lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian sosial. Mereka didorong untuk mengambil peran sebagai profesional, pemimpin, pendidik, maupun pribadi yang dapat memberikan teladan di tengah masyarakat. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Penggeledahan Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Dosen UMY Soroti Kewenangan Polisi
Avanza Tabrak Taman Kota di Ngampilan, Unit Laka Polresta Yogyakarta Turun Tangan Selidiki Penyebabnya
Akselerasi Industri Perfilman Daerah, PARFI DIY Bangun Kolaborasi Strategis Menuju Sinema Nasional
Dampak Kontroversi Bundaran HI Meluas, Tiga Musisi Ambil Sikap Tarik Diri dari RANS Carnival Yogyakarta
Pertahankan Indeks Demokrasi DIY 89,79, Kesbangpol Kota Jogja Gembleng Pendidikan Politik Berbasis Kemantren
Konsistensi Aksi ‘Ibu Berisik’ ke-10: Sinyal Kritis Masyarakat Sipil Terhadap Kesejahteraan dan Kemerdekaan Berekspresi
Belajar Dakwah di Negeri Sakura, Mahasiswa KPI UMY Jalani Magang Internasional di Japan Da’wah Centre
Perluas Ruang Ekspresi Budaya, GKR Hemas Apresiasi Kehadiran Bioskop Rakyat (BIOSRA) di Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Penggeledahan Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Dosen UMY Soroti Kewenangan Polisi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Avanza Tabrak Taman Kota di Ngampilan, Unit Laka Polresta Yogyakarta Turun Tangan Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Beasiswa Full Study UMY 2026 Jangkau 113 Mahasiswa, Termasuk dari Filipina

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Akselerasi Industri Perfilman Daerah, PARFI DIY Bangun Kolaborasi Strategis Menuju Sinema Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Dampak Kontroversi Bundaran HI Meluas, Tiga Musisi Ambil Sikap Tarik Diri dari RANS Carnival Yogyakarta

Berita Terbaru