JABAROKENEWS.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru mendorong Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Sumatera Selatan untuk berani melakukan terobosan dan keluar dari pola pemberitaan konvensional. TVRI diharapkan mampu menghadirkan tayangan yang lebih kreatif, edukatif, menarik, serta semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi Kepala Stasiun TVRI Sumsel yang baru beserta jajaran di Palembang, Senin (3/11/2026).
Menurut Herman Deru, sebagai lembaga penyiaran publik yang telah lama hadir di tengah masyarakat, TVRI memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi terpercaya sekaligus menjadi media edukasi dan promosi potensi daerah.
Ia menilai, pemberitaan TVRI perlu terus dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada aktivitas pejabat atau agenda pemerintahan, tetapi juga mampu mengangkat berbagai persoalan, potensi, dan aktivitas masyarakat secara lebih mendalam.
“TVRI harus berani keluar dari kotak atau out of the box. Jangan setiap pemberitaan selalu identik dengan sosok pejabatnya. Misalnya, ketika gubernur datang ke sawah, jangan hanya memberitakan kunjungan gubernurnya, tetapi angkat juga petaninya, aktivitas di sawah, bagaimana prosesnya, dan apa yang menarik dari kehidupan mereka,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan, informasi mengenai aktivitas masyarakat sesungguhnya memiliki nilai berita yang kuat apabila dikemas dengan sudut pandang yang tepat. Karena itu, TVRI perlu lebih jeli melihat berbagai sisi menarik dari sebuah peristiwa.
Selain pemberitaan pemerintahan, Herman Deru juga mendorong TVRI untuk memaksimalkan perannya sebagai media promosi potensi ekonomi dan perdagangan Sumsel. Berbagai komoditas unggulan, seperti kelapa sawit, padi, dan karet, dinilainya memiliki banyak aspek yang dapat diangkat menjadi tayangan informatif.
Begitu pula dengan kuliner khas Sumsel, seperti pempek. Menurutnya, tayangan mengenai pempek tidak cukup hanya menampilkan produk yang sudah jadi, tetapi juga perlu mengulas proses pembuatannya, bahan baku tapioka, rantai pasok, hingga perputaran ekonomi yang melibatkan masyarakat.
“Dengan begitu, masyarakat tidak hanya melihat produk akhirnya, tetapi juga mengetahui bagaimana prosesnya dan berapa banyak aktivitas ekonomi yang tumbuh dari sana. Ini tentu menjadi informasi yang menarik sekaligus edukatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herman Deru mengingatkan TVRI agar mampu mengambil peran lebih besar dalam mengedukasi masyarakat mengenai berbagai persoalan strategis daerah, termasuk lingkungan hidup.
Ia mencontohkan persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan serta pencemaran sungai yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut perlu diangkat melalui liputan mendalam yang menjelaskan akar permasalahan, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya.
Herman Deru menilai, kondisi sungai-sungai besar di Sumsel yang mengalami pencemaran hingga tidak lagi nyaman dimanfaatkan masyarakat merupakan salah satu topik penting yang dapat dikembangkan menjadi tayangan edukatif.
“Jangan hanya wawancara pejabat yang berbicara sebatas tugas pokok dan fungsinya. Perdalam persoalannya. Dari situ akan banyak informasi yang bisa digali dan disampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pemberitaan. TVRI harus konsisten menyajikan informasi yang menarik, berimbang, dan mendidik tanpa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI juga harus senantiasa memperhatikan ketentuan dan regulasi penyiaran yang berlaku.
Ia berharap TVRI tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu sumber informasi terpercaya dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat dan tantangan dunia penyiaran.
Selain penguatan konten, Herman Deru juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta aktivasi relay TVRI agar jangkauan siaran dan kualitas layanan informasi kepada masyarakat semakin optimal.
Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Sumsel, TB. Mohamad Yusuf, S.Sos., M.M., menyampaikan komitmen TVRI untuk terus mendukung pembangunan Sumatera Selatan melalui penyediaan ruang siaran bagi sosialisasi program-program Pemerintah Provinsi Sumsel.
Pihaknya juga tengah menyiapkan konsep program baru yang secara khusus mengulas perkembangan dan progres program pemerintah daerah. Program tersebut nantinya tidak hanya dikemas melalui rekaman di kantor, tetapi juga memungkinkan peliputan langsung di lapangan dengan melibatkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), sementara Gubernur tetap menjadi salah satu narasumber utama.
Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menyambut baik rencana pengembangan program tersebut. Ia berharap kerja sama yang selama ini telah terjalin baik antara Pemprov Sumsel dan TVRI dapat semakin ditingkatkan.
Melalui berbagai pembenahan dan inovasi tersebut, Herman Deru berharap TVRI Sumsel semakin mampu menghadirkan siaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan nilai tambah, memperluas wawasan, serta mendorong kemajuan masyarakat dan daerah.
Turut hadir mendampingi Gubernur Sumsel, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel Rika Efianti, S.E., M.M., Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Sumsel Tony Kurniawan, S.S., M.M., Kasubbag Tata Usaha TVRI Sumsel Titin Andrianti, S.Sos., M.M., Kepala Perencana Pengendali Pemasaran dan Pengembangan Usaha Ir. Rita Niarti, M.Si., Kepala Tim Perencana Pengendali Berita Eka B. Wigyanta, S.Sos., serta Ketua Tim Perencana Pengendali Konten Media Baru Yeni Suryani, S.Kom.(lsi)
Sumber : Adpim Sumsel















