Hindari Tudingan Publik, DPRD Klarifikasi Prosedur Pengamanan Saat Insiden Foto Wapres Dilecehkan

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Jogja – Kontroversi penurunan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming di DPRD DIY, Rabu (4/11/2026) saat Audiensi DPRD DIY dengan Forum Kebangsaan memanas. Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik buka suara menepis tudingan.
‎
‎”Penurunan foto Gibran ini adalah inisiasi dari anggota dewan Pak, apakah benar?” tanya awak media kepada Imam Taufik di kantor DPRD.
‎
‎Imam Taufik langsung membantah tegas tudingan tersebut. Ia menyebut kejadian itu murni berasal dari desakan peserta audiensi, bukan kebijakan internal dewan.
‎
‎”Sebenarnya enggak juga ya,” jawab Imam Taufik singkat. Ia menekankan bahwa anggota dewan tidak pernah merencanakan penurunan foto tersebut sebelumnya.
‎
‎Menurut Imam, tekanan datang langsung dari peserta. “Mereka memang minta dari anu ya, dari peserta anu teriak-teriak gitu ya,” ujarnya.
‎
‎Ia menggambarkan suasana saat itu cukup riuh. “Ada yang teriak untuk mengumumkan foto gitu ya,” kata Imam menirukan teriakan massa.
‎
‎Imam juga menegaskan tidak ada koordinasi sebelumnya dengan pimpinan. “Enggak ada kemarin ada teman sebelah yang merespon,” jelasnya.
‎
‎Pernyataan itu meluruskan narasi yang menyebut dewan sengaja menurunkan foto. Dewan disebut hanya mengikuti aspirasi yang muncul di ruangan.
‎
‎”Berarti bukan inisiasi dari anggota dewan tapi memang dari mereka ya Pak ya?” kejar wartawan untuk memastikan sumber perintah.
‎
‎”Jadi kalau ada yang teriak untuk minta supaya,” jawab Imam, memotong kalimatnya sendiri namun mengisyaratkan tekanan massa sangat kuat.
‎
‎Video yang viral memperlihatkan sekelompok orang memegang foto berbingkai Gibran. Mereka tampak bersemangat saat foto itu diturunkan dari dinding.
‎
‎Imam Taufik menjelaskan peristiwa ini memicu perdebatan publik soal simbol kenegaraan. Banyak pihak mempertanyakan etika menurunkan foto pejabat negara di lembaga legislatif.
‎
‎Namun Imam bersikeras dewan tidak bertanggung jawab. “Itu murni permintaan audiensi,” tegasnya untuk kedua kalinya di hadapan wartawan.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, DPRD DIY belum mengeluarkan pernyataan resmi tertulis. Publik kini menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pimpinan dewan.(dni)

Berita Terkait

Apresiasi Program BAHU TEMAN, Tim Nasional Puji Langkah Pemkab Sleman Perluas Akses Keadilan
Soal Pemasangan Kawat Berduri yang Tuai Polemik, Pemda DIY Kritik Lemahnya Koordinasi Aparat
Sampaikan Aksi dan Sikap Politik, Forum Kebangsaan DIY Minta DPR Tindak Lanjuti Usulan Pemakzulan Wapres Gibran
Penyegaran Kepemimpinan Polri, Polresta Yogyakarta Siap Perkuat Pengamanan Wilayah dan Pelayanan Warga
Kunci Kesejahteraan Akar Rumput, Prof Edy Dorong Pamong Kalurahan Optimalkan Keistimewaan DIY
Transportasi Masif Makin Diminati, KAI Daop 6 Catat Kenaikan Penumpang Hingga 12,9 Persen
Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Perpajakan, KADIN DIY dan DJP Sepakat Dorong Kepatuhan Pajak
Perkuat Sinergitas, Danrem Ajak Insan Media dan Pelaku Usaha Kawal Stabilitas Wilayah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:16 WIB

Hindari Tudingan Publik, DPRD Klarifikasi Prosedur Pengamanan Saat Insiden Foto Wapres Dilecehkan

Rabu, 4 November 2026 - 15:30 WIB

Apresiasi Program BAHU TEMAN, Tim Nasional Puji Langkah Pemkab Sleman Perluas Akses Keadilan

Rabu, 4 November 2026 - 15:09 WIB

Soal Pemasangan Kawat Berduri yang Tuai Polemik, Pemda DIY Kritik Lemahnya Koordinasi Aparat

Rabu, 4 November 2026 - 13:18 WIB

Sampaikan Aksi dan Sikap Politik, Forum Kebangsaan DIY Minta DPR Tindak Lanjuti Usulan Pemakzulan Wapres Gibran

Rabu, 4 November 2026 - 11:45 WIB

Penyegaran Kepemimpinan Polri, Polresta Yogyakarta Siap Perkuat Pengamanan Wilayah dan Pelayanan Warga

Berita Terbaru