UMY Siapkan Dana Publikasi Jurnal Scopus Q1–Q2, Biaya hingga US$2.000

Jumat, 6 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Wakil Rektor UMY, tim Prodia, pimpinan PPDS UMY dan peserta Scopus Class 1 UMY

Foto bersama Wakil Rektor UMY, tim Prodia, pimpinan PPDS UMY dan peserta Scopus Class 1 UMY

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat dukungan bagi dosen dan peneliti untuk menembus jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, khususnya jurnal kuartil pertama (Q1) dan kuartil kedua (Q2). Selain menyelenggarakan program pendampingan Scopus Class, UMY menyediakan dukungan biaya publikasi reguler bagi dosen hingga 2.000 dolar AS serta membuka peluang pembiayaan tambahan bagi peserta pendidikan yang memenuhi ketentuan.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor UMY Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., saat membuka Scopus Class 1 di Gedung AR Fachruddin A lantai 5, UMY, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY bekerja sama dengan Prodia Education Research Institute tersebut bertujuan meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat kemampuan penulisan manuskrip ilmiah, serta memperluas peluang publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Publikasi Ilmiah Jadi Kunci Penguatan Reputasi UMY

Supriyatiningsih mengatakan bahwa peningkatan reputasi perguruan tinggi harus didukung produktivitas dan kualitas penelitian yang berkelanjutan. Menurutnya, pengakuan internasional tidak cukup dibangun melalui kegiatan berskala global, tetapi juga harus ditopang publikasi ilmiah dan penerapan hasil penelitian.

Ia menilai capaian UMY dalam berbagai pemeringkatan internasional perlu menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kontribusi ilmiah.

“Universitas Muhammadiyah Yogyakarta saat ini memiliki sekitar 5.000 publikasi Scopus. Dan tahun lalu kita bisa mencapai 1.125 manuskrip yang telah diterima di jurnal-jurnal Scopus,” ujar Supriyatiningsih.

Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan produktivitas penelitian yang perlu terus diimbangi dengan peningkatan kualitas publikasi dan dampak hasil riset.

“Tahap berikutnya fokus pada publikasi dan pelaksanaan. Ini yang akan terus membawa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kalau ingin bersaing,” tegasnya.

Untuk mendukung target tersebut, UMY mengembangkan Scopus Class sebagai program pendampingan yang direncanakan berlangsung secara berkala.

Targetkan Jurnal Q1 dan Q2, UMY Perkuat Pendampingan Peneliti

Scopus Class 1 diikuti oleh dosen serta peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY.

Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk meningkatkan kualitas manuskrip dan mempersiapkan artikel ilmiah agar sesuai dengan standar jurnal internasional bereputasi.

Supriyatiningsih menjelaskan bahwa UMY juga mulai mengembangkan hibah penelitian internal bagi mahasiswa pascasarjana dan peserta PPDS.

“Mulai tahun ini, kami menyelenggarakan hibah yang didanai oleh internal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk peserta didik dari pascasarjana dan PPDS. Tapi kami juga memberikan muatan, harus bagus di Q1 or Q2,” ujarnya.

Menurutnya, target publikasi pada jurnal Q1 dan Q2 membutuhkan komitmen, ketekunan, serta pendampingan akademik yang memadai.

Karena itu, para peserta didorong untuk memanfaatkan dukungan dosen pembimbing dan program pendampingan yang disediakan universitas.

UMY Siapkan Dukungan Biaya Publikasi hingga 2.000 Dolar AS

Selain pendampingan akademik, UMY menyediakan dukungan pembiayaan publikasi ilmiah bagi dosen.

Supriyatiningsih menjelaskan bahwa pembiayaan reguler untuk publikasi pada jurnal Q1 dapat mencapai 2.000 dolar AS. Sementara itu, bagi peserta pendidikan yang menargetkan jurnal Q1 atau Q2 dengan biaya publikasi lebih tinggi, universitas membuka peluang dukungan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seluruh APC akan dibayar oleh UMY. APC reguler dosen, karena dosen adalah funding-nya, kita akan bayar maksimal untuk Q1 2.000 US dollar. Tapi kalau adik-adik bisa publish di Q1 atau Q2 yang harganya di atas 2.000 dolar,” jelasnya.

Biaya pemrosesan artikel atau article processing charge (APC) merupakan biaya yang dapat dikenakan penerbit untuk memproses dan menerbitkan artikel ilmiah, terutama pada jurnal dengan model akses terbuka.

Supriyatiningsih berharap dukungan pembiayaan tersebut dapat mendorong peneliti untuk lebih percaya diri menargetkan jurnal internasional berkualitas.

Meski demikian, pemilihan jurnal tetap perlu mempertimbangkan reputasi penerbit, kesesuaian bidang keilmuan, dan kredibilitas proses penelaahan ilmiah.

Kolaborasi dengan Prodia Perkuat Kualitas Manuskrip

Penyelenggaraan Scopus Class 1 menjadi bagian dari penguatan kerja sama UMY dengan Prodia Education Research Institute dalam meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah.

Supriyatiningsih menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Prodia sebagai mitra dalam penyelenggaraan kegiatan perdana tersebut.

“Kami sekali lagi berterima kasih kepada Prodia karena sudah bersedia untuk menjadi mitra kami. Dan ini bukan yang pertama dan terakhir. Jadi, kami berharap untuk setiap tahunnya,” ungkapnya.

Ia berharap pendampingan melalui Scopus Class dapat membantu peneliti meningkatkan kualitas artikel sebelum diajukan ke jurnal internasional.

Namun, Supriyatiningsih mengingatkan bahwa pendampingan penulisan tidak berarti menjamin sebuah artikel akan diterima oleh jurnal yang dituju.

“Tentu jurnal tidak akan memberikan garansi 100 persen lolos untuk jurnal yang diajukan. Sebab tidak ada jurnal yang seperti itu. Pasti harus melalui proses assessment review yang cukup berkualitas,” jelasnya.

Menurutnya, proses penelaahan sejawat atau peer review merupakan tahapan penting untuk memastikan kualitas, validitas, dan kontribusi ilmiah sebuah artikel.

Karena itu, peneliti perlu mempersiapkan manuskrip secara cermat serta terbuka terhadap masukan dan perbaikan selama proses publikasi.

Calon Dokter Spesialis Didorong Aktif Meneliti

Dalam kesempatan tersebut, Supriyatiningsih juga mendorong peserta PPDS untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian di tengah kesibukan pendidikan klinis.

“Jangan berpikir bahwa dengan menjadi dokter spesialis, Anda tidak bisa meneliti. Sangat bisa,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan penelitian dapat membantu calon dokter spesialis mengembangkan pola pikir kritis, kemampuan menganalisis masalah, serta pendekatan pelayanan yang berbasis bukti ilmiah.

Ia turut membagikan pengalaman pribadinya dalam mengembangkan minat penelitian sejak menjalani pendidikan dokter spesialis.

“Saya senang meneliti karena saya sejak residen senang meneliti. Karena senang meneliti itu, lalu kita menjadi approaching kepada pasien sangat baik,” ungkapnya.

Supriyatiningsih menekankan bahwa kemampuan penelitian perlu berjalan beriringan dengan penguatan penalaran klinis (clinical reasoning) dan keterampilan klinis (clinical skills).

“Jadilah dokter yang pasiennya banyak, tapi kemampuan clinical reasoning dan clinical skills-nya baik,” pungkasnya. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Persaingan Ketat di Muscab, Didi Unggul Atas Empat Kandidat Ketua ISEI Yogyakarta
Pakar UMY Usul PPN Pembalut Dihapus, Tawarkan 5 Langkah Pajak Berkeadilan Gender
Siapkan Generasi Unggul Berjiwa Nasionalis, Danrem 072/Pamungkas Optimalkan Pembinaan Karakter di UNJAYA
Air Bersih Terbatas Pascabencana di Manggarai Timur, UMY Siapkan Teknologi Penjernihan Air
Peringati Dies Natalis ke-61, STPMD APMD Yogyakarta Perkuat Semangat Perjuangan dan Aksi Sosial
Resmi Dilantik, Sugiyanti Komitmen Pererat Kerukunan Warga demi Baturetno Hebat
‎Dua Gajah Bertarung, Istana Terancam, Rakyat Kembali Menanggung Dampak
Apresiasi Antusiasme Warga, Susanto Usulkan Fun Run Muja Muju Masuk Agenda Rutin Tahunan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:34 WIB

Persaingan Ketat di Muscab, Didi Unggul Atas Empat Kandidat Ketua ISEI Yogyakarta

Jumat, 6 November 2026 - 14:46 WIB

Pakar UMY Usul PPN Pembalut Dihapus, Tawarkan 5 Langkah Pajak Berkeadilan Gender

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

UMY Siapkan Dana Publikasi Jurnal Scopus Q1–Q2, Biaya hingga US$2.000

Jumat, 6 November 2026 - 13:28 WIB

Air Bersih Terbatas Pascabencana di Manggarai Timur, UMY Siapkan Teknologi Penjernihan Air

Jumat, 6 November 2026 - 12:23 WIB

Peringati Dies Natalis ke-61, STPMD APMD Yogyakarta Perkuat Semangat Perjuangan dan Aksi Sosial

Berita Terbaru