Home / Tak Berkategori

Mendagri Minta Jajaran BNPP Kawal Pembangunan di Daerah Perbatasan

Kamis, 25 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta jajaran Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mengawal pembangunan di daerah perbatasan. Dirinya meminta BNPP agar membuat konsep pembangunan di daerah perbatasan, terutama yang menjadi daerah prioritas.

BNPP juga perlu mengarahkan kementerian/lembaga terkait, yang menerima anggaran untuk mendukung pembangunan di daerah perbatasan, agar penggunaannya tepat sasaran. “Di pulau ini (membutuhkan) pembangunan, misalnya cold storage, atau membantu nelayan, dan lain-lain. Uangnya berarti di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) harus dialirkan ke sana (kebutuhan tersebut),” ujar Mendagri yang juga Kepala BNPP dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2023 di Ballrom Hotel Discovery Ancol, Kamis (25/5/2023).

Mendagri mengatakan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembangunan di daerah perbatasan. Jumlah anggaran itu beragam setiap tahunnya. Pada 2020, kata dia, Bappenas menganggarkan kurang lebih Rp9,4 triliun, Rp8,9 triliun pada 2021, Rp10,5 triliun pada 2022, dan Rp7,7 triliun pada 2023. Anggaran tersebut disebar ke sekitar 27 kementerian/lembaga.

“Kami sudah melakukan banyak pendekatan kepada Bappenas untuk mengalokasikan anggaran untuk membangun perbatasan, uangnya tidak perlu di BNPP, BNPP hanya lembaga koordinator,” ujar Mendagri.

Dia menekankan, jangan sampai anggaran yang sudah diberikan tersebut tidak digunakan untuk mendukung pembangunan di daerah perbatasan. Karena itu, rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dibutuhkan untuk menyamakan persepsi. “Jadi koordinasi mulai dari perencanaan untuk sasaran mana dan uangnya berapa, kementerian/lembaga mana yang mengerjakan, dan kemudian juga berembuk dengan pemerintah daerah,” terang Mendagri.

Koordinasi itu diharapkan dapat membuat anggaran betul-betul dimanfaatkan untuk pembangunan di daerah perbatasan. “Untuk itulah Rapat Koordinasi (Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2023) ini kami anggap menjadi sangat penting, dan di samping melakukan evaluasi yang sudah jalan apa yang kita lakukan di sisa tahun anggaran ini agar lebih fokus, sekaligus juga untuk perencanaan tahun depan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pengarah BNPP yang juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, perbatasan negara merupakan beranda depan yang merepresentasikan wajah bangsa dan kemajuan Indonesia. Karena itu, pembangunan perbatasan terus dilakukan oleh kementerian dan lembaga secara simultan dan terarah di bawah koordinasi BNPP. Berdasarkan laporan yang diterima dan hasil pengamatannya di lapangan, Menkopolhukam menilai kondisi perbatasan negara sudah mengalami perubahan menuju arah yang lebih baik.

“Saya dapat menyimpulkan bahwa secara bertahap wajah perbatasan kita ini sudah berubah menuju ke arah yang lebih baik, sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandas Mahfud.

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
Dugaan Korupsi BUKP Tegalrejo, Kejati DIY Tetapkan Tersangka dan Temukan Kerugian Rp2,7 Miliar
Potensi Budaya Sunda Digali, RW 14 Pekayon Jaya Diproyeksikan Jadi Kampung Tematik
Warga Terdampak Erupsi Merapi Terima Sertifikat Huntap dari Gubernur DIY
Saluran Air Menyempit, Tri Adhianto Tinjau Langsung Perumahan Mandosi Permai
Talud Bronjong Rampung, Tebing Kali Kuning Kini Lebih Kokoh
Kasus Keracunan MBG, KPH AKSI Desak Penanganan dan Pengusutan Secara Tuntas
Sambut Hari Batik, 1.001 Pembatik Padati Malioboro

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:12 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Rabu, 30 September 2026 - 08:53 WIB

Dugaan Korupsi BUKP Tegalrejo, Kejati DIY Tetapkan Tersangka dan Temukan Kerugian Rp2,7 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 08:50 WIB

Potensi Budaya Sunda Digali, RW 14 Pekayon Jaya Diproyeksikan Jadi Kampung Tematik

Rabu, 30 September 2026 - 08:37 WIB

Warga Terdampak Erupsi Merapi Terima Sertifikat Huntap dari Gubernur DIY

Rabu, 30 September 2026 - 08:31 WIB

Saluran Air Menyempit, Tri Adhianto Tinjau Langsung Perumahan Mandosi Permai

Berita Terbaru