Kemendagri Ajak Masyarakat Pahami Sistem Pemilu dari Perspektif Ilmu Pengetahuan

Rabu, 7 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Jakarta, Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar webinar mingguan serial dialog Pemilu 2024, Rabu (7/6/2023). Webinar kali ini mengusung tema “Memahami Sistem Pemilu dari Perspektif Ilmu Pengetahuan dan Referensi Pelaksanaan di Berbagai Negara di Dunia”.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal (Dirjen) Polpum Kemendagri Bahtiar mengatakan, webinar kali ini digelar sebagai semangat untuk mengajak publik memahami sistem pemilu dari perspektif pengetahuan. Menurut dia, berdasarkan sudut pandang ilmu pengetahuan, sistem kepemiluan tidak hanya sebatas sistem proporsional, melainkan banyak sistem lain dengan beragam varian yang diterapkan negara-negara lainnya di dunia.

“Baik sistem, misalnya pluralitas/mayoritas, sistem proposional itu sendiri, sistem campuran, sistem distrik maupun sistem-sistem lainnya,” ujar Bahtiar.

Menurutnya, sistem pemilu yang dianut sebuah negara tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki tujuan tertentu. Hal ini didasarkan kepada sistem ketenagaraan dan sistem pemerintahan yang diusung oleh negara itu. Sistem kepemiluan yang diterapkan oleh suatu negara juga dibangun untuk memperkuat sistem lainnya, seperti sistem kepartaian, ketatanegaraan, pemerintahan daerah, maupun sistem pemerintahan.

Bahtiar berharap, melalui webinar kali ini masyarakat dapat memperoleh pencerahan dari diskusi para pakar. Pasalnya, selama ini kebanyakan masyarakat cenderung memahami sistem kepemiluan hanya sebatas kepada sistem proporsional. Oleh karena itu, Bahtiar mengajak jajaran aparatur di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang mengikuti webinar tersebut untuk membantu upaya sosialisasi kepada masyarakat.

“Pengetahuan yang diberikan oleh para narasumber untuk kita tularkan kepada masyarakat kita. Supaya masyarakat kita menjadi masyarakat yang cerdas,” tambahnya.

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. R. Siti Zuhro yang merupakan salah satu narasumber pada webinar ini menjelaskan, sistem pemilu proporsi terbuka maupun tertutup sejatinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam konteks situasi di Indonesia yang penduduknya relatif komunal permisif, tanggung jawab menentukan sistem pemilu lebih banyak ditekankan kepada partai politik.

Alasannya, partai politik merupakan user dari pemilu. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar dilakukan pembenahan dari partai politik. “Dan ini berkaitan dengan penataan sistem perwakilan dan partai politik serta sistem kepemiluan yang ideal, yang akan membawa bangsa ini lebih maju di masa mendatang,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, webinar kali ini mengundang sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Di antaranya, Prof. Ramlan Surbakti dari Universitas Airlangga, Titi Anggraini dari Perludem, Prof. R. Siti Zuhro dari BRIN, Zainal Arifin Mochtar dari Universitas Gadjah Mada, dan Ferry Daud Liando dari Universitas Sam Ratulangi.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Perkuat Soliditas Pemerintahan, Mendagri Tito Hadiri Sidang Kabinet Paripurna Pembahasan Arahan Presiden
Jadi Garda Terdepan Kesehatan, Ketum TP Posyandu Dorong Apresiasi Kader dan Penguatan Hak Anak
Hemat Pelesiran ke Jogja: Cara Naik Kereta Api Rute Jakarta–Jogja Cuma Rp82 Ribu
Pembangunan Tak Boleh Merusak Lingkungan, Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Buat Kebijakan Hijau
Strategi BSKDN Kemendagri: Dorong Ekosistem Inovasi Daerah Demi Target Ekonomi 8 Persen
Perluas Akses Pendidikan, Wamendagri Bima Arya Minta Sekolah Rakyat Rangkul Anak Marjinal
Bangkit Pascabencana: Pemerintah Dorong Pembangunan Huntap dan Pemulihan Sektor Perikanan Sumatera
Perkuat Benteng Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus Dorong Optimalisasi Auditor Forensik Digital

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Perkuat Soliditas Pemerintahan, Mendagri Tito Hadiri Sidang Kabinet Paripurna Pembahasan Arahan Presiden

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Jadi Garda Terdepan Kesehatan, Ketum TP Posyandu Dorong Apresiasi Kader dan Penguatan Hak Anak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hemat Pelesiran ke Jogja: Cara Naik Kereta Api Rute Jakarta–Jogja Cuma Rp82 Ribu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Pembangunan Tak Boleh Merusak Lingkungan, Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Buat Kebijakan Hijau

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Strategi BSKDN Kemendagri: Dorong Ekosistem Inovasi Daerah Demi Target Ekonomi 8 Persen

Berita Terbaru