DBD Mengintai Warga Kota Bekasi, DPRD Minta Pemkot Tingkatkan Upaya Pencegahan dan Penanganan
JABAROKENEWS.COM – Kota Bekasi, Awal tahun 2024 menjadi periode yang mengkhawatirkan bagi warga Kota Bekasi. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) melonjak tajam, menyebabkan 20 orang meninggal dunia dan banyak pasien dirawat intensif di rumah sakit. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk para wakil rakyat di Kota Bekasi.
Sodikin, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera mengambil tindakan darurat dalam menangani lonjakan kasus DBD ini.
“Saya meminta kepada pemerintah daerah Pj. Walikota Bekasi untuk serius menanganinya bila dipandang perlu untuk melakukan darurat DBD,” ujarnya, dikutip Selasa (4/6/2024).
Sodikin, yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Bekasi dalam Pemilu 2024, juga mengimbau Dinas Kesehatan untuk segera melakukan upaya pencegahan melalui kerja nyata di masyarakat. Ia mengusulkan langkah-langkah konkret seperti fogging dan pemberdayaan tim jumantik (juru pemantau jentik) untuk memberantas sarang nyamuk secara efektif.
“Kasihan sekarang RT, RW melakukan upaya penyemprotan melalui mandiri,” jelasnya.
Selain fogging dan pemberdayaan tim jumantik, Sodikin juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait untuk mengatasi wabah DBD ini.
“Kampanye kesadaran akan bahaya DBD dan cara pencegahannya harus terus digalakkan, agar masyarakat semakin sadar dan aktif dalam upaya pemberantasan nyamuk,” tegasnya.
Lonjakan kasus DBD di Kota Bekasi ini menjadi pengingat penting bagi Pemkot Bekasi untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat. Tindakan cepat dan terarah, serta kolaborasi yang kuat antara semua pihak, sangat diperlukan untuk mengendalikan wabah ini dan mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.(*)

