Kepala Daerah Ditantang Wujudkan Swasembada Pangan dan Kurangi Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Magelang – Isu kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan yang perlu diatasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah (Pemda). Berbagai upaya konkret mutlak dibutuhkan agar persoalan tersebut dapat ditangani dengan baik.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, saat ini pemerintah tengah berupaya keras untuk mengatasi persoalan tersebut. Sejumlah kebijakan juga terus diperkuat seperti penyaluran bantuan sosial (bansos), memperluas pembukaan lapangan pekerjaan, pemberian subsidi energi bagi kalangan yang membutuhkan, dan meningkatkan layanan sosial.

Oleh karena itulah, Menko Muhaimin mengajak para kepala daerah untuk menuntaskan persoalan itu. “Karena itu mari para kepala daerah, kita bahu-membahu bersatu padu untuk mempercepat penanganan,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Retret Kepala Daerah 2025 di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2025).

Dia mengimbuhkan, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat secara khusus mendapatkan tugas besar untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan. Pihaknya optimistis, dengan kerja sama semua pihak, utamanya pemerintah pusat dan daerah langkah tersebut dapat terealisasikan dengan baik.

“Karena ini program nasional, saya dan Bapak/Ibu Kepala Daerah tentu harus memiliki kebersamaan agar target graduasi, menaikkan kelas dari kemiskinan menuju berdaya [dapat tercapai],” ujar Menko Muhaimin.

Sementara itu, tantangan berikutnya yang harus dioptimalkan kepala daerah yakni bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, upaya swasembada pangan perlu menjadi perhatian semua pihak. Hal itu menjadi krusial lantaran dapat memicu krisis berkepanjangan apabila tidak ditangani dengan benar.

“Manakala terjadi krisis pangan itu akan melompat krisis politik dan konflik sosial terjadi. Sehingga Bapak Presiden memerintahkan pada kami. Pada saat kami dilantik, dipanggil oleh beliau (Presiden Prabowo), ‘Pak Mentan tolong capai swasembada [pangan]’,” imbuhnya.

Amran menyebutkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan. Saat sejumlah daerah di Indonesia dilanda El Nino, pihaknya bekerja sama dengan jajaran TNI/Polri untuk melakukan pompanisasi ke sejumlah lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Dengan upaya tersebut hasil panen para petani dapat terjaga dengan baik.

“Kami seorang Menteri Pertanian sukses. Tidak pernah bisa berhasil tanpa kolaborasi, tanpa bupati, tanpa gubernur, tanpa wali kota,” tandasnya.(wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Sambut HUT TNI, Kodim Wonosobo Gelar Bakti Sosial Sunatan Massal Bagi 14 Anak
Didukung Kemenbud dan LPDP, Auranala Siap Pentaskan Musik Jawa di Busan Performing Arts Festival 2026
‎WNA India Lapor Kapolres, Polisi Cek Perempuan Kudus hingga Kondusif
Lewat “Ada Aku”, Tiya Rima Sampaikan Pesan tentang Dukungan dan Tempat Pulang
Warga Pokoh Kidul Diedukasi Mahasiswa UGM soal Bahaya Penipuan Digital
Setelah 18 Tahun Absen, Slank Kembali Manggung di Purwokerto dalam Tour “Hey Slank”
Polri Kembangkan Ekosistem Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Kebutuhan Tugas
Festival Literasi Pekalongan: Waspadai Jebakan Algoritma di Balik Ilusi Melek Digital

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Sambut HUT TNI, Kodim Wonosobo Gelar Bakti Sosial Sunatan Massal Bagi 14 Anak

Minggu, 20 September 2026 - 01:20 WIB

Didukung Kemenbud dan LPDP, Auranala Siap Pentaskan Musik Jawa di Busan Performing Arts Festival 2026

Jumat, 18 September 2026 - 10:50 WIB

‎WNA India Lapor Kapolres, Polisi Cek Perempuan Kudus hingga Kondusif

Sabtu, 12 September 2026 - 14:37 WIB

Lewat “Ada Aku”, Tiya Rima Sampaikan Pesan tentang Dukungan dan Tempat Pulang

Sabtu, 12 September 2026 - 09:50 WIB

Warga Pokoh Kidul Diedukasi Mahasiswa UGM soal Bahaya Penipuan Digital

Berita Terbaru