Holding Perkebunan Nusantara Dorong Ekonomi Lokal, PTPN I Regional 2 Hidupkan Puluhan UMKM di Rengganis Suspension Bridge

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Bandung – Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis pemberdayaan lokal.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut terlihat di Spekta Rengganis Suspension Bridge, jembatan gantung sepanjang 370 meter dengan ketinggian 75 meter yang terletak di kawasan wisata Kebun Teh Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sejak resmi dibuka, jembatan wisata milik PTPN I Regional 2 itu tak pernah sepi pengunjung. Wahana ekstrem yang membentang di atas lembah menuju Kawah Rengganis ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Bagi wisatawan yang membutuhkan waktu untuk “mengumpulkan nyali” sebelum melintasi jembatan, area parkir di sekitar lokasi kini dipenuhi oleh puluhan warung dan kios milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PTPN I Regional 2 bersama PT Prakarsa Mulia selaku pengelola kawasan.

“Mereka adalah pelaku usaha lokal yang kami rekrut dan koordinasikan agar dapat tumbuh bersama. Komitmen kami adalah memastikan keberadaan perusahaan memberi efek ekonomi nyata dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar Desmanto, Region Head PTPN I Regional 2, di Bandung, Senin (20/10/2025).

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampaknya adalah Eko Marta Wijaya (39), Ketua UMKM area parkir Rengganis, yang juga pemilik Warung Kopi “Mang Eko”.
“Sejak kawasan wisata ini dikembangkan, kami direlokasi dari bawah dekat kawah ke area parkir baru dan diberikan warung sekaligus tempat tinggal tanpa dipungut biaya. Sekarang, rata-rata penghasilan teman-teman bisa mencapai Rp1 juta per minggu. Alhamdulillah, usaha kami berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan juga menyediakan fasilitas pendukung seperti pengangkutan sampah dan penataan area usaha agar lingkungan tetap bersih dan tertib.

Komitmen Sosial dan Ekonomi BUMN

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata Rengganis menjadi bukti nyata bagaimana aset BUMN dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

“Kemitraan ini adalah manifestasi komitmen perusahaan dalam menjalankan fungsi sosial dan ekonomi. PTPN I melalui aset Regional 2 berkomitmen penuh memajukan UMKM dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kami ingin masyarakat lokal menjadi subjek utama pembangunan pariwisata,” kata Aris.

Lebih lanjut, ia menyebut keberhasilan model kemitraan ini merupakan perwujudan nyata dukungan Holding Perkebunan Nusantara terhadap agenda pembangunan nasional berbasis inklusivitas ekonomi.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penyediaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pengentasan kemiskinan melalui pembangunan berbasis desa.

“Program pengembangan pariwisata berbasis masyarakat ini secara langsung merefleksikan dua cita-cita utama Presiden Prabowo. Pertama, kami menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan mendorong kewirausahaan melalui pemberdayaan UMKM lokal serta penyerapan tenaga kerja pemuda setempat hingga 90 persen,” ujar Teddy.

Ia menambahkan, kemitraan dengan masyarakat ini merupakan langkah konkret untuk membangun dari bawah. “Dengan menyediakan infrastruktur warung, tempat tinggal, dan kebijakan bebas iuran, kami memastikan masyarakat asli menjadi penerima manfaat utama dari kemajuan kawasan wisata ini,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Berawal dari Rakit Bambu, MRC No One Knows Kini Berlabuh di Bunga Ayu
PWI LS Jabar Dikukuhkan di Indramayu, Anton Charliyan Tekankan Dakwah Berbasis Budaya
Pusat Kebudayaan Tionghoa Jabar Diresmikan, Dedi Mulyadi Dorong Kolaborasi dengan Budaya Sunda
Peringati HUT ke-81 RI, Lapas Sumedang Berikan Remisi kepada 161 Warga Binaan
Bekasi Teguhkan Tata Kelola Bersih, Wali Kota Tanda Tangani Komitmen dengan KPK dan ATR/BPN
Ketua Ratu KDM Jabar Hadiri Sedekah Bumi Desa Situsari, Dukung Pelestarian Budaya Sunda
CFD Kabupaten Bogor Semakin Semarak dengan Festival Tetangga 2 Bertema “Rumah Pertama, Karakter Utama”
Masyarakat Kampung Adat Kuta Ciamis Usulkan Perbaikan Infrastruktur dan Perlindungan Tanah Ulayat ke Pemprov Jabar

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 13:07 WIB

Berawal dari Rakit Bambu, MRC No One Knows Kini Berlabuh di Bunga Ayu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:54 WIB

PWI LS Jabar Dikukuhkan di Indramayu, Anton Charliyan Tekankan Dakwah Berbasis Budaya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Pusat Kebudayaan Tionghoa Jabar Diresmikan, Dedi Mulyadi Dorong Kolaborasi dengan Budaya Sunda

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Peringati HUT ke-81 RI, Lapas Sumedang Berikan Remisi kepada 161 Warga Binaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Bekasi Teguhkan Tata Kelola Bersih, Wali Kota Tanda Tangani Komitmen dengan KPK dan ATR/BPN

Berita Terbaru

Yogyakarta

GKR Bendara Kembali Dipercaya Pimpin DPD PUTRI DIY hingga 2030

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:12 WIB