Warga Gunungkidul Keluhkan Lambannya Penegakan Hukum Kasus TKD Siraman

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Gunungkidul – Penantian panjang penegakan hukum atas dugaan korupsi alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) Siraman, Gunungkidul, mendorong seorang warga angkat suara.
‎
‎Totok Suhermanto memilih jalur surat terbuka, menyasar Presiden RI Prabowo Subianto hingga pucuk pimpinan Polri.
‎
‎Ia menyebut kegelisahan itu bukan semata persoalan pribadi, melainkan suara masyarakat desa yang menunggu keadilan.
‎
‎“Hingga hari ini, kami belum melihat ujung dari penanganan kasus ini,” tulis Totok dalam suratnya tertanggal 23 Januari 2026.
‎
‎Ia menegaskan, perkara yang ditangani Polres Gunungkidul sejak 2021 itu menyangkut dugaan korupsi oleh oknum pengelola BUMDes pada masa tersebut.
‎
‎Totok membeberkan bahwa audit kerugian negara dari Inspektorat Gunungkidul telah rampung dan diserahkan kepada penyidik.
‎
‎Puluhan saksi pun telah dimintai keterangan.
‎
‎“Secara administrasi dan pembuktian, kasus ini sudah cukup terang. Tinggal keberanian untuk menuntaskannya,” katanya.
‎
‎Namun, di balik proses hukum yang berjalan lambat itu, Totok mengaku mengalami tekanan.
‎
‎Ia menyebut adanya upaya intimidasi hingga potensi kriminalisasi terhadap dirinya sebagai pelapor.
‎
‎“Saya khawatir penegakan hukum justru berbalik arah, bukan menyasar pelaku, tetapi pelapor,” tulisnya, seraya meminta perlindungan hukum.
‎
‎Surat terbuka itu menjadi penanda penting relasi antara warga dan negara.
‎
‎Totok berharap Presiden, Kapolri, Kapolda DIY, hingga Kapolres Gunungkidul yang baru menjabat, tidak membiarkan kasus ini mengendap.
‎
‎“Keadilan yang ditunda adalah keadilan yang disangkal,” tulisnya menutup surat, berharap hukum benar-benar berdiri tegak di atas kepentingan publik.

(waw)

Berita Terkait

250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi
GPM Soroti Sumbangan Komite MTsN 9 Sleman, Tekankan Prinsip Sukarela
Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Semarakkan Kota Jogja
Sipotik Ungkap 700 Kasus Pengambilan Ganda Psikotropika di Sleman
UMY Corner Hadir di SMAN 1 Sedayu, Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan Lebih Luas
Tarkeeb, Aplikasi AI Belajar Nahwu Karya Mahasiswa UMY, Raih Juara 1 di KMI Expo XVII 2026
UMY dan MCUT Taiwan Teken MoA, Buka Peluang Kolaborasi Internasional
Hampir 60 Ribu Penerima Beasiswa, The Future Fest 2026 Dorong Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:42 WIB

GPM Soroti Sumbangan Komite MTsN 9 Sleman, Tekankan Prinsip Sukarela

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Semarakkan Kota Jogja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Sipotik Ungkap 700 Kasus Pengambilan Ganda Psikotropika di Sleman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Tarkeeb, Aplikasi AI Belajar Nahwu Karya Mahasiswa UMY, Raih Juara 1 di KMI Expo XVII 2026

Berita Terbaru