Ngabuburit Budaya Warnai PBTY XXI 2026 di Jantung Kota Yogyakarta

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jogja – Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI Tahun 2026 kembali hadir sebagai agenda budaya tahunan yang kian menguatkan identitas toleransi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
‎
Diselenggarakan Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC), perhelatan ini tak sekadar merayakan Imlek, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas budaya.
‎“PBTY adalah simbol kebersamaan dalam keberagaman,” demikian ditegaskan panitia.
‎
Mengusung tema “Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa”, PBTY XXI terasa istimewa karena bertepatan dengan Ramadan 1447 H. Selama 25 Februari hingga 3 Maret 2026, kawasan Pecinan Ketandan dan Jalan Suryatmajan disulap menjadi ruang inklusif berbasis budaya.
‎“Kami kemas konsep ngabuburit budaya agar masyarakat bisa menanti berbuka dengan suasana hangat, edukatif, dan penuh toleransi,” ujar perwakilan JCACC.
‎
Rangkaian kegiatan pun terbilang lengkap: karnaval budaya 28 Februari 2026 dari Gedung DPRD DIY hingga Titik Nol Kilometer, pameran sejarah Pandu Tionghoa dan Wayang Po Tay Hee, atraksi liong dan barongsai, hingga pentas seni kolaboratif tujuh hari penuh. “Kolaborasi seni Tionghoa dan lokal menjadi kekuatan utama PBTY tahun ini,” kata panitia.
‎
Bahkan, panggung utama kini menempati lokasi baru di pertigaan Ketandan–Melia Purosani. Tak hanya seni budaya, PBTY XXI juga menggeliatkan ekonomi rakyat. Sebanyak 172 stan bazar kuliner dan pernak-pernik Imlek disiapkan untuk pelaku UMKM.
‎
Beragam lomba anak dan remaja turut digelar, dari tari kreasi, modern dance, lomba menyanyi Mandarin, hingga kompetisi kostum Tionghoa. “Event ini mendorong pariwisata sekaligus menggerakkan sektor UMKM dan jasa akomodasi,” ungkap panitia optimistis.
‎
Melalui konsep ngabuburit sehat seperti taichi, zumba, dongeng anak, hingga NgabubuRun, PBTY XXI 2026 menegaskan bahwa budaya adalah kekuatan bangsa.
‎Di tengah Ramadan, Jogja kembali memberi teladan tentang harmoni. “Warisan budaya bukan hanya untuk dirawat, tetapi untuk mempersatukan,” tutup penyelenggara.(waw)

Berita Terkait

250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi
GPM Soroti Sumbangan Komite MTsN 9 Sleman, Tekankan Prinsip Sukarela
Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Semarakkan Kota Jogja
Sipotik Ungkap 700 Kasus Pengambilan Ganda Psikotropika di Sleman
UMY Corner Hadir di SMAN 1 Sedayu, Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan Lebih Luas
Tarkeeb, Aplikasi AI Belajar Nahwu Karya Mahasiswa UMY, Raih Juara 1 di KMI Expo XVII 2026
UMY dan MCUT Taiwan Teken MoA, Buka Peluang Kolaborasi Internasional
Hampir 60 Ribu Penerima Beasiswa, The Future Fest 2026 Dorong Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:42 WIB

GPM Soroti Sumbangan Komite MTsN 9 Sleman, Tekankan Prinsip Sukarela

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Semarakkan Kota Jogja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:56 WIB

UMY Corner Hadir di SMAN 1 Sedayu, Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan Lebih Luas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Tarkeeb, Aplikasi AI Belajar Nahwu Karya Mahasiswa UMY, Raih Juara 1 di KMI Expo XVII 2026

Berita Terbaru