Kearifan Leluhur Tegal Dinilai Penting untuk Menjaga Alam di Era Modern

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman – Sarasehan budaya yang membahas relasi budaya Tegal dengan tatanan besar kebudayaan Nuswantara menyoroti kuatnya pesan leluhur dalam menjaga alam.

Diskusi bertajuk “Mangku Pancuran Sewu: Telaah atas Relasi Budaya Tegal terhadap Tatanan Besar Kebudayaan Nuswantara” ini digelar di sebuah kafe di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman.

Dewan Pengarah Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal Teguh Puji Hartono menyebut Tegal sejak lama menjadi ruang pertemuan berbagai budaya dari penjuru Nusantara hingga dunia.

“Sejarah kawasan ini memangku berbagai macam kebudayaan dari bang wetan maupun bang kulon, bahkan dunia,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Teguh juga menyinggung pesan penting dari tokoh pendiri Tegal, Ki Gede Sebayu, yang menempatkan air sebagai simbol utama kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di Tegal sejak dahulu memiliki filosofi kuat terkait pengelolaan alam.

“Pemimpin Tegal itu harus bisa menata jalannya air,” kata Teguh menirukan pesan leluhur tersebut yang tidak hanya bermakna pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga tata kehidupan masyarakat.

Sementara itu, alumnus UGM Dr Mohammad Eka Yulianto menilai masyarakat modern saat ini mulai menjauh dari pengetahuan leluhur yang sebenarnya sarat makna ekologis.

Menurutnya, dominasi cara pandang Barat dalam ilmu pengetahuan sering membuat kearifan lokal dipandang sekadar tradisi tanpa dasar ilmiah. “Kita ini sudah berjarak pada pengetahuan, khususnya pengetahuan leluhur,” ujarnya.

Dosen Teknik Geologi Universitas Mulawarman Dr Retno Anjarwati menambahkan bahwa kawasan lereng Gunung Slamet memiliki karakter batuan vulkanik yang subur namun rentan longsor.

Karena itu, ia menilai kearifan lokal perlu dihidupkan kembali agar masyarakat lebih sadar menjaga lingkungan.

Senada dengan itu, budayawan Ki Herman Sinung Janutama menegaskan posisi Tegal sangat penting dalam peta kebudayaan Nusantara.

“Berbicara Tegal identitasnya berbeda dengan yang lain karena posisinya berada di tengah Pulau Jawa,” ujarnya.

Teguh pun menutup diskusi dengan menekankan pentingnya membangun kembali infrastruktur kebudayaan agar pengetahuan tradisi dapat hidup dan membimbing kebijakan pembangunan yang lebih bijak.(waw)

Berita Terkait

Andityas Hercahyono alias KIM Rayakan Usia ke-48, Perjalanan Pengusaha dan Musisi
Vaksinasi Rabies Gratis di Yogyakarta Sasar Hewan Peliharaan di 24 Kelurahan
Panggung “Bintang Masa Depan #168” Menyapa Jogja, Aldi Taher dan Yunan Helmi Dipastikan Tampil
HUT ke-56, Budi Santosa Ajak Jajaran Pemkot Yogyakarta Bekerja Kompak dan Nyata
Syauqi Tekankan Nilai Pancasila sebagai Fondasi Resiliensi Relawan MDMC
Proyek Sekolah di Rejowinangun Timbulkan Masalah, Empat Motor Warga Terkena Cor
Kasus Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman, Kuasa Hukum Desak Polisi Segera Bertindak
Densus 88 Edukasi 70 Kepala Sekolah Gunungkidul tentang Bahaya IRET

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:36 WIB

Andityas Hercahyono alias KIM Rayakan Usia ke-48, Perjalanan Pengusaha dan Musisi

Rabu, 16 September 2026 - 10:57 WIB

Vaksinasi Rabies Gratis di Yogyakarta Sasar Hewan Peliharaan di 24 Kelurahan

Rabu, 16 September 2026 - 10:57 WIB

Panggung “Bintang Masa Depan #168” Menyapa Jogja, Aldi Taher dan Yunan Helmi Dipastikan Tampil

Rabu, 16 September 2026 - 08:28 WIB

HUT ke-56, Budi Santosa Ajak Jajaran Pemkot Yogyakarta Bekerja Kompak dan Nyata

Rabu, 16 September 2026 - 08:21 WIB

Syauqi Tekankan Nilai Pancasila sebagai Fondasi Resiliensi Relawan MDMC

Berita Terbaru