Pemulihan Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Terus Dipercepat

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Aceh – Bencana hidrometeorologi yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu ikut berdampak pada fasilitas kesehatan di tiga provinsi tersebut.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat ada 3.476 fasilitas kesehatan yang terdampak bencana. Jumlah itu terdiri dari 87 Rumah Sakit Pemerintah, 867 Puskesmas, dan 2.522 Puskesmas Pembantu (Pustu). Namun, gerak cepat Satgas PRR membuat seluruh RS Pemerintah dan Puskesmas kini telah beroperasi secara penuh, tinggal 21 Pustu yang kini masih dalam tahap pembersihan dan renovasi.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi gerak cepat Kementerian Kesehatan dalam memastikan fasilitas kesehatan pulih dengan cepat, sehingga ikut menunjang proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

“Saya melihat fasilitas kesehatan, khususnya RSUD, semuanya berjalan paling cepat dibandingkan sektor yang lain. Pak Menkes turun langsung ke lapangan, mengirim banyak relawan bahkan sampai ke daerah pegunungan,” kata Tito saat peresmian penyaluran bantuan ambulans dan alat kesehatan untuk wilayah bencana di Kementerian Kesehatan, Kamis (12/3/2026)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pihaknya mengupayakan seluruh fasilitas kesehatan terdampak segera beroperasi di momen awal pascapemulihan bencana. Hal itu untuk memastikan, warga terdampak bisa segera mengakses layanan kesehatan. Kemenkes juga bergerak cepat dengan menurunkan relawan kesehatan yang tergabung dalam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) yang diturunkan secara bergelombang di lokasi bencana.

“Dalam waktu dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah kembali beroperasi. Untuk puskesmas, hampir seluruhnya berfungsi kembali dalam waktu empat minggu. Jadi, dalam waktu sekitar satu bulan, layanan kesehatan dasar pada dasarnya sudah berjalan normal,” kata Budi.

Satgas PRR juga bergerak cepat memberikan bantuan bagi sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya rusak akibat bencana banjir di tiga provinsi terdampak. Saat ini, sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan pencairan dana perbaikan rumah dari pemerintah.

“Setelah fasilitas medis beres, perhatian utama kita adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3.000 nakes yang rumahnya rusak. Bagaimana mereka dokter, perawat, maupun bidan bisa bekerja optimal melayani masyarakat jika mereka sendiri masih harus memikirkan rumahnya yang rusak,” ujar Budi.

Untuk perbaikan rumah, Satgas PRR melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyalurkan bantuan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang dengan opsi pembangunan kembali rumah oleh Kementerian Perumahan.

Selain perbaikan rumah, nakes terdampak juga berhak mendapatkan bantuan perorangan dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut mencakup uang lauk-pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabotan Rp3 juta, dan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

@gerbangpatriot

 

Berita Terkait

Mendagri Tito Teken SEB, Dorong Digitalisasi Layanan Haji Berbasis Data Kependudukan
Pascagempa NTT, TP PKK dan TP Posyandu Hadir Perkuat Pemulihan Warga
Tak Sekadar Layanan Kesehatan, Posyandu Manggarai Timur Dorong Pemenuhan 6 SPM
Cegah Regulasi Tumpang Tindih, Kemendagri Jamin Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha
Mendagri Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Dukungan bagi Penyelenggaraan Haji dan Umrah
TP PKK dan Posyandu Pusat Peduli Korban Gempa di NTT, Bantuan Disalurkan ke Manggarai
Dari Pusat ke Ruteng: TP PKK Hadir Menyapa dan Menyalurkan Bantuan bagi Korban Bencana
TP Posyandu Pusat dan TP PKK Perkuat Peran Posyandu Beawaek NTT dalam Pelaksanaan 6 SPM

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Mendagri Tito Teken SEB, Dorong Digitalisasi Layanan Haji Berbasis Data Kependudukan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Pascagempa NTT, TP PKK dan TP Posyandu Hadir Perkuat Pemulihan Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Tak Sekadar Layanan Kesehatan, Posyandu Manggarai Timur Dorong Pemenuhan 6 SPM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Cegah Regulasi Tumpang Tindih, Kemendagri Jamin Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Mendagri Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Dukungan bagi Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Berita Terbaru

Yogyakarta

FKPPAI DIY Angkat Warisan Leluhur dan Budaya Nusantara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:19 WIB