JABAROKENEWS.COM, Jogja – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menantang Karang Taruna memperkuat aksi sosial agar keberadaan organisasi kepemudaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Hasto saat menghadiri Karang Taruna Kota Yogyakarta Berselawat dan Kirim Doa untuk Para Leluhur di Grha Pandawa,
Balai Kota Yogyakarta, Jumat (9/10/2026).
Hasto mengapresiasi kontribusi Karang Taruna sebagai mitra pemerintah dalam menangani persoalan sosial, sekaligus mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Semangat baru untuk bergerak dan berdampak ini menjadi hal yang sangat penting,” ujar Hasto saat menyampaikan pesannya kepada jajaran Karang Taruna.
Ia menegaskan, dampak kegiatan kepemudaan harus terukur melalui tindakan konkret, bukan sekadar program seremonial yang selesai tanpa meninggalkan manfaat berkelanjutan.
“Dampaknya harus benar-benar terasa, konkret, dan dilaksanakan melalui aksi nyata,” tegasnya, mengingatkan pentingnya konsistensi pengabdian generasi muda bagi lingkungan sekitar.
Pernyataan tersebut menjadi tantangan bagi Karang Taruna untuk memperkuat program sosial, membangun kepedulian, dan memastikan setiap kegiatan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Hasto berharap Karang Taruna berkembang menjadi organisasi yang melahirkan generasi tangguh, kreatif, dan berdaya saing dalam menghadapi berbagai tantangan sosial perkotaan.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat, terutama kalangan muda, merupakan modal penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Kota Yogyakarta.
Ia menilai energi, kreativitas, dan keberanian anak muda dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan solusi baru bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, Hasto mendorong pengurus dan anggota Karang Taruna terus terlibat dalam kegiatan sosial yang manfaatnya bisa dirasakan warga secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyinggung berbagai program kepedulian sosial yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta.
Program tersebut mencakup bantuan bagi warga kurang mampu, dukungan kepada keluarga yang belum memiliki rumah, serta santunan pendidikan bagi anak-anak membutuhkan.
Menurut Hasto, kepedulian terhadap kelompok rentan harus diwujudkan melalui langkah nyata agar masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan sesuai kebutuhan mereka.
Ia mengungkapkan, penggalangan dana untuk berbagai kegiatan sosial tersebut telah menghimpun sekitar Rp910 juta melalui partisipasi sejumlah pihak.
Dana tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen dapat memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang membutuhkan.
Hasto berharap semangat gotong royong tersebut terus diperkuat, sehingga pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta, Yuliantono, mengatakan kegiatan berselawat dan kirim doa menjadi momentum memperkuat harapan bagi masa depan bangsa.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta yang mengusung tema tentang keaslian dan hal-hal konkret,” ujarnya.
Yuliantono berharap doa bersama tersebut menguatkan kebersamaan sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati leluhur dalam perjalanan membangun bangsa dan daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Karang Taruna diharapkan semakin memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, serta pengabdian nyata untuk masyarakat Kota Yogyakarta.
Pesan Hasto kini menjadi pekerjaan rumah bagi generasi muda: membuktikan semangat bergerak dan berdampak melalui tindakan konsisten, terukur, serta bermanfaat.(waw)















