YKHC Usung Konsep Hadroh Modern untuk Dekatkan Salawat dengan Generasi Muda

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jogja – Fenomena viral lantunan salawat yang dibawakan musisi Kunto Aji di Masjid Jogokariyan belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

‎Momen tersebut menghadirkan nuansa berbeda karena diiringi oleh YogyaKarta Hadroh Clan (YKHC), grup hadrah nyentrik asal Yogyakarta yang memadukan musik tradisional dengan sentuhan modern.

‎Grup ini digagas oleh Wowok, yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis ERWE Band.

‎“Saya pribadi memaknai salawat sebagai amalan yang mudah tapi punya fadilah besar, baik dunia maupun akhirat,” ungkap Wowok, Sabtu (14/3/2026).

‎Wowok menuturkan, keinginannya membentuk grup hadrah sebenarnya sudah lama muncul dalam batinnya.

‎Namun ia mengaku perlu waktu untuk merenung dan melakukan istikharah agar langkah yang diambil tetap berakar pada tujuan utama, yakni bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

‎“Saya tidak ingin kalau nanti terbentuk, grup ini justru tercerabut dari akarnya sebagai medium untuk bersalawat,” ujarnya.

‎Keputusan itu akhirnya diwujudkan bersama rekannya, Gandoz, yang kemudian mengajak sejumlah musisi dan pelaku seni di Yogyakarta untuk bergabung.

‎YogyaKarta Hadroh Clan resmi terbentuk pada Agustus 2024 dan mulai tampil di panggung publik pada Oktober 2024 dalam ajang KUSTOMFEST.

‎“Kalau terbentuk itu Agustus 2024, lalu Oktober pertama kali pentas di KUSTOMFEST,” jelas Gandoz.

‎Gandoz menyebut banyak anggota YKHC datang dari latar belakang kehidupan yang tidak mudah, namun memiliki semangat memperbaiki diri.

‎Karena itu, ajakan untuk bersalawat justru disambut antusias.

‎“Teman-teman ini punya masa lalu ‘remuk’ dan punya kesadaran untuk memperbaiki diri. Saat kami ajak salawat, responsnya luar biasa,” bebernya.

‎Dengan konsep unik, YKHC memadukan rebana sebagai dasar musik hadrah dengan instrumen modern seperti saksofon, trombone, simbal, drum elektrik, hingga sentuhan hip hop dari Balance Perdana.

‎Personel YKHC, Dony Saputra, menyebut kolaborasi mereka dengan HS menjadi langkah penting memperluas dakwah melalui musik.

‎“Ini titik ke-8 dari kerja sama HS dengan YKHC setelah sebelumnya tampil di Semarang, Magelang, Cimahi, Purwokerto, Surabaya, Malang dan beberapa kota lain,” kata Dony.

‎Ia juga membocorkan bahwa YKHC tengah menyiapkan single berjudul “Rampak Pembebasan” yang mengangkat isu Palestina serta album baru yang menggali kembali kearifan lokal.

‎“Insya Allah setelah Lebaran kita rilis, konsepnya lebih ke nguri-nguri budaya lokal yang mulai ditinggalkan,” pungkasnya. (waw)

Berita Terkait

Andityas Hercahyono alias KIM Rayakan Usia ke-48, Perjalanan Pengusaha dan Musisi
Vaksinasi Rabies Gratis di Yogyakarta Sasar Hewan Peliharaan di 24 Kelurahan
Panggung “Bintang Masa Depan #168” Menyapa Jogja, Aldi Taher dan Yunan Helmi Dipastikan Tampil
HUT ke-56, Budi Santosa Ajak Jajaran Pemkot Yogyakarta Bekerja Kompak dan Nyata
Syauqi Tekankan Nilai Pancasila sebagai Fondasi Resiliensi Relawan MDMC
Proyek Sekolah di Rejowinangun Timbulkan Masalah, Empat Motor Warga Terkena Cor
Kasus Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman, Kuasa Hukum Desak Polisi Segera Bertindak
Densus 88 Edukasi 70 Kepala Sekolah Gunungkidul tentang Bahaya IRET

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 11:36 WIB

Andityas Hercahyono alias KIM Rayakan Usia ke-48, Perjalanan Pengusaha dan Musisi

Rabu, 16 September 2026 - 10:57 WIB

Vaksinasi Rabies Gratis di Yogyakarta Sasar Hewan Peliharaan di 24 Kelurahan

Rabu, 16 September 2026 - 08:28 WIB

HUT ke-56, Budi Santosa Ajak Jajaran Pemkot Yogyakarta Bekerja Kompak dan Nyata

Rabu, 16 September 2026 - 08:21 WIB

Syauqi Tekankan Nilai Pancasila sebagai Fondasi Resiliensi Relawan MDMC

Rabu, 16 September 2026 - 08:17 WIB

Proyek Sekolah di Rejowinangun Timbulkan Masalah, Empat Motor Warga Terkena Cor

Berita Terbaru