Pemilihan Ketua AIPNI Regional VIII Berlangsung Lancar, Khudazi Aulawi Pimpin Periode Baru
JABAROKENEWS.COM, SLEMAN — Dosen Universitas Gadjah Mada, Khudazi Aulawi, resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional VIII periode 2026–2030.
Ia menggantikan Suratini dalam Rapat Umum Anggota (RUA) AIPNI Regional VIII ke-4 yang digelar di Gedung Moendjijah, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).
Proses pemilihan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan antar anggota.
Ketua panitia RUA, Wantonoro, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi.
“RUA ini menjadi forum untuk menentukan program-program AIPNI ke depan sekaligus regenerasi kepemimpinan,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Peserta dibagi ke dalam delapan komisi pembahasan yang menyesuaikan dengan agenda kerja organisasi.”
Sebanyak 16 institusi anggota AIPNI Regional VIII turut ambil bagian dalam forum tersebut.
Perwakilan dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, hingga sejumlah sekolah tinggi ilmu kesehatan dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ikut berkontribusi dalam pembahasan program strategis organisasi.
Khudazi menegaskan komitmennya untuk membawa AIPNI lebih berdampak bagi anggotanya. “Kami akan memperkuat peran AIPNI sebagai asosiasi profesi yang memberikan manfaat nyata,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu lulusan.
“Salah satu program besar adalah uji kompetensi anggota, sehingga kualitas lulusan semakin baik dan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Proses pemilihan sendiri dilakukan secara demokratis melalui penjaringan dari masing-masing institusi.
“Setiap institusi mengusulkan satu nama, lalu disaring hingga menjadi empat kandidat,” ungkap panitia.
Keempat kandidat kemudian bermusyawarah hingga mencapai mufakat.
Dengan terpilihnya Khudazi, diharapkan AIPNI Regional VIII semakin solid dalam meningkatkan mutu pendidikan keperawatan dan berkontribusi pada kualitas layanan kesehatan nasional. (waw)

