AHY Nilai Penataan Kampung Mrican Sleman Bukti Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
JABAROKENEWS.COM, SLEMAN — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengapresiasi keberhasilan penataan terpadu Kampung Mrican, Condongcatur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertransformasi dari kawasan padat dan kumuh menjadi lingkungan yang tertata rapi, sehat, dan nyaman. Menko AHY menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas permukiman.
“Senang sekali akhirnya saya bisa meninjau langsung hasil penataan kawasan di Desa Mrican, Sleman. Wilayah yang dulunya permukiman padat dan kumuh, kini telah bertransformasi menjadi kawasan yang rapi, sehat, dan asri,” ujar Menko AHY saat meninjau langsung kawasan Mrican, Jumat (24/4/2026).
Penataan kawasan seluas kurang lebih 5 hektare ini dilakukan melalui pendekatan 3M, yakni mundur, munggah (naik), dan madhep kali atau menghadap sungai. Melalui konsep tersebut, rumah-rumah warga yang sebelumnya membelakangi sungai kini ditata menghadap aliran air (riverfront), sehingga menciptakan lingkungan yang lebih terbuka, sehat, dan nyaman.
Menurut Menko AHY, pendekatan tersebut tidak hanya memperbaiki estetika kawasan, tetapi juga meningkatkan sirkulasi udara, menurunkan risiko banjir, serta menghadirkan ruang terbuka yang lebih baik bagi masyarakat, terutama anak-anak.
“Rumah warga kini tidak lagi membelakangi sungai, melainkan menghadap ke air. Ini menciptakan sirkulasi udara yang baik dan ruang terbuka bagi anak-anak untuk tumbuh lebih sehat,” jelasnya.
Kini, bantaran sungai yang sebelumnya sempit dan tidak tertata telah berubah menjadi ruang publik yang aman dan dapat dimanfaatkan warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY juga meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur yang mengelola sekitar 8 hingga 10 ton sampah per hari. Sampah dipilah dan diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF) serta pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali.
“Ini merupakan inisiatif yang sangat baik. Sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru menjadi sumber daya yang memberi manfaat,” ujar Menko AHY.
Ia menilai pengelolaan sampah modern seperti ini menjadi contoh nyata gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan berkualitas.
Menko AHY menambahkan pemerintah ingin penataan kawasan kumuh di berbagai wilayah terus dipercepat melalui optimalisasi anggaran, peningkatan sanitasi, dan penguatan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
“Dengan anggaran yang dioptimalkan, kita ingin wajah kumuh di berbagai sudut Indonesia hilang, sanitasi membaik, dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menko AHY mengungkapkan masih terdapat potensi pengembangan kawasan seluas sekitar 15 hingga 16 hektare yang diharapkan dapat ditata pada tahap berikutnya. Ia berharap penataan lanjutan di Mrican berjalan lancar dan menginspirasi kota-kota padat penduduk lainnya di Indonesia.
“Ini bisa menjadi model bagi kawasan permukiman di berbagai kota di Indonesia,” katanya.
Menko AHY juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kementerian PU, Pemerintah Kabupaten Sleman, Forkopimda, perangkat daerah, hingga warga Condongcatur yang turut menjaga keberhasilan program tersebut.
“Terima kasih kepada Kementerian PU, Bupati Sleman beserta jajaran, Forkopimda, perangkat daerah, dan warga Kelurahan Condongcatur. Mari bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih ASRI sesuai visi Presiden,” pungkas Menko AHY.
Kunjungan kali ini Menko AHY disambut Sekretaris Daerah Provinsi DI Yogyakarta Ni Made Dwipanti Indrayanti, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kepala BP3KP Jawa III Ir. Aldino Herupriawan, dan Ketua DPRD Kabupaten Sleman Y. Gustan Ganda.
Menko AHY turut didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Ayodhia G.L. Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Daerah Arif Rahman, serta Staf Khusus Menteri Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol. Arif Rachman, dan Merry Riana.(lsi)
Sumber : KemenkoInfra

