Jalan Nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kini 100 Persen Terhubung

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Perbaikan infrastruktur di tiga daerah terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus menunjukkan progres signifikan dalam mempercepat pemulihan konektivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 11 Mei 2026, sekitar 94 persen dari total 2.421 ruas jalan daerah yang rusak telah beroperasi secara fungsional. Selain itu, sekitar 67 persen dari 1.181 unit jembatan daerah terdampak juga telah kembali difungsikan.

Sementara itu, jalan dan jembatan nasional yang sempat rusak kini telah 100 persen beroperasi secara fungsional untuk mendukung penyaluran logistik serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan perbaikan jalan dan jembatan sudah hampir tuntas. Perbaikan ini juga mencakup pembersihan lumpur yang menutup irigasi serta drainase di sekitar infrastruktur tersebut.

“Kondisi di lapangan sudah menunjukkan progres signifikan dan hampir tuntas. Untuk akses jalan nasional bahkan sudah 100 persen terhubung sejak beberapa bulan lalu. Saat ini tinggal pembersihan drainase yang tertutup lumpur,” kata Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Amran memastikan perbaikan akan dimaksimalkan hingga tuntas secara permanen. Namun, ia menekankan pembangunan permanen membutuhkan waktu lebih lama agar infrastruktur yang dihasilkan lebih kuat menghadapi risiko bencana di masa depan.

“Jembatan yang sudah terbangun saat ini sebagian merupakan jembatan Bailey dan beberapa jembatan sementara. Untuk jembatan permanen masih berproses. Dari sisi fungsional, hampir seluruh akses sudah dapat digunakan kembali. Namun, untuk memulihkan infrastruktur seperti sebelum bencana terjadi tentu membutuhkan waktu,” ujar Amran.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan percepatan pemulihan infrastruktur merupakan komitmen pemerintah agar aktivitas sosial dan ekonomi warga segera pulih.

“Penanganan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas kami agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” kata Menteri PU dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Dody menargetkan seluruh infrastruktur di tiga daerah tersebut segera pulih sepenuhnya dan lebih tangguh menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.(lsi)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Mendagri Tito Teken SEB, Dorong Digitalisasi Layanan Haji Berbasis Data Kependudukan
Pascagempa NTT, TP PKK dan TP Posyandu Hadir Perkuat Pemulihan Warga
Tak Sekadar Layanan Kesehatan, Posyandu Manggarai Timur Dorong Pemenuhan 6 SPM
Cegah Regulasi Tumpang Tindih, Kemendagri Jamin Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha
Mendagri Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Dukungan bagi Penyelenggaraan Haji dan Umrah
TP PKK dan Posyandu Pusat Peduli Korban Gempa di NTT, Bantuan Disalurkan ke Manggarai
Dari Pusat ke Ruteng: TP PKK Hadir Menyapa dan Menyalurkan Bantuan bagi Korban Bencana
TP Posyandu Pusat dan TP PKK Perkuat Peran Posyandu Beawaek NTT dalam Pelaksanaan 6 SPM

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Mendagri Tito Teken SEB, Dorong Digitalisasi Layanan Haji Berbasis Data Kependudukan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Pascagempa NTT, TP PKK dan TP Posyandu Hadir Perkuat Pemulihan Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Tak Sekadar Layanan Kesehatan, Posyandu Manggarai Timur Dorong Pemenuhan 6 SPM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Cegah Regulasi Tumpang Tindih, Kemendagri Jamin Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Mendagri Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Dukungan bagi Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Berita Terbaru