BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perum Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman – BPBD Sleman mengingatkan warga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi 11 ancaman bencana. Pesan tersebut disampaikan melalui sosialisasi mitigasi bencana dan kamtibmas.
‎
‎Kegiatan berlangsung di Kompleks Perum Polda RT 15 RW 03, Sidokerto, Purwomartani, Kalasan, Sabtu (10/10/2026) malam, dengan melibatkan seluruh warga setempat.
‎
‎Sosialisasi menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman, Ari Triono, untuk menjelaskan potensi bencana sekaligus langkah penyelamatan yang tepat.
‎
‎Ari menegaskan, pendidikan kebencanaan penting diberikan sejak dini agar masyarakat memahami risiko, mengenali ancaman, serta mengetahui tindakan ketika bencana terjadi.
‎
‎“Pendidikan kebencanaan untuk masyarakat, terutama usia pelajar, sangat penting karena mereka adalah kelompok rentan yang perlu dibekali pengetahuan dasar keselamatan,” ungkap Ari.
‎
‎Menurutnya, pemahaman mengenai langkah penyelamatan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko korban jiwa. Karena itu, edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
‎
‎BPBD Sleman mencatat terdapat 11 potensi ancaman bencana berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB). Ancaman tersebut memerlukan perhatian serius seluruh lapisan masyarakat.
‎
‎Ancaman pertama adalah erupsi Gunung Merapi, termasuk aktivitas vulkanik, awan panas, dan guguran lava yang berpotensi membahayakan masyarakat di kawasan rawan.
‎
‎Kedua, banjir lahar hujan yang membawa material vulkanik melalui aliran sungai dari Merapi. Warga diminta memahami risiko ketika hujan mengguyur kawasan hulu.
‎
‎Ketiga, banjir dan banjir bandang akibat meluapnya sungai ketika curah hujan tinggi. Masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan serta perkembangan cuaca.
‎
‎Keempat, tanah longsor yang berpotensi terjadi terutama di kawasan perbukitan atau lereng labil. Kewaspadaan diperlukan ketika hujan berlangsung lama dan intensitasnya meningkat.
‎
‎Kelima, angin kencang atau puting beliung yang dapat muncul saat peralihan musim maupun musim hujan. Warga perlu mewaspadai perubahan cuaca mendadak.
‎
‎Keenam, gempa bumi akibat aktivitas sesar tektonik maupun kegempaan lokal dan regional. Masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi serta tempat berlindung yang aman.
‎
‎Ketujuh, kekeringan hidrologis yang berpotensi memicu krisis air bersih saat kemarau. Kedelapan, kebakaran hutan dan lahan juga menjadi ancaman yang harus diantisipasi.
‎
‎Kesembilan, likuefaksi dapat terjadi ketika guncangan gempa memengaruhi tanah jenuh air. Kesepuluh, cuaca ekstrem, termasuk hujan es, sambaran petir, dan angin kencang.
‎
‎Kesebelas, kebakaran gedung, permukiman, serta kawasan industri menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama di lingkungan padat penduduk dan kawasan perkotaan.
‎
‎Ari mengatakan, BPBD Sleman terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi dengan berbagai instansi. Langkah tersebut mencakup pemantauan, sosialisasi, serta kerja sama lintas lembaga.
‎
‎“BPBD Kabupaten Sleman terus melakukan berbagai upaya kesiapsiagaan, di antaranya menjalin kerja sama dengan BPPTKG Yogyakarta dalam melakukan pemantauan dan sosialisasi,” katanya.
‎
‎Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan BNPB, lembaga swadaya masyarakat lokal maupun asing, serta berbagai unsur terkait untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana.
‎
‎Upaya mitigasi juga dilakukan melalui penyusunan Rencana Kontinjensi Erupsi Gunung Merapi pada 2020, pemasangan 35 perangkat Early Warning System, serta penyiapan jalur evakuasi.
‎
‎Jalur tersebut dilengkapi rambu-rambu dan titik kumpul di daerah berpotensi bahaya. Warga diharapkan mengenali fasilitas tersebut sebelum keadaan darurat benar-benar terjadi.
‎
‎Sosialisasi Kamtibmas
‎
‎Bhabinkamtibmas Purwomartani 1, Kalasan, Aiptu Purwadi, berharap sosialisasi membuat masyarakat lebih sigap menghadapi bencana sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan masing-masing.
‎
‎“Walau tidak mengharapkan adanya bencana, tetapi dengan sosialisasi ini, warga masyarakat lebih paham apa yang akan dilakukan jika terjadi bencana alam,” tegas Purwadi.
‎
‎Purwadi juga mengajak warga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
‎
‎“Walau ada aparat keamanan, kalau bisa aktifkan lagi siskamling di wilayah masing-masing, demi keamanan dan kenyamanan warga,” jelasnya.
‎
‎Ia turut mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan berkedok pinjaman online. Warga diminta berhati-hati mengunduh aplikasi yang berpotensi menjerat pengguna dalam masalah pinjaman.
‎
‎Kepada para orangtua, Purwadi berpesan agar memperhatikan pergaulan anak, terutama ketika mereka sering keluar malam dengan alasan nongkrong atau
‎mencari udara segar.
‎
‎“Kita sebagai orangtua lebih waspada dan tegas terhadap anak-anak kita, terutama anak kita yang suka keluar malam,” pungkasnya.
‎
‎Melalui sosialisasi tersebut, BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas berharap masyarakat semakin sadar terhadap risiko bencana, menjaga keamanan lingkungan, serta membangun kebiasaan saling melindungi.(ady)

Berita Terkait

Lebih dari Sekadar Pameran, KUSTOMFEST 2026 Hasilkan Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan
Banjir Produk China, Bengkel Kustom Kian Sepi Jelang Kustomfest 2026
KUSTOMFEST 2026 Dibuka di Yogyakarta, 225 Kendaraan Kustom Dipamerkan
Meriahkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, 74 Tim Pelajar Adu Kreasi di Lomba Mural
Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus
Karomah Touring Salurkan 14 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
BMKG: El Niño Ekstrem Bikin Musim Hujan di Yogyakarta Datang Lebih Lambat Sebulan
Senator DIY Tunjukkan Kepedulian lewat Aksi Nyata, Tak Sekadar Serap Aspirasi

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Lebih dari Sekadar Pameran, KUSTOMFEST 2026 Hasilkan Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Banjir Produk China, Bengkel Kustom Kian Sepi Jelang Kustomfest 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:55 WIB

BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perum Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:57 WIB

KUSTOMFEST 2026 Dibuka di Yogyakarta, 225 Kendaraan Kustom Dipamerkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus

Berita Terbaru