Penataan Pasar Baru Bekasi, Pedagang Resmi Direlokasi ke Dalam Gedung

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto pantau penataan besar-besaran kawasan Pasar Baru dan Jalan Juanda sebagai upaya mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Ia katakan bahwa Jalan Juanda sebagai salah satu jantung Kota Bekasi membutuhkan pembenahan secara menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Sejak saya bertugas di Bekasi sekitar 26 tahun lalu, kondisi kawasan ini kurang lebih masih sama. Karena itu pemerintah hadir untuk melakukan perubahan dan penataan secara bertahap agar kawasan ini menjadi lebih baik,” ujar Tri Adhianto.

Fokus utama penataan dilakukan pada area Pasar Baru Bekasi dan sepanjang Jalan Juanda yang selama ini dipadati aktivitas pedagang di trotoar maupun badan jalan. Pemerintah Kota Bekasi telah memfasilitasi para pedagang untuk menempati lokasi yang tersedia di dalam area pasar sehingga aktivitas perdagangan tetap dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan dan ruang publik.

Relokasi dilakukan melalui proses pendataan dan pendaftaran secara terbuka. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di luar pasar diberikan kesempatan untuk menempati los maupun lapak yang telah disediakan di dalam gedung pasar.

Menurut Tri Adhianto, langkah tersebut dilakukan bukan untuk menghilangkan mata pencaharian pedagang, melainkan memberikan tempat usaha yang lebih layak dan tertata. Pemerintah juga terus melakukan komunikasi dengan pengelola pasar dan para pedagang guna memastikan proses relokasi berjalan baik.

“Kami tidak mengurangi hak pedagang untuk berusaha. Justru pemerintah menyiapkan fasilitas di dalam pasar agar aktivitas perdagangan menjadi lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja,” katanya.

Selain penataan pedagang, Pemerintah Kota Bekasi juga melakukan berbagai perbaikan infrastruktur di kawasan Jalan Juanda. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pemasangan lampu penerangan, perbaikan emplasemen pasar, normalisasi saluran air yang tersumbat, hingga pembangunan sistem drainase menggunakan u-ditch untuk memperlancar aliran air menuju Kali Baru.

Trotoar di sepanjang kawasan pasar juga akan ditata dan diperlebar agar dapat kembali digunakan oleh pejalan kaki. Pemerintah berharap keberadaan trotoar yang lebih nyaman dapat meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat.

Tak hanya itu, penataan kawasan Jalan Juanda juga terintegrasi dengan rencana revitalisasi Lapangan Margahayu yang berada tidak jauh dari lokasi pasar. Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk meningkatkan kualitas fasilitas lapangan tersebut sehingga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Tri Adhianto menilai penataan kawasan ini akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi lokal. Dengan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan aman, masyarakat diharapkan semakin banyak berkunjung sehingga aktivitas perdagangan dan UMKM dapat tumbuh lebih baik.

“Kalau ruang publiknya nyaman, masyarakat akan datang. Ketika aktivitas meningkat, ekonomi akan bergerak, UMKM hidup, pedagang berkembang, dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya pedagang yang kembali berjualan di trotoar atau badan jalan setelah relokasi dilakukan, Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Namun pendekatan yang dikedepankan tetap melalui edukasi dan pembangunan kesadaran bersama bahwa penataan dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Dengan berbagai pembenahan yang sedang berjalan, Pemerintah Kota Bekasi optimistis wajah baru Jalan Juanda dan kawasan Pasar Baru akan mulai terlihat dalam satu hingga dua bulan ke depan. Penataan ini diharapkan menjadi awal transformasi kawasan perdagangan yang lebih tertib, modern, dan nyaman, sekaligus mengembalikan fungsi Jalan Juanda sebagai salah satu koridor utama dan bersejarah di Kota Bekasi.(lsi)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Hari Lansia Sedunia di Bekasi, 1.500 Lansia Ikut Fashion Show hingga Tampil Bermain Angklung
Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas Meriahkan HUT DWP ke-27 Kota Bekasi
Peringati Hari Keluarga Nasional, Wali Kota Bekasi Apresiasi Peran Kader PKK dalam Membangun Keluarga yang Tangguh
Persiapan Akreditasi, RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Survei Simulasi Mandiri
Potensi Budaya Sunda Digali, RW 14 Pekayon Jaya Diproyeksikan Jadi Kampung Tematik
Saluran Air Menyempit, Tri Adhianto Tinjau Langsung Perumahan Mandosi Permai
Penataan Kabel Udara Digencarkan, Pemkot Bekasi Dorong Seluruh Arteri Utama Gunakan Ducting
APEKSI Komwil III Perkuat Kolaborasi Hadapi Krisis Global

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Hari Lansia Sedunia di Bekasi, 1.500 Lansia Ikut Fashion Show hingga Tampil Bermain Angklung

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Lomba Menyanyi Solo Antar Dinas Meriahkan HUT DWP ke-27 Kota Bekasi

Rabu, 30 September 2026 - 18:07 WIB

Peringati Hari Keluarga Nasional, Wali Kota Bekasi Apresiasi Peran Kader PKK dalam Membangun Keluarga yang Tangguh

Rabu, 30 September 2026 - 16:31 WIB

Persiapan Akreditasi, RSUD CAM Kota Bekasi Gelar Survei Simulasi Mandiri

Rabu, 30 September 2026 - 08:50 WIB

Potensi Budaya Sunda Digali, RW 14 Pekayon Jaya Diproyeksikan Jadi Kampung Tematik

Berita Terbaru

Yogyakarta

Pelaku Wellness Mulai Serbu Jogja, JCWF Catat Potensi Besar

Jumat, 2 Okt 2026 - 09:02 WIB

Yogyakarta

PMI Kota Yogyakarta Resmi Buka Bulan Dana 2026

Jumat, 2 Okt 2026 - 08:48 WIB