Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Yogyakarta Ajak Aparatur Amalkan Nilai Pancasila

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).

Upacara tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta dan menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus menguatkan kembali semangat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Hasto menekankan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Momen ini sekaligus menjadi penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965. Hari ini kita mendalami dan meneruskan pesan sejarah, dan kemudian kita bertekad untuk bisa mewarisi api semangat perjuangannya,” ujar Hasto.

Ia mengatakan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan revolusi menjadi pengingat penting untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila, lanjut Hasto, harus tetap menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Dalam amanatnya, Hasto juga mengaitkan nilai Pancasila dengan tugas aparatur pemerintah. Ia menekankan pentingnya menjadikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai landasan dalam mengamalkan sila-sila lainnya, termasuk nilai kemanusiaan.

Menurutnya, pengamalan nilai kemanusiaan dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang mampu memahami kondisi masyarakat.

“Nilai kemanusiaan in action itu memang perlu terus kita kembangkan. Ayolah kita yang menyesuaikan dengan keadaan orang. Kalau sepatu kita kecil, kita besarkan. Jangan memaksa kaki orang masuk ke sepatu kita,” katanya.

Hasto mengingatkan aparatur di lingkungan Pemkot Yogyakarta agar tidak mudah terbawa emosi ketika menghadapi masyarakat dengan karakter dan persoalan yang beragam.

Baginya, petugas pelayanan publik harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat, bukan justru meminta masyarakat menyesuaikan diri dengan kondisi petugas.

Selain nilai kemanusiaan, Hasto juga mengajak jajaran Pemkot Yogyakarta menghidupkan semangat persatuan dan musyawarah dalam menjalankan pekerjaan.

Perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan bagian dari proses untuk mendapatkan keputusan terbaik. Karena itu, perbedaan tidak seharusnya berujung pada ketersinggungan maupun kepentingan pribadi.

“Legowo itu hanya karena kita terdikte oleh Tuhan, bukan terdikte oleh manusia,” tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, Pemkot Yogyakarta juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pelajar, aparatur, perangkat daerah, komunitas, dan masyarakat yang dinilai berprestasi serta berkontribusi di berbagai bidang.

Dalam Olimpiade Demokrasi Pelajar SMA Kota Yogyakarta Tahun 2026, Juara I diraih Madrasah Aliyah Muallimin, Juara II SMA Negeri 1 Yogyakarta, dan Juara III SMA Negeri 5 Yogyakarta.

Sementara Juara Harapan I diraih SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan Juara Harapan II SMA Negeri 11 Yogyakarta.

Penghargaan Lomba Inisiasi Demokrasi Pelajar SMA Kota Yogyakarta 2026 juga diberikan kepada Josebtia Aldie sebagai Juara I, Habib Aroyan Juara II, dan Arya Riring Mahamboro Juara III.

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Yogyakarta menyerahkan Gender Champion Award Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan DP3AP2KB Kota Yogyakarta.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori ASN, perangkat daerah, komunitas/kelompok, serta perorangan/umum.

Untuk kategori komunitas/kelompok, Juara I diraih Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta, disusul Srikandi Lintas Iman sebagai Juara II dan Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Yogyakarta sebagai Juara III.

Sedangkan kategori perorangan/umum menempatkan Devi Riana Sari sebagai Juara I, Anik Sulistiyani Juara II, dan Ummatul Baroroh Juara II.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Yogyakarta juga menjadi momentum untuk memperlihatkan praktik nilai kemanusiaan melalui gerakan inklusi.

Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Yogyakarta, Umu Aiman Siswanti, mengatakan penghargaan yang diterima menjadi penyemangat untuk terus memperkuat gerakan inklusi.

Salah satu program yang dikembangkan adalah ngaji inklusi, yang mempertemukan penyandang disabilitas dengan para penghafal Al-Qur’an.

Fatayat NU Kota Yogyakarta juga menyiapkan pelatihan bagi guru SLB untuk mendukung pendampingan dan penanganan persoalan seperti perundungan maupun kekerasan terhadap anak.

“Kami lebih fokusnya ke inklusi. Program unggulan kami salah satunya adalah ngaji inklusi, sekolah inklusi,” jelas Umu.

Sementara itu, Anik Sulistiyani yang meraih Juara II kategori perorangan/umum turut membawa pesan inspiratif dari pengalaman hidupnya.

Sebagai penyintas kanker tulang yang pernah menjalani amputasi, Anik aktif memberikan motivasi kepada penyandang amputasi, penyintas kanker, serta keluarga pasien yang menghadapi keputusan medis terkait amputasi.

“Dengan amputasi, aku tidak apa-apa. Kita masih bisa bekerja, berkarya, berprestasi, ataupun berkeluarga juga. Masih banyak orang baik yang mau menerima kondisi kita,” ujarnya.

Melalui upacara Hari Kesaktian Pancasila tersebut, Pemkot Yogyakarta tidak hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menerjemahkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata.

Semangat kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan inklusi diharapkan terus hadir dalam kehidupan masyarakat maupun dalam pelayanan publik di Kota Yogyakarta. (Aga)

Berita Terkait

Harda Kiswaya Serukan Pelestarian Budaya Jawa di Tengah Perubahan Zaman
Kebakaran Dahsyat Transhome Sleman, Dua Perempuan Tewas dan Kerugian Puluhan Miliar
Pelaku Wellness Mulai Serbu Jogja, JCWF Catat Potensi Besar
PMI Kota Yogyakarta Resmi Buka Bulan Dana 2026
ASPPI DIY Perkuat Pariwisata Lewat Pengembangan Desa Wisata dan SDM
HUT ke-9, Satoria Hotel Yogyakarta Gelar Beragam Kegiatan untuk Masyarakat
Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Sleman, Danang Tekankan Pentingnya Persatuan
Jogja Genap 270 Tahun, Oktober Bakal Dipenuhi Event Spektakuler

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Harda Kiswaya Serukan Pelestarian Budaya Jawa di Tengah Perubahan Zaman

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Kebakaran Dahsyat Transhome Sleman, Dua Perempuan Tewas dan Kerugian Puluhan Miliar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Pelaku Wellness Mulai Serbu Jogja, JCWF Catat Potensi Besar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Yogyakarta Ajak Aparatur Amalkan Nilai Pancasila

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:48 WIB

PMI Kota Yogyakarta Resmi Buka Bulan Dana 2026

Berita Terbaru

Yogyakarta

Pelaku Wellness Mulai Serbu Jogja, JCWF Catat Potensi Besar

Jumat, 2 Okt 2026 - 09:02 WIB

Yogyakarta

PMI Kota Yogyakarta Resmi Buka Bulan Dana 2026

Jumat, 2 Okt 2026 - 08:48 WIB