Belajar dari China, DPRD Bekasi Yakin PSEL Bantargebang Jadi Solusi Sampah dan Energi

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, CHINA – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, meninjau langsung fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) milik Wangneng Environment di China. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat penerapan teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan PSEL di Bantargebang, Kota Bekasi.

Dalam kunjungannya, Sardi melihat ruang kendali (control room) yang dilengkapi dashboard digital untuk memantau seluruh proses operasional pembangkit. Melalui sistem tersebut, setiap tahapan pengolahan sampah hingga proses pembangkitan listrik dapat dipantau secara real time.

Menurut Sardi, proyek PSEL Bantargebang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan segera memasuki tahap groundbreaking.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, peletakan batu pertama proyek tersebut diperkirakan berlangsung pada 8 atau 9 Juli 2026, dengan menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto.

“Dari dashboard yang kami lihat langsung, seluruh proses operasional dikendalikan secara digital dan terintegrasi. Ini menunjukkan bahwa pengolahan sampah modern benar-benar mengandalkan teknologi,” ujar Sardi.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan juga memperoleh penjelasan mengenai kapasitas fasilitas Wangneng. Salah satu instalasi yang dikunjungi mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik melalui teknologi waste-to-energy.

Prosesnya dilakukan dengan membakar sampah di dalam tungku berteknologi tinggi. Panas yang dihasilkan kemudian digunakan untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi yang selanjutnya memutar turbin untuk menghasilkan listrik.

Sardi menjelaskan, teknologi serupa akan diterapkan di Kota Bekasi. PSEL Bantargebang dirancang mampu menghasilkan sekitar 15 megawatt (MW) listrik dari pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

“Kami sudah melihat implementasinya secara langsung. Nantinya di Kota Bekasi lahannya sekitar enam hektare, tetapi teknologi yang digunakan tidak jauh berbeda. Kami semakin yakin proyek ini dapat menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut tidak hanya diikuti unsur Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya agar dapat melihat langsung proses operasional PSEL secara transparan.

“Semua proses dikendalikan dengan teknologi, mulai dari penerimaan sampah, pembakaran, pengendalian emisi, hingga produksi listrik. Karena itu kami ingin semua pihak melihat langsung agar memahami bahwa teknologi ini telah diterapkan di berbagai negara dengan standar operasional yang ketat,” ujarnya.

Wangneng Environment merupakan perusahaan asal China yang bergerak di bidang pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy). Perusahaan tersebut mengoperasikan berbagai fasilitas PSEL dengan teknologi insinerasi modern yang memanfaatkan panas hasil pembakaran sampah untuk menghasilkan uap dan menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Selain berorientasi pada produksi energi, sistem yang diterapkan juga dilengkapi teknologi pengendalian emisi dan pengolahan residu sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan.

Melalui pembangunan PSEL Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan pada sistem landfill, proyek ini juga diharapkan mampu menghasilkan pasokan listrik, menekan emisi gas rumah kaca, serta menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah perkotaan.(*)

Berita Terkait

Wamenkeu Juda Agung Dorong Reformasi Struktural untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Forum G20
Mendagri Tito Bawa Salam dan Doa Presiden untuk Wali Nanggroe di Penang
UMJ Press dan APPTIMA Jadi Delegasi Indonesia di International Publishers Congress 2026 Malaysia
Jerman Ajak SDM Indonesia Bangun Karier Global Sekaligus Menempuh Pendidikan
UMY Perluas Kerja Sama Global Lewat Kunjungan Akademik ke Laos
Tri Adhianto Minta Wangneng Libatkan Putra Daerah dalam Pembangunan PSEL
Tujuh Pemain Timnas Thailand Lolos dari Proses Disiplin ISTAF, Regu Ke-tiga Masih Diselidiki
Dewa Sukma Kelana Tegaskan Pentingnya Dialog Sosial di Forum ILC

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:55 WIB

Wamenkeu Juda Agung Dorong Reformasi Struktural untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Forum G20

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Mendagri Tito Bawa Salam dan Doa Presiden untuk Wali Nanggroe di Penang

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

UMJ Press dan APPTIMA Jadi Delegasi Indonesia di International Publishers Congress 2026 Malaysia

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:24 WIB

Jerman Ajak SDM Indonesia Bangun Karier Global Sekaligus Menempuh Pendidikan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:23 WIB

UMY Perluas Kerja Sama Global Lewat Kunjungan Akademik ke Laos

Berita Terbaru

Yogyakarta

GKR Bendara Kembali Dipercaya Pimpin DPD PUTRI DIY hingga 2030

Selasa, 29 Sep 2026 - 16:12 WIB