Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyampaikan materi di hadapan mahasiswa baru pada kegiatan PKKMB Corsara 2026–2027 di Universitas Komputer Indonesia, Bandung, Selasa (22/9/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)

Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyampaikan materi di hadapan mahasiswa baru pada kegiatan PKKMB Corsara 2026–2027 di Universitas Komputer Indonesia, Bandung, Selasa (22/9/2026). (Foto: Puspen Kemendagri)

JABAROKENEWS.COM, Bandung – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan Indonesia di tengah momentum bonus demografi. Menurutnya, generasi muda saat ini berada pada persimpangan yang akan menentukan apakah Indonesia mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong kemajuan atau justru kehilangan peluang.

Bima menjelaskan, Indonesia memiliki kesempatan untuk mencapai kemajuan dalam dua dekade mendatang. Ia mengatakan, bonus demografi menjadi modal penting karena kelompok usia produktif memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan kelompok usia nonproduktif. Negara-negara yang berhasil memanfaatkan kondisi tersebut dapat menjadikan kelompok usia produktif sebagai motor penggerak pembangunan. Sebaliknya, bonus demografi dapat menjadi beban apabila tidak dikelola dengan baik.

“Ini adalah bonus yang enggak semua negara punya. Negara-negara yang bisa loncat tadi, itu berhasil memanfaatkan usia produktifnya sehingga jadi motor penggerak, maju, dahsyat sekali,” ujar Bima saat menjadi pembicara pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Corsara 2026–2027 di Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Karena itu, menurut Bima, banyaknya jumlah penduduk usia produktif perlu diiringi dengan kualitas generasi yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan. Salah satu faktor yang menentukan kualitas tersebut adalah mindset yang dimiliki setiap individu. Pola pikir tersebut akan memengaruhi cara seseorang bertindak hingga membentuk sikap serta karakter dalam menjalani kehidupan.

“Perbuatan Anda menentukan sikap dan karakter Anda. Karakter Anda menentukan takdir Anda,” tegas Bima.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Bima mendorong mahasiswa untuk memiliki growth mindset. Menurutnya, generasi muda perlu membangun pola pikir yang terbuka dan terus berkembang agar mampu menerima pandangan lain, mau mendengarkan, serta beradaptasi dengan perubahan.

“Kunci utama sukses menuju pemenang adalah growth mindset. Buka pikiran kalian, buka perspektif kalian, mau mendengar, mau beradaptasi,” ungkapnya.

Keterbukaan terhadap perubahan tersebut, menurut Bima, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Ia menekankan bahwa kompetensi dapat membantu seseorang mencapai posisi atau prestasi tertentu, tetapi karakter menjadi bekal yang membuat seseorang mampu bertahan dalam pencapaiannya. Karena itu, mahasiswa perlu mengambil peran aktif dalam membentuk karakter melalui berbagai pengalaman selama masa perkuliahan.

“Jemput karakter itu, cemplung ke permasalahan, aktif di organisasi, komunitas, dan lain-lain. Ini dia tadi ya, kompetensi itu akan membawa kalian ke puncak, kompetensi itu. Tapi yang membuat Anda bertahan di atas itu karakter,” katanya.

Bekal pola pikir dan karakter tersebut juga diperlukan generasi muda dalam menghadapi perubahan yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Bima menilai AI memberikan kemudahan dan meningkatkan produktivitas, tetapi pada saat yang sama menjadi ujian bagi manusia agar tidak kehilangan kemampuan berpikir dan kreativitas.

Karena itu, Bima mendorong generasi muda untuk menggunakan AI secara bijak tanpa menyerahkan seluruh proses berpikir kepada teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu tetap diimbangi dengan kemampuan manusia untuk berpikir, berkembang, serta mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan.

“AI perlu diseimbangkan dengan ethics, dengan morality, dengan isu-isu human,” tandas Bima.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kemendagri dan Pemda Perkuat Sinergi Percepatan Implementasi Wajib Halal
Kasatgas PRR Pantau Pemulihan Pascabencana Sumatera dan Update Penanganan Tiap Pekan
Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera Dipercepat, 4.922 Sekolah Kembali Belajar
Ketua Umum TP PKK Dorong Keluarga Jadikan Olahraga sebagai Kebiasaan Sehari-hari
TP PKK Jadi Penggerak Kebersihan Lingkungan dan Penanganan Persoalan Sampah
Kemnaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang
Wamendagri Wiyagus: Kendalikan TB untuk Lindungi Produktivitas dan Ekonomi Keluarga
Kemendagri Tekankan Penguatan Kepemimpinan dan Pelayanan dalam Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 18:10 WIB

Kemendagri dan Pemda Perkuat Sinergi Percepatan Implementasi Wajib Halal

Rabu, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Kasatgas PRR Pantau Pemulihan Pascabencana Sumatera dan Update Penanganan Tiap Pekan

Rabu, 23 September 2026 - 17:54 WIB

Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera Dipercepat, 4.922 Sekolah Kembali Belajar

Rabu, 23 September 2026 - 14:25 WIB

Ketua Umum TP PKK Dorong Keluarga Jadikan Olahraga sebagai Kebiasaan Sehari-hari

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda

Berita Terbaru