BPJPH Jajaki Integrasi Sistem dan Harmonisasi Standar Halal Global
JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI baru saja mengikuti ajang internasional Makkah Halal Forum 2026 yang berlangsung pada 14-16 Februari 2026 di Makkah Chamber Exhibition and Events Center, kota Makkah, Arab Saudi. Forum ini merupakan salah satu pertemuan strategis yang mempertemukan para pelaku industri halal global yang terdiri atas regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku usaha, pakar, akademisi, dan investor industri halal dari berbagai negara.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan bahwa momentum tersebut merupakan kesempatan strategis bagi BPJPH untuk melaksanakan diplomasi halal internasional, sebagai bagian dari upaya Indonesia dalam memperluas kerja sama jaminan produk halal internasional. Termasuk, menjajaki peluang kolaborasi peningkatan kapasitas perdagangan produk halal, yang berimplikasi pada menguatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok halal dunia.
“Partisipasi BPJPH pada Makkah Halal Forum 2026 menjadi bagian dari strategi diplomasi halal internasional Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal global yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan.” ungkap Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, atau akrab disapa Babe Haikal, di Jakarta Rabu (18/2/2026).
Lebih lanjut, Babe Haikal menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat halal dunia, tidak hanya karena besarnya jumlah penduduk Muslim saja. Namun seiring penguatan sistem regulasi melalui implementasi Jaminan Produk Halal yang terintegrasi, semakin menguat pula ekosistem halal nasional yang berimplikasi pada peningkatan kapasitas industri halal nasional.
“Kita tidak hanya ingin menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi produsen dan pusat referensi halal global,” lanjut Babe Haikal.
Pada forum internasional tersebut, Kepala BPJPH juga menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara BPJPH dengan Saudi Halal Center (SHC) di bawah naungan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Penandatanganan yang disaksikan oleh Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al Qasabi tersebut menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran Indonesia dalam kancah jaminan produk halal internasional, termasuk memperkuat peran Indonesia dalam harmonisasi standar halal. Selain itu, juga dalam rangka penguatan kerja sama bilateral integrasi sistem, serta penguatan pengakuan kelembagaan kedua negara.
Babe Haikal menambahkan, forum halal internasional yang digelar ketiga kalinya di Kota Suci Makkah ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga menjadi wadah bagi kolaborasi strategis yang sangat oenting bagi masa depan industri dan perdagangan halal dunia.
“Kerja sama halal ke depan tidak cukup misalnya hanya pada saling keberterimaan atau pengakuan sertifikat saja, tetapi harus mengarah pada integrasi sistem, harmonisasi standar, dan penguatan ekosistem halal bersama. Indonesia siap menjadi mitra utama dalam membangun tata kelola halal global yang saling terhubung, saling percaya, dan saling menguatkan,” tegas Babe Haikal. (*)

