Dinkes Yogyakarta Tingkatkan Edukasi Pencegahan Obesitas Sejak Usia Dini
JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan obesitas melalui pola hidup sehat. Edukasi ini disampaikan melalui materi kampanye kesehatan yang juga didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dalam materi tersebut, masyarakat diingatkan bahwa pencegahan obesitas dapat dimulai sejak usia dini, salah satunya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang dianjurkan mulai diberikan pada bayi usia enam bulan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membiasakan pola makan yang sehat, seperti tidak makan sambil menonton televisi atau bermain gim. Kebiasaan tersebut dinilai dapat memicu konsumsi makanan secara berlebihan tanpa disadari.
Untuk anak usia sekolah, orang tua dianjurkan menyiapkan bekal makanan sehat dari rumah guna memastikan asupan gizi tetap terjaga. Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya memperbanyak aktivitas fisik, terutama kegiatan di luar ruangan.
Dalam upaya menjaga berat badan ideal, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi seimbang. Hal ini dapat diterapkan melalui pola makan “Isi Piringku” yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni dengan memperbanyak konsumsi sayuran hijau, buah-buahan berwarna, serta sumber protein dan karbohidrat yang seimbang.
Selain menjaga pola makan, gaya hidup sehat juga mencakup menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dinas Kesehatan juga mendorong masyarakat untuk rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara baik, benar, teratur, dan terukur. Aktivitas fisik yang konsisten dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah obesitas serta menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Melalui kampanye ini, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat guna mencegah obesitas yang berpotensi memicu berbagai penyakit tidak menular di masa mendatang. (Aga)

