Gunawan Alami Luka Bacok dalam Dugaan Pengeroyokan di Bantul, Polisi Diminta Usut Tuntas
JABAROKENEWS.COM, Bantul – Aksi kekerasan kembali mengguncang Kabupaten Bantul setelah Gunawan menjadi korban pengeroyokan disertai pembacokan oleh sekelompok pelaku, Senin (3/8/2026) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di depan sebuah bengkel Dusun Sampangan RT 07, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, hingga menggegerkan warga sekitar lokasi kejadian.
Akibat serangan itu, Gunawan mengalami luka bacok pada bagian wajah dan segera dilarikan warga bersama rekan-rekannya menuju RS Permata Husada Pleret mendapatkan perawatan.
Gunawan menuturkan kedatangannya ke lokasi semata-mata untuk meluruskan kesalahpahaman terkait aktivitas organisasi yang melibatkan seorang mantan anggota sebelumnya tersebut bersama pihak.
“Saya datang ke bengkel untuk klarifikasi dan menjelaskan kesalahpahaman terkait kegiatan organisasi,” ujar Gunawan saat memberikan keterangan usai mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Korban menegaskan dirinya sudah tidak lagi mengampu maupun mendampingi mantan anggota tersebut sehingga persoalan organisasi seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi secara baik.
Meski suasana pembicaraan sempat memanas dan menarik perhatian warga, Gunawan mengaku tetap tenang serta sama sekali tidak menaruh rasa curiga terhadap lawan bicaranya.
“Saya tidak tahu pasti arahnya dari belakang atau samping, tiba-tiba muka saya sudah kena sabet senjata tajam,” ungkap Gunawan menjelaskan detik-detik penyerangan tersebut.
Korban mengaku sempat melihat beberapa orang membawa pisau dan sebilah samurai panjang sebelum dirinya menjadi sasaran pengeroyokan yang berlangsung sangat cepat di lokasi.
Menurut Gunawan, dirinya mengenali ketiga pelaku berinisial AR, FR, dan Y yang diperkirakan berusia sekitar empat puluh tahun sehingga identitas mereka tidak asing.
“Salah satu pelaku dulu pernah mengikuti kajian bersama saya,” kata Gunawan seraya berharap seluruh pelaku segera diproses sesuai ketentuan hukum berlaku tanpa pengecualian.
*Korban Tempuh Jalur Hukum*
Gunawan menegaskan dirinya menolak penyelesaian melalui jalur mediasi maupun kekeluargaan karena kasus kekerasan tersebut harus dipertanggungjawabkan secara hukum demi memberikan keadilan bersama.
“Saya memilih menyerahkan seluruh proses kepada pihak berwajib,” tegas Gunawan menegaskan komitmennya menempuh jalur hukum atas peristiwa pengeroyokan yang dialaminya tersebut sepenuhnya.
Kasus dugaan penganiayaan disertai pembacokan tersebut kini resmi dilaporkan ke Polres Bantul agar dilakukan penyelidikan, pengejaran pelaku, serta proses hukum secara menyeluruh.
Pendiri BTA Nusantara (Barisan Tanpa Atasan Nusantara), EW Bony, mengecam keras tindakan brutal yang menimpa Wakil Ketua organisasinya dan meminta aparat bertindak cepat mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
“Kami mengecam tindakan pengeroyokan dan pembacokan terhadap Gunawan. Kami telah menunjuk tim pengacara melaporkan kasus ini ke Polres Bantul,” ujar EW Bony.
BTA Nusantara berharap aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku agar keadilan terwujud serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dari aksi kekerasan serupa. (waw)

