Home / Tak Berkategori

Jaga Inflasi di Kepri, Mendagri Sampaikan Langkah Pengendalian

Jumat, 19 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Batam, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan langkah pengendalian inflasi yang perlu dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 3 Mei 2023, inflasi di Provinsi Kepri mencapai 4,09 persen dan menempati urutan ke-12 provinsi dengan inflasi terendah.

“Kita sudah merumuskan beberapa langkah untuk mengatasi inflasi,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Evaluasi Pelaksanaan APBD TA 2022 dan Evaluasi APBD Triwulan I TA 2023 di Provinsi Kepri di Hotel Marriott Harbour Bay, Batam, Jumat (19/5/2023).

Langkah pengendalian tersebut di antaranya memantau harga dan stok komoditas untuk memastikan kebutuhan tersedia. “Harga-harga (dan) stok dicek, barang-barang dijaga untuk selalu tersedia (kebutuhan) yang mendasar, beras, sembakolah terutama dan harganya bisa terjangkau, ini harus dicek dipantau terus menerus,” tegasnya.

Mendagri mengatakan, Sekretaris Daerah bertugas memimpin Satgas Pangan di daerah. Satgas tersebut harus mengecek dan memantau ketersediaan barang maupun harga di lapangan.

Selain itu, lanjut Mendagri, pemerintah daerah (Pemda) juga perlu menggelar rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) paling sedikit sebulan sekali. Langkah lainnya yakni berupaya menjaga pasokan bahan pokok dan barang yang dinilai penting. Kemudian Pemda juga perlu melakukan gerakan menanam komoditas penting seperti cabai.

“Yang mahal itu cabe kemarin itu, terus cabe terus, memang ada daerah-daerah yang memang konsumen cabenya tinggi (seperti) Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, kenapa tidak menanam, padahal menanam itu banyak sekali gerakan-gerakan yang dilakukan oleh beberapa daerah, kemarin saya mengecek,” terang Mendagri.

Upaya lainnya yakni melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait. Kemudian melakukan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang. Daerah juga perlu berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran pasokan. Pemda juga dapat merealisasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung upaya pengendalian inflasi. Kemudian Pemda dapat memberikan bantuan transportasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) misalnya dalam mendukung distribusi barang. (Advertorial)

Berita Terkait

Upacara Prabatar Akademi TNI dan Akpol 2026 Berlangsung Khidmat di Magelang
Lima Lurah Hasil PAW Resmi Dilantik, Harda Kiswaya Minta Hapus Kubu
WJNC ke-10 Digelar Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Jalanan Yogyakarta
Seni Budaya Nusantara Semarakkan Gelaran Nuswantoro Pra-WJNC 2026
Hadapi Musim Hujan, Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Infrastruktur Pengendali Banjir
Hadapi Dunia Kerja, Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Pelatihan Vokasi
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Atur Kesetaraan hingga Keselamatan Kerja
Pataka “Gawe Kuta Baluwarti” Diserahterimakan, Polda Banten Gelar Farewell Parade

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Upacara Prabatar Akademi TNI dan Akpol 2026 Berlangsung Khidmat di Magelang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Lima Lurah Hasil PAW Resmi Dilantik, Harda Kiswaya Minta Hapus Kubu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:01 WIB

WJNC ke-10 Digelar Meriah, Ribuan Peserta Ramaikan Jalanan Yogyakarta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Seni Budaya Nusantara Semarakkan Gelaran Nuswantoro Pra-WJNC 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Hadapi Musim Hujan, Sleman Perkuat Kesiapsiagaan Infrastruktur Pengendali Banjir

Berita Terbaru