KADIN DIY Lakukan Transformasi Kelembagaan Menuju Organisasi Profesional dan Adaptif

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Bantul – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus KADIN kabupaten/kota se-DIY di Ruang Yudhistira, Gedung JEC Lantai 2, Banguntapan, Bantul, Sabtu (14/2/2026).
‎
Prosesi diawali Tari Gambyong dan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, serta wali kota dan bupati se-DIY.
‎
Momentum ini menegaskan konsolidasi organisasi pengusaha tersebut dalam merespons tantangan ekonomi global dan domestik.
‎
Ketua Panitia, Timothy Apriyanto, menegaskan tema pelantikan “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY” bukan sekadar slogan.
‎
“KADIN tidak hanya hadir sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas, daya saing, serta keberlanjutan ekonomi daerah,” ujarnya.
‎
Ia menyebut formasi pengurus mencerminkan pentahelix—pengusaha, pemerintah, akademisi, media, dan tokoh masyarakat—yang dinilai efektif mempercepat inovasi dan memperluas dampak pembangunan ekonomi yang inklusif.
‎
Menurut Timothy, KADIN tengah melakukan reformasi dan transformasi kelembagaan agar lebih profesional dan adaptif.
‎
“KADIN hari ini dan ke depan harus menjadi organisasi yang tidak hanya mengelola rutinitas, tetapi mampu menciptakan solusi, membuka peluang baru, dan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi daerah,” katanya.
‎
Ia mengutip pemikiran David Osborne tentang pentingnya jiwa kewirausahaan dalam tata kelola: inovatif, responsif, efisien, dan berorientasi hasil.
‎
Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menekankan amanah pengurus baru sebagai tanggung jawab besar.
‎
“Kita berada dalam era penuh tantangan—dinamika global, transformasi digital, hingga perubahan iklim usaha. Namun DIY memiliki modal sosial dan budaya yang kuat,” ujarnya.
‎
Ia menyebut UMKM kreatif, pariwisata, dan sektor pendidikan sebagai fondasi ketangguhan.
‎
“Tugas KADIN memastikan seluruh potensi terhubung dalam ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.”
‎
Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai ekosistem ekonomi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
‎
“Ekosistem menuntut bukan hanya partisipasi kehadiran, melainkan kesepahaman arah,” tuturnya.
‎
Ia menegaskan KADIN kabupaten/kota harus menjadi “simpul orkestrasi pertumbuhan wilayah”, menjembatani aspirasi pelaku usaha dengan kebijakan publik.
‎
“Dalam diferensiasi potensi—Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta—justru di situlah daya saing DIY bertumbuh,” kata Sultan.

(waw)

Berita Terkait

250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi
GPM Soroti Sumbangan Komite MTsN 9 Sleman, Tekankan Prinsip Sukarela
Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Semarakkan Kota Jogja
Sipotik Ungkap 700 Kasus Pengambilan Ganda Psikotropika di Sleman
UMY Corner Hadir di SMAN 1 Sedayu, Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan Lebih Luas
Tarkeeb, Aplikasi AI Belajar Nahwu Karya Mahasiswa UMY, Raih Juara 1 di KMI Expo XVII 2026
UMY dan MCUT Taiwan Teken MoA, Buka Peluang Kolaborasi Internasional
Hampir 60 Ribu Penerima Beasiswa, The Future Fest 2026 Dorong Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

250 Ribu Pemuda Sleman Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi dan Inovasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:42 WIB

GPM Soroti Sumbangan Komite MTsN 9 Sleman, Tekankan Prinsip Sukarela

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Jelang WJNC 2026, Pawai Ekosistem Malioboro Semarakkan Kota Jogja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:56 WIB

UMY Corner Hadir di SMAN 1 Sedayu, Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan Lebih Luas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Tarkeeb, Aplikasi AI Belajar Nahwu Karya Mahasiswa UMY, Raih Juara 1 di KMI Expo XVII 2026

Berita Terbaru