Kemendagri Koordinasikan Bantuan ke Daerah Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

Selasa, 12 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama kementerian dan lembaga (K/L) terkait bergerak membantu korban erupsi Gunung Lewotobi, di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, proses penyaluran bantuan sudah berjalan dengan baik. Fokus selanjutnya adalah memastikan bantuan, seperti perumahan dan logistik, agar didistribusikan dengan jelas dan tepat sasaran.

“Yang mobile dari Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kemudian dari Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, semua bergerak termasuk Kemendagri juga mengirim tim dari Ditjen Adwil ke sana mengoordinasikan,” katanya pada Rapat Penanggulangan Bencana Letusan Gunung Lewotobi di NTT di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Mendagri menyampaikan, pengiriman bantuan dan keterlibatan dari pemerintah pusat datang lebih cepat di wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi dikarenakan masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah tersebut. PAD yang rendah berpengaruh terhadap kemampuan menangani bencana. Oleh karena itu, pemerintah pusat segera terjun menurunkan tim dan bantuan untuk membantu.

“Kita tahu bahwa kapasitas fiskal mereka, BTT terutama Belanja Tidak Terduga yang digunakan untuk penanganan bencana itu mereka memang minim,” ujarnya.

Pihaknya menyebut, pemerintah pusat memberikan bantuan-bantuan berupa penyediaan tempat berlindung, makanan, hingga obat. Sementara itu, pantauan kondisi terkini daerah terdampak sudah cukup bagus. Dia berharap, erupsi cepat berkurang. “Masalah makanan, masalah obat, saya kira yang lain cukup,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Kementerian Sosial nantinya juga akan memberikan bantuan bagi korban terdampak. Dukungan itu di antaranya terdiri dari bantuan perumahan, logistik, dan bantuan yang diperuntukkan bagi mereka yang anggota keluarganya meninggal.

“Itu harus jelas arahnya itu, untuk pembangunan perumahan, untuk kesehatan, untuk tenda, logistik, Kementerian Sosial, semua dikeroyok,” pungkasnya.(nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Satgas PRR: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Kembali Pulih Total
Pemulihan Pascabencana Berjalan, Satgas PRR Dorong Ekonomi Masyarakat Sumatera Kembali Bangkit
Harga Pangan Jadi Perhatian, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Lantik Sejumlah Pejabat, Mendagri Dorong Rotasi untuk Perkuat Kinerja Organisasi
PVN 2026 Batch 6 Dibuka, Kemnaker Dorong Masyarakat Tingkatkan Kompetensi
Menaker Kunjungi Peserta TIH, Dorong Produk Unggulan Naik Kelas
Program Gentengisasi, Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk dari Purwakarta
Tinjau BSPS di Purwakarta, Mendagri Tito Pastikan Program Berjalan Tepat Sasaran

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Satgas PRR: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Kembali Pulih Total

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Pemulihan Pascabencana Berjalan, Satgas PRR Dorong Ekonomi Masyarakat Sumatera Kembali Bangkit

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Harga Pangan Jadi Perhatian, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Lantik Sejumlah Pejabat, Mendagri Dorong Rotasi untuk Perkuat Kinerja Organisasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:39 WIB

PVN 2026 Batch 6 Dibuka, Kemnaker Dorong Masyarakat Tingkatkan Kompetensi

Berita Terbaru